Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TOTAL QUALITY CONTROL SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISASI RESIKO KERUSAKAN PRODUK PADA CV ANUGRAH JAYA LAMONGAN Evi Yulia
JURNAL PENELITIAN EKONOMI DAN AKUNTANSI (JPENSI) Vol 2, No 3 (2017): JURNAL PENELITIAN EKONOMI DAN AKUNTANSI (JPENSI)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jpensi.v2i3.106

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendekatan Total quality control sebagai upaya meminimalisasi resiko kerusakan produk dan factor factor yang menyebabkan kegagalan kulitas produk  pada CV Anugrah Jaya Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 7 analisis statitik yaitu menggunakan peta kendali P, Diagram control cacat 100 persen, diagram sebab akibat dan metode kaizen.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan peta kendali p  rata-rata kerusakan produk CL sebesar 0,019 , batas kendali produk atau UCL sebesar 0,025.dan LCL sebesar 0,013  dari hasil perhitungan peta kendali P menunjukkan total quality control atau pengendalian kualitas produk dikatakan baik, sedangkan menggunakan diagrm control cacat 100 persen menunjukkan CL sebesar 1,910 persen, UCL 2,53 persen, LCL sebesar 1,29 persen. Berdasarkan hasil perhitungan diagram control cacat 100 persen menunjukkan hasil Total quality control atau pengendalian kualitas produk dikatan baik. Berdasarkan hasil analisa menggunakan diagram sebab akibat faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan kualitas produk adalah manusia, mesin, metode dan lingkungan dianalisis menggunakan metode kaizen menunjukkan bahwa pengawasan harus terus dilakukan untuk menjaga kualitas produk dengan mengawasi kinerja pegawai, memberikan intruksi yang jelas kepada pegawai sehingga metode dan factor manusia dapat terlaksa dengan baik, untuk factor lingkungan yaitu mengawasi gudang dan membersihkan gudang setiap waktu agar kotoran dan debu tidak bercampur dengan bahan baku sedangkan factor mesin yaitu melakukan pengawasan dan perawatan mesin agar mesin tetap optimal.Keywords : Pendekatan total quality control, factor penyebab kegagalan produk, produk cacat
ANALISIS RATIO LIKUIDITAS, RATIO SOLVABILITAS DAN RATIO RENTABILITAS TERHADAP PEMBERIAN KREDIT MODAL KERJA PADA KPRI BHAKTI PERTIWI Evi Yulia
JPIM (Jurnal Penelitian Ilmu Manajemen) Vol 2, No 3 (2017): JPIM (JURNAL PENELITIAN ILMU MANAJEMEN)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jpim.v2i3.57

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahuiperanan ratio likuiditas terhadap pemberian kredit modal kerja pada KPRI Bhakti Pertiwi, kedua, untuk mengetahui peranan ratio solvabilitas terhadap pemberian kredit modal kerja pada KPRI Bhakti Pertiwi, ketiga, untuk mengetahui peranan ratio rentabilitas terhadap pemberian kredit modal kerja pada KPRI Bhakti Pertiwi Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan alat analisis laporan keuangan yaitu ratio keuangan yang terdiri dari pertama ratio likuiditas menggunakan current ratio, quick ratio, cash ratio. Kedua ratio solvabilitas menggunakan total debt to capital assets ratio dantotal debt to equty ratio. Ketiga ratio profitabilitas menggunakan net profit margin, ROE dan ROI. Berdasarkan hasil analisis menggunakan ratio keuangan diperoleh hasil pertama, rasio likuiditas, current ratio menunjukkan angka 191persen  yang berarti bahwa kinerja keuangan perusahaan dikatakan likuid karena berada diatas standart yang ditetapkan yaitu 175 persen. , untuk quick ratio menunjukkan angka 152 persen  yang berarti bahwa kinerja keuangan perusahaan dikatakan likuid karena berada diatas standart yang ditetapkan yaitu 100 persen. , untuk cash ratio menunjukkan angka 67 persen  yang berarti bahwa kinerja keuangan perusahaan dikatakan likuid karena berada diatas standart yang ditetapkan yaitu 15 persen. Kedua, Total debt to equity ratio menunjukkan angka 40 persen  yang berarti bahwa kinerja keuangan perusahaan dikatakan solvable karena berada dibawah  standart yang ditetapkan yaitu kurang dari 60 persen. Total debt to capital assets ratio menunjukkan angka 29 persen  yang berarti bahwa kinerja keuangan perusahaan dikatakan solvable karena berada dibawah  standart yang ditetapkan yaitu kurang dari 60 persen. Ketiga, net profit margin menunjukkan angka 16 persen  yang berarti bahwa kinerja keuangan perusahaan dikatakan profit karena berada diatas standart yang ditetapkan yaitu 15 persen. ROE  menunjukkan angka 13 persen  yang berarti bahwa kinerja keuangan perusahaan dikatakan profit karena berada diatas standart yang ditetapkan yaitu 10 persen. ROI menunjukkan angka 9 persen  yang berarti bahwa kinerja keuangan perusahaan dikatakan kurang profit karena berada dibawah standart yang ditetapkan yaitu 30 persen.Keywords : Ratio likuiditas, ratio solvabilitas, ratio Rentabilitas, kredit modal kerja