Soegeng Hardjono
BPPT

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisa Komparatif Pengaruh Pertambahan Panjang dan Lebar Kapal Terhadap Lightweight Soegeng Hardjono
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v29i1.324

Abstract

Penentuan ukuran utama kapal khususnya pada dimensi panjang (Lpp) dan lebar (B) kapal pada tahap preliminary design mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perubahan nilai Lwt, biaya produksi dan harga kapal. Hal ini kerap menjadi bahan diskusi serius antara owner dan designer. Untuk mengetahui seberapa besar perubahan Lwt yang terjadi akibat perubahan panjang dan lebar kapal, maka perlu dilakukan penelitian terhadap berat Lwt akibat perubahan panjang dan lebar kapal untuk kapal dengan panjang lebih kecil 100meter menggunakan sistem konstruksi melintang dan kapal lebih besar 100 meter dengan sistem konstruksi memanjang dengan metode analisa statistik melalui formula regresi polynomial. Hasil analisa menunjukkan bahwa pertambahan Lwt akibat pertambahan dimensi lebar kapal (B) per meter lebih besar bila dibandingkan pertambahan Lwt akibat pertambahan dimensi panjang kapal (Lpp) yaitu 30% berbanding 12% untuk kapal lebih kecil100m dan 21% berbanding 17% untuk kapal lebih besar 100m. Pertambahan Lwt 30% lebih besar dari 12% disebabkan kapal dengan Lpp lebih kecil 100 m menggunakan konstruksi sistem melintang yang mempuyai berat struktur lebih besar untuk panjang kapal yang sama.
Identifikasi Rasio Dimensi Utama Kapal Kontainer Kelas Small Feeder Untuk Toll Laut Indonesia Soegeng Hardjono
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v28i4.592

Abstract

Saat ini Pemerintah Indonesia sedang merealisasikan program tol laut yang telah dicanangkan sejak 2015 melalui pengadaan berbagai jenis kapal. Salah satu diantaranya adalah kapal kontainer dengan kapasitas small feeder (≤1000 TEUs) 100 TEUs, 208 TEUs, dan 1000 TEUs. Walaupun demikian, Pemerintah belum mempunyai standar desain khususnya kapal kontainer kelas small feeder. Untuk mewujudkan standar desain, penggunaan rasio dimensi utama kapal sudah lazim digunakan  untuk mengidentifikasi dimensi utama kapal pada tahap preliminary design. Nilai rasio berbeda untuk tipe kapal yang sama tergantung kapasitas kapal. Metode analisa statistik digunakan untuk identifikasi nilai rasio dimensi utama kapal kontainer kelas small feeder guna membantu desainer maupun galangan kapal dalam penentuan dimensi utama kapal. Nilai rasio dimensi utama kapal hasil analisa adalah L/B=5.29-6.17, L/D=10.93-13.21, B/T=2.39-3.26,D/T=1.19-1.43, Froude number V/√g.L= 0.2170.253, Cd (rasio deadweight/Displacement)=0.78-0.98, TEUs/Dwt=0.05-0.07, L/D1/3=5.0-5.4, dan BHP/Displ.V. =0.044-0.060 juga telah diidentifikasi.
Analisa Daya Mesin Dan Bollard Pull Kapal Tunda Untuk Kapal Peti Kemas Post-Panamax Di Pelabuhan Kalibaru Soegeng Hardjono
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v28i3.595

Abstract

Pembangunan Pelabuhan peti kemas Kalibaru merupakan perluasan pelabuhan peti kemas Tanjung Priok dengan sarana dan prasarana modern dilengkapi kolam pelabuhan berkedalaman 16 meter untuk labuh kapal-kapal peti kemas berukuran besar hingga kelas post Panamax. Sebagai pelabuhan modern, diperlukan sarana armada kapal tunda dengan daya mesin penggerak dan kekuatan tarik (Bollard Pull) mampu melayani kapal-kapal besar tersebut. Berdasarkan hasil analisa dengan metode statistik dan kurva hubungan antara besarnya displacement atau draught kapal dengan daya mesin tugboat, dapat ditentukan ukuran maksimum kapal peti kemas yang dapat berlabuh di pelabuhan Kalibaru yaitu kapal dengan draught maksimum 14,55 meter, displacement 167.573 ton, kapasitas 9.231 Teus, dan panjang kapal sekitar 323 m sebagai kategori Post Panamax Plus. Lebih dari itu, telah dapat pula ditentukan ukuran kapal tunda yang sesuai untuk layanan penarikan atau penundaan kapal berbobot 167.573 ton tersebut yaitu kapal tunda berkekuatan 5799 HP dan 73 ton bollard pull. Hasil ini telah sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan oleh otoritas pelabuhan bahwa kapal dengan panjang lebih dari 250 meter harus ditunda oleh 3 (tiga) kapal tunda dengan kekuatan mesin paling rendah 11000 HP dan bollard pull 125 ton.
Analisa Ketinggian Gelombang yang Sesuai untuk Pengoperasian Kapal Cepat Rudal 60m di Perairan Indonesia Soegeng Hardjono
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 1 (2018): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v30i1.635

Abstract

Saat ini, Angkatan Laut Indonesia sedang memperkuat armada kapal perang dengan pembangunan jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M. Kemampuan operasional KCR 60M tergantung pada ketinggian gelombang perairan Indonesia. Untuk itu perlu dilakukan kajian penentuan tinggi gelombang maksimum yang bisa dilalui oleh KCR 60M dan penentuan panjang KCR minimum untuk mengatasi gelombang ekstrim tertinggi dengan metode statistik dan formula pendekatan. Hasil analisa menunjukkan bahwa KCR 60M dapat beroperasi p