Tilik short movie takes place in Special Region of Yogyakarta and becomes viral due to its closeness to the reality. Due to the naturalness, it is interesting to investigate how politeness as social strategy applied in the dialogue. The study tries to analyze politeness of Javanese language in Tilik movie by answering the research question: what are the linguistic politeness strategies and the illocutionary functions employed by the characters in the short movie when expressing speech acts? To answer the research question, this study employs conversation analysis and applies Leech’s (2014) politeness principle (PP) and Poedjosoedarmo’s (2017) javanese politeness principle (JPP) to analyze the dialogue. The analysis shows PP and JPP are inline and supportive to each other in the dialogue to reach certain social goals.Film pendek Tilik mengambil latar belakang tempat provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan menjadi viral karena kedekatan antara cerita dengan kehidupan masyarakat. Karena kealamian dialog, kajian nilai tata krama kesopanan sebagai bentuk strategi sosial menjadi menarik untuk dipelajari. Studi ini mencoba untuk mengkaji prinsi kesopanan dengan menjawab pertanyaan: apa saja prinsip kesopanan dan tindak ilokusi yang diterapkan para tokoh di film pendek Tilik ketika melakukan tindak tutur? Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, studi ini menggunakan metode analisis percakapan dan teori prinsip kesopanan dari Leech dan prinsip kesopanan Jawa dari Poedjosoedarmo. Hasil analisa menunjukkan bahwa prinsip kesopanan dari Leech selaras dengan Prinsip Kesopanan Jawa dari Poedjosoedarmo. Strategi kesopanan diaplikasikan dalam dialog oleh penutur sebagai suatu strategi untuk memenuhi tujuan sosial tertentu.