Muhamad Dulkhoiri
MAN 1 Jombang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Poster dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Sosiologi Muhamad Dulkhoiri
Jurnal Ilmiah Nizamia Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Nizamia
Publisher : Nizamia Learning Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran Sosiologi di SMA/MA memberikan penekanan pada pemahaman konsep stratifikasi sosial yang meliputi: stratifikasi masyarakat pertanian; stratifikasi dalam masyarakat feodal; pengaruh kolonialisme terhadap stratifikasi sosial; pengaruh industrialisasi terhadap pembentukan stratifikasi sosial. Keempat macam stratifikasi sosial itu harus dikuasai oleh siswa sebagai kesatuan konsep secara seimbang, utuh, dan terpadu. Pembelajaran Sosiologi di MAN 1 Jombang Jawa Timur mengalami beberapa hambatan. Salah satu hambatannya adalah kurang efektif tercermin tingkat penguasaan materi pelajaran siswa kurang bermakna dan cenderung tidak bisa bertahan lama, lebih dari 38% siswa kelas XII-IPS belum dapat memahami konsep stratifikasi sosial dalam pembelajaran sosiologi secara baik, disebabkan oleh faktor guru. Guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional (ceramah) sehingga keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar kurang dinamis. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran konsep stratifikasi sosial dalam pembelajaran sosiologi, guru dapat menyampaikan materi dengan menggunakan model pembelajaran partisipatif berbasis poster. Secara umum rata-rata hasil tes pada siklus pertama dan kedua tetap pada kategori paham. Tetapi dilihat dari skor mengalami kenaikan sebesar 2,0 dari jumlah 28,47 menjadi 30,47. Dengan hitungan persentase, kenaikan itu adalah sebesar 5% dari 71% menjadi 76%. Secara kelasikal pemahaman konsep stratifikasi sosial para siswa dalam pembelajaran sosiologi pada siklus pertama mencapai 71 % dan meningkat 5 % pada siklus kedua menjadi 76 %.Pada siklus pertama target ketuntasan belum tercapai karena masih dibawah 75 % sedang pada siklus kedua telah dapat dilampaui yakni 76 % atau satu persen diatas target yang dicanangkan sebelumnya.