Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Effect of Corn Silk Ethanol Extract (Zea Mays. L) on Decreasing the Blood Glucose Levels Dika Lukitaningtyas; I Ketut Sudiana; Abu Bakar
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 3 No. 1 (2020): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.388 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v3i1.187

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic complication that is serious and can cause an increase in world mortality rates. the efforts that have been made by the community are the use of complementary herbal therapies, namely Corn Silk. The study aimed at examining the effect of giving corn hair ethanol extract (Zea mays L) to decrease glucose levels. Methods: This study used a true-experimental, pre and post with a control group that was applied in this study. Eighteen mice tail samples were recruited using random allocation technique sampling and divided into two groups (interventions and control groups). Data analysis was performed and presented in descriptive statistics, and significant findings were computed using the paired t-test. Results: The results showed that the decrease in Glucose intervention group downhill from 144,33+11,543 to 137,78+5,740 after the intervention. Meanwhile, in the control group, the mean in Glucose increase from 134,00+10,124 to 153,78+7,412. The paired t-test obtained a p-value of 0.000, indicating that there were significant differences in the effect of giving corn hair ethanol extract (Zea mays L) to decrease glucose levels the intervention and the control group. Conclusion: Giving Corn Silk Ethanol Extract (Zea Mays L) can decrease Decrease Glucose Levels. Keywords: Corn Silk, Ethanol Extract, Glucose Levels.
HUBUNGAN BULLYING VERBAL TERHADAP PENERIMAAN DIRI DAN HARGA DIRI REMAJA DI KELURAHAN KARANGTENGAH KECAMATAN NGAWI KABUPATEN NGAWI Endri ekayamti; Dika Lukitaningtyas
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku bullying saat ini masih banyak kita temukan di masyarakat, terutama dikalangan remaja, dan bullying yang paling sering dilakukan adalah bullying verbal seperti menjuluki, mengejek, meledek, menuduk dan menebar gosib. Perilaku bullying ini berdampak negative pada tugas perkembangan remaja. Dampak yang diakibatkan tidak hanya pada korban, tetapi juga pada pelaku serta penonton bullying. Pada korban salah satunya berpengaruh pada penerimaan diri dan harga diri remaja, jangka panjang remaja bisa ke perilaku depresi dan bunuh diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bullying verbal pada penerimaan diri dan harga diri remaja. Metode penelitian adalah cross sectional dengan populasi remaja di Kelurahan Karangtengah Kabupaten Ngawi sejumlah 138 remaja. Besar sampel yang dihitung didapatkan 102 responden dengan tehnik pengambilan sampel simple random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner Bulllying verbal, penerimaan diri dan Harga diri, kemudian dilakukan uji analisis menggunakan korelasi spearman. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara bullying verbal dengan penerimaan diri dengan nilai p=0,037 (p<0,05). bullying verbal dengan harga diri remaja dengan nilai p=0,000 (p<0,05), dan terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dengan harga diri remaja dengan p=0,000 (p<0,05). Remaja yang mendapatkan perilaku bullying secara verbal berpotensi menurunkan penerimaan diri disertai penurunan kepercayaan diri, dan secara perlahan mengikis harga diri mereka. Remaja yang mampu menerima dirinya dengan baik akan berpengaruh terhadap harga dirinya.
Pencegahan Dampak Perilaku Bullying Terhadap Perkembangan Psikologis Remaja Melalui Edukasi Orang Tua di Desa Purwosari Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi Endri Ekayamti; Dika Lukitaningtyas
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i2.168

Abstract

Bullying adalah perilaku agresif yang disengaja dan dilakukan secara berulang-ulang untuk menyerang orang lain, dan perilaku bullying ini lebih sering terjadi dikalangan remaja. Remaja dengan masa pencarian jati diri memerlukan pendampingan yang tepat supaya tidak terjerumus ke perilaku yang negative. Pembentukan perilaku dan karakter anak bergantung dari pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Apabila anak mendapatkan perhatian dan pendidikan yang baik dari keluarga, maka anakpun akan besperilaku sesuai dengan norma sosial yang berlaku dilingkungannya. Perilaku bullying yang sering terjadi dikalangan remaja di anggap hal yang biasa oleh sebagian orang, padahal apabila perilaku ini terus berlanjut dapat berdampak seriaun terhada perkembangan remaja, baik itu bagi korban, pelaku, dan penonton bullying. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan orangtua tentang perilaku bullying dan dampaknya terhadap perkembangan psikologis remaja. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah penyuluhan dengan populasi target adalah orang tua warga desa Purwosari yang memiliki anak di usia remaja sejumlah 54 orang.  Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdi dari Akper Pemkab Ngawi berjalan lancar Semua peserta antusias di dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dari orang tua terkait dengan tindakan bulying dan dampaknya pada remaja. Untuk selanjutnya diharapkan orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya yang saat ini sedang berada dimasa pertumbuhan baik secara fisik maupun psikologis.
Deteksi Dini dan Monitoring Penyakit Degeneratif Diabetes Melitus di Dusun Pilangpayung I , Desa Geneng Kec. Geneng Kabupaten Ngawi Dika Lukitaningtyas; Erwin Kurniasih; Pariyem Pariyem
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8148

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus adalah penyakit degeneratif penyumbang angka mordititas tertinggi setelah penyakit stroke,ginjal dan jantung. Deteksi dini dan mengontrol kadar gula darah atau menejemen pengobatan yang baik dapat meningkatkan kwalitas hidup orang dengan DM. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam melaksanakan deteksi dini dan monitoring Penyakit Degeneratif Diabetes Melitus Di Dusun Pilangpayung I, Desa Geneng Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Metode yang digunakan adalah survey analitik, dan untuk kegiatan pengabdian masyarakat metode yang digunakan adalah penyuluhan. Setelah diberikan edukasi berupa penyuluhan warga Dusun Pilangpayung I tentang pengertian, tanda gejala, jenis diit, komplikasi, dan pentingnya monitoring pengobatan tentang penyakit Diabetes. Dengan demikian diharapkan para warga akan mengalami peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini dan monitoring penyakit degeneratif Diabetes Melitus. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat menghasilkan perubahan yang sesuai dengan target luaran yang telah ditetapkan terutama pada peningkatan pengetahuan masyarkat tentang deteksi dini dan monitoring penyakit degeneratif diabetes melitus. Kata kunci: Diabetes Melitus (DM), Deteksi Dini, Monitoring ABSTRACT Diabetes Mellitus is a degenerative disease that contributes the highest morbidity rate after stroke, kidney and heart disease. Early detection and control of blood sugar levels or good treatment management can improve the quality of life of people with DM. Increase public knowledge in carrying out early detection and monitoring of Degenerative Diabetes Mellitus in Pilangpayung I Hamlet, Geneng Village, Geneng District, Ngawi Regency. The method used is an analytical survey, and for community service activities the method used is counseling. After being given education in the form of counseling the residents of Dusun Pilangpayung I about the meaning, signs and symptoms, types of diet, complications, and the importance of monitoring treatment about diabetes. Thus, it is hoped that the residents will experience an increase in knowledge about early detection and monitoring of degenerative diabetes mellitus. Community service activities resulted in changes that were in accordance with the set output targets, namely increasing public knowledge about early detection and monitoring of degenerative diabetes mellitus.  Keywords : Diabetes Mellitus (DM), Early Detection, Monitoring
Pengetahuan Keluarga Berhubungan dengan Upaya Keluarga dalam Pencegahan Penularan Tb Paru Dika Lukitaningtyas; Nurul Hidayah; Ruli Mahendra
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1453

Abstract

Penyakit TB disebabkan bakteri Mycobacterium Tuberculosis, biasanya menyerang organ paru dan lainnya. Upaya pencegahan merupakan usaha yang dilakukan seseorang untuk menahan agar suatu hal tidak terjadi. Pengetahuan yang dimiliki seseorang akan membantu memutuskan tindakan yang akan dilakukan. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan keluarga dengan upaya pencegahan penularan TB Paru. Penelitian kuatitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel 30 secara total menggunakan uji rank spearman. Hasil diperoleh keluarga pengetahuan baik dan pencegahan baik 17 (85,0%), pengetahuan baik dan tindakan pencegahan cukup 3 (15,0%). Pengetahuan cukup dan tindakan pencegahan baik 2 (28,6%), pengetahuan cukup dan tindakan pencegahan cukup 5 (71,4%). Pengetahuan kurang dan pencegahan kurang sebanyak 3 (100%). Hasil uji statistik didapatkan p 0,000, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan upaya pencegahan. Tindakan pencegahan penularan TB Paru dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki.
Tingkat Kecemasan Orang Tua terhadap Pembelajaran Luring pada Mahasiswa Tingkat III di Masa Pandemi COVID-19 Lukitaningtyas, Dika; Ekayamti, Endri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk120

Abstract

The long period of the Covid-19 pandemic caused various problems in the online learning system, most students experienced a decrease in learning motivation, due to boredom, less interesting learning material and minimal interaction. Then the learning system was changed again to offline learning. So research was needed that aims to determine the level of parental anxiety about offline learning in nursing students. This research was conducted at the Nursing Academy of the Ngawi Regency Government, East Java, using a survey approach. The study involved 84 parents of students as respondents, who were selected using the total population sampling technique. The level of anxiety was measured by filling in the questionnaire directly by the parents. The collected data were analyzed descriptively in the form of frequency and proportion. The results showed that most parents did not experience anxiety (92.9%), and the rest had moderate anxiety (3.6%) and severe anxiety (3.6%). Furthermore, it was concluded that in general, parents of nursing students were not worried about the change in learning from online to offline during the Covid-19 pandemic.Keywords: Covid-19; offline learning; student of nursing; parent; worry ABSTRAK Masa pandemi Covid-19 yang panjang menimbulkan berbagai permasalahan pada sistem pembelajaran online, pada sebagian besar siswa didik mengalami penurunan motivasi belajar, akibat kebosanan, kurang menariknya materi pembelajaran dan minimalnya interaksi. Maka sistem pembelajaran dirubah lagi ke pembelajaran luring. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan orang tua terhadap pembelajaran luring pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini dilakukan di Akademi Perawatan Pemkab Ngawi, Jawa Timur, dengan pendekatan survei. Penelitian melibatkan 84 orangtua mahasiswa sebagai responden, yang dipilih dengan teknik total population sampling. Tingkat kecemasan diukur melalui pengisian kusioner oleh orangtua secara langsung. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua tidak mengalami kecemasan (92,9%), dan selebihnya adalah dengan kecemasan sedang (3,6%) dan kecemasan berat (3,6%). Selanjutnya disimpulkan bahwa secara umum, orangtua mahasiswa keperawatan tidak cemas tentang perubahan pembelajaran dari online menjadi luring di masa pandemi Covid-19.Kata kunci: Covid-19; pembelajaran luring; mahasiswa keperawatan; orangtua; kecemasan
GAMBARAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH SESAAT SETELAH MELAKUKAN SENAM PADA LANSIA HIPERTENSI DI DESA SUNDUL MAGETAN: Description of Changes in Blood Pressure Immediately After Doing Exercise In Hypertension Elderly Hartono, Aris; Adhin Al Kasanah; Dika Lukitaningtyas
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL PENELITIAN
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/jp.v5i1.209

Abstract

Hypertension is a sickness that frequently happens in the older. One way to reduce high blood pressure is to do elderly exercise regularly. In some studies blood pressure can increase shortly after physical activity. This study plans to depict changes in circulatory strain in the wake of doing older practice in old individuals with hypertension. This study utilizes an expressive observational plan with a cross sectional methodology. The sample in this study was 30 respondents, namely elderly people who experienced hypertension in Sundul Village, Parang District, Magetan Regency, who took part in elderly gymnastics. The sampling technique uses total sampling. Observation of blood pressure was carried out 30 minutes after doing elderly exercise. The information examination procedure was done spellbindingly. The outcomes showed that the greater part of the respondents' systolic circulatory strain diminished with a typical decline of 12.57 mmHg. The conclusion of the study that elderly exercise can reduce systolic blood pressure.
The Level of Knowledge and Self-Management is Related to the Quality of Life of Hypertensive Patients Fitriani, Januarty Nur; Rohmawati, Dhian Luluh; Lukitaningtyas, Dika
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 5 No 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v5i1.2705

Abstract

The level of knowledge, self-management, and self-efficacy is an individual's ability to control blood pressure, perform self-care, and adhere to treatment which in turn can affect a person’s quality of life. The level of knowledge, self-management, and self-efficacy is very necessary for people with hypertension because all three are an important part of determining the quality of life. The study aimed to analyze the relationship between the level of knowledge, self-management, and self-efficacy with the quality of life of hypertension sufferers. This research is a correlation descriptive study using a cross-sectional approach. A purposive sampling technique was used to select 95 respondents as the sample in this study. A knowledge level questionnaire, self-management behavior questionnaire, self-efficacy questionnaire, and WHOQOL-Bref questionnaire were used to collect data. Spearman rank is used for statistical tests. The results showed that the relationship between the level of knowledge and quality of life result was obtained ρ-value 0.005 r= -0.288, the relationship between self-management and quality of life was obtained result ρ-value 0.001 r = 0.330, the relationship between self-efficacy and quality of life obtained result ρ-value 0.095 r=0.172. There is a relationship between the level of knowledge and self-management and quality of life. There is no relationship between self-efficacy and quality of life in hypertension sufferers.
HIPERTENSI; ARTIKEL REVIEW Lukitaningtyas, Dika; Cahyono, Eko Agus
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2, Nomor 2, April 2023
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v2i2.272

Abstract

Perubahan pola hidup yang terjadi dewasa ini mengakibatkan peningkatan angka kejadian penderita penyakit tidak menular (non communicable disease). Penyakit tidak menular menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat karena tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi secara global, merupakan jenis penyakit yang tak bisa ditularkan oleh penderita ke orang lain, jenis penyakit ini berkembang secara perlahan dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Penyakit tidak menular menimbulkan angka kematian yang tinggi tiap tahunnya dan dapat menjangkiti individu diberbagai usia maupun negara di seluruh dunia. Salah satu penyakit tidak manular yang banyak dialami oleh masyarakat di Indonesia adalah hipertensi. Hipertensi menjadi salah satu permasalahan kesehatan karena hipertensi merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes mellitus, dan stroke. Organisasi kesehatan dunia WHO memperkirakan sebanya 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi. Riset Kesehatan Dasar 2018 menyebutkan sebanyak 63 juta lebih penduduk Indonesia menyandang hipertensi. Seringkali penderita hipertensi tidak merasakan gejala atau tanda mengalami hipertensi sehingga tidak mendapatkan pengobatan dan penanganan secara cepat. Terdapat dua faktor risiko hipertensi yaitu, faktor risiko yang tidak dapat diubah (seperti usia, jenis kelamin, genetic) dan faktor risiko yang melekat pada penderita hipertensi dan tidak dapat diubah (merokok, diet rendah serat, konsumsi makanan tinggi lemak, konsumsi natrium, dyslipidemia, konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, stress, berat badan berlebih / kegemukan, dan konsumsi alcohol). Tatalaksana hipertensi dilakukan melalui dua cara yaitu terapi medikamentosa dan terapi komplementer
Pemberdayaan Keluarga Tentang Pentingnya Seks Edukasi Sebagai Upaya Preventif Mencegah Kenakalan Remaja Ekayamti, Endri; Lukitaningtyas, Dika; Maimunah, Siti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v7i2.398

Abstract

Latar Belakang: Remaja memiliki emosi yang labil, masa ini terjadi perubahan perilaku, tindakan-tindakan yang dilakukan cenderung tidak difikirkan secara matang. Rasa keingintahuannya yang besar membuat mereka mencari tahu dengan caranya sendiri. Salah satunya adalah keingintahuan tentang seksualitas. Yang berbahaya adalah remaja mencari tahu mengenai rasa penasarannya tentang seksualitas dari sumber lain seperti melalui media social, internet, teman atau pada orang lain yang tidak tepat. Peran dan pengetahuan orang tua sangat penting didalam mendampingi remaja supaya tidak terjerumus dalam kenakalan remaja terutama pada perilaku seks bebas. Tujuan: meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pentingnya pendidikan seks sejak dini pada remaja supaya tidak terjerumus dalam kenakalan remaja. Metode: penyuluhan dan pendampingan pada keluarga dalam memberikan pendidikan seks sejak dini pada remaja. Hasil: kegiatan pengabdian telah dilaksanakan dengan lancar, penyuluhan bertempat dibalai Desa Sambiroro yang dihadiri 67 warga. evaluasi kegiatan tingkat pengetahuan pada pre test sebagian besar orang tua dalam kategori pengetahuan cukup yaitu sebanyak 30 (44,7%), dan kategori baik sejumlah 12 (18%). Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan hasil menjadi pengetahuan baik sejumlah 47 (70,2%) dan cukup sebanyak 17 (15,3%). Pendampingan khusus dilakukan pada dua keluarga yang memiliki anak berisiko terjerumus kearah kenakalan remaja berjalan dengan lancar. Kesimpulan: edukasi seks sejak dini pada remaja penting guna mencegah kenakalan pada remaja, terutama dengan kamajuan tehnologi yang begitu pesat, orang tua harus memiliki pengetahuan yang baik sehingga bisa mendamping anak-anaknya untuk bertumbuh secara baik.