Yusuf Fuad
Program Studi Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MODEL DINAMIK PERTUMBUHAN LEUKEMIA DENGAN PENGOBATAN IMUNOTERAPI Evitia Nuraini Septy; Yusuf Fuad
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.805 KB) | DOI: 10.26740/mathunesa.v9n1.p106-115

Abstract

Leukemia adalah salah satu jenis kanker yang berada di tubuh manusia, dimana terjadi pertumbuhan sel darah putih yang tidak terkendali. Dengan mengadaptasi model dinamik pada artikel Khatun & Biswas (2020b), artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi model dinamik pertumbuhan leukemia dengan pengobatan imunoterapi, menentukan titik kesetimbangan, menganalisis kestabilan model dinamik, menentukan bilangan reproduksi dasar, dan sensitivitas model dinamik dengan eksperimen pada variasi nilai parameter. Selanjutnya solusi numerik dari model dinamik dibandingkan dengan solusi numerik dari model dinamik SIW pada Khatun & Biswas, (2020a). Berdasarkan hasil pembahasan, diperoleh titik kesetimbangan bebas penyakit = , titik kesetimbangan endemik , dan bilangan reproduksi dasar , yang berarti setiap infeksi menyebabkan infeksi baru tetapi tidak terjadi penularan dan wabah ke individu lain. Hasil uji sensitivitas diperoleh indeks sensitivitas yang menunjukkan bahwa parameter dan berpengaruh terhadap peningkatan nilai sedangkan parameter berpengaruh terhadap penurunan nilai . Analisis stabilitas menyatakan bahwa titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik adalah stabil asimtotik terhadap solusi sistem dinamik. Berdasarkan hasil simulasi numerik disimpulkan bahwa solusi dari model dinamik signifikan cocok dengan solusi dari model dinamik , yang berarti bahwa pengobatan imunoterapi dapat mereduksi populasi sel terinfeksi dan sel kanker dengan prosentase penyembuhan kanker mencapai 74,13%. Untuk penelitian lanjutan dapat menerapkan model dinamik pertumbuhan leukemia dengan pengobatan kemoterapi, atau menerapkan model dinamik pada penyakit kanker lainnya dengan eksperimen yang mungkin lebih baik hasilnya. Kata kunci: Bilangan reproduksi dasar, imunoterapi, leukemia, sensitivitas, stabilitas, titik kesetimbangan
PENERAPAN MODEL SEIPAHRF PADA DINAMIK PENULARAN COVID-19: STUDI KASUS DI JAWA TIMUR Kurnia Dewy Isnaini; Yusuf Fuad
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1468.744 KB) | DOI: 10.26740/mathunesa.v9n1.p153-163

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona dari famili coronaviridae. Penyebaran virus ini berlangsung dengan cepat di beberapa negara, salah satunya yaitu Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model dinamik SEIPAHRF pada penularan Covid-19 di provinsi Jawa Timur, Indonesia, pada periode 6 Agustus-5 Oktober 2020 ketika sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di provinsi Jawa Timur. Dalam penelitian ini dibahas juga tentang bilangan reproduksi dasar, titik ekuilibrium , kestabilan dan sensitivitas dari solusi model dinamik berdasarkan variasi nilai parameter. Simulasi numerik dari model dinamik SEIPAHRF diberikan dengan nilai parameter dan nilai awal dari Ndaïrou et al. (2020), kemudian hasilnya dibandingkan dengan data riil dari Satgas Covid-19 Jawa Timur. Berdasarkan hasil pembahasan, diperoleh bilangan reproduksi dasar ζ0>1 yang artinya Covid-19 telah menyebar dan menjadi wabah. Analisis stabilitas model SEIPAHRF berdasarkan titik ekuilibrium menunjukkan bahwa titik ekuilibrium bebas penyakit Γ0=(N,0,0,0,0,0,0,0) adalah tidak stabil, namun titik ekuilibrium endemik Γ*=(S*,E*,I*,P*,A*,H*,R*,F*) adalah stabil asimtotik. Hasil dari simulasi numerik, model SEIPAHRF sangat sesuai dengan data riil dari Satgas Covid-19 Jawa Timur, dan memperkuat hasil pengendalian pandemi Covid-19 di Wuhan, China dengan nilai parameter yang berbeda. Penelitian lanjutan dapat dilakukan terhadap model SEIPAHRF dengan membandingkan perilaku solusinya dengan hasil dengan model dinamik lain maupun pada wabah atau wilayah pandemi lain.
Penerapan Model SEQIR dengan Kontrol Optimal pada Dinamik Pandemi Covid-19 Zhindy Armandani; Yusuf Fuad
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.302 KB) | DOI: 10.26740/mathunesa.v9n2.p366-379

Abstract

Belum tersedianya vaksin yang efektif untuk pencegahan Covid-19, tingkat penularan yang tinggi, dan sifat dari virus yang masih belum diketahui membuat pemerintah di beberapa negara misalnya India mengambil kebijakan total lockdown untuk pengendalian penularan Covid-19. Model matematika dapat membantu tindakan intervensi untuk memengaruhi sistem dinamik penyebaran penyakit maupun Covid-19. Penelitian ini menerapkan model dinamik pada penyebaran Covid-19 dengan terlebih dahulu merekonstruksi model dinamik, menentukan titik ekuilibrium dan bilangan reproduksi dasar, menganalisis kestabilan sistem dan sensitivitas respon model dinamik, serta menampilkan simulasi numerik dengan nilai parameter dan nilai awal dari Mandal et al., (2020). Berdasarkan hasil pembahasan diperoleh bilangan reproduksi dasar artinya Covid-19 telah menjadi sebuah pandemi. Analisis kestabilan menunjukkan bahwa model berdasarkan titik ekuilibrium bebas penyakit maupun titik ekuilibrium endemik adalah stabil asimtotik karena nilai eigen bernilai real negatif. Sedangkan analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter dan memengaruhi tingkat penularan Covid-19. Hasil dari simulasi numerik dengan dan tanpa kontrol optimal di kasus New Delhi, India, yang menerapkan kebijakan total lockdown dan kasus sejenis di Jawa Timur, Indonesia yang tanpa kebijakan total lockdown mendemonstrasikan bahwa perilaku grafik solusinya sangat signifikan identik. Hasil tersebut menegaskan bahwa kebijakan lockdown tidak sepenuhnya efektif untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 di India. Untuk peneliti selanjutnya disarankan dapat menerapkan nilai parameter kontrol optimal yang lain pada model dan atau model dinamik lain. Kata kunci : Bilangan reproduksi dasar, Covid-19, karantina, kontrol optimal, model matematika, sensitivitas.