Budi Priyo Prawoto
Program Studi Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Model SEIR Penyakit COVID-19 dengan adanya Migrasi dan Pemberian Vaksin M. Shandy Prabowo Pramudito; Budi Priyo Prawoto
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.463 KB) | DOI: 10.26740/mathunesa.v9n2.p260-267

Abstract

Pada awal tahun 2020 dunia dikejutkan dengan adanya virus covid-19 yang terjadi dengan skala besar di Wuhan, Tiongkok dan menyebar ke seluruh dunia. Penyakit ini dapat dengan mudah menyebar jika seseorang yang terinfeksi melakukan kontak dengan orang lain atau meninggalkan droplet pada benda umum saat meninggalkan rumah . Salah satu cara untuk menekan tingkat penyebaran penyakit ini adalah dengan vaksinasi. Artikel ini bertujuan untuk menkonstruksi model penyakit covid-19 dengan adanya migrasi dan vaksinasi serta mengetahui kestabilan titik kesetimbangannya. Model berupa sistem persamaan didapat terlebih dahulu dengan melakukan studi literatur terkait penyebaran covid-19 yang kemudian dituangkan dalam batasan dan asumsi. Setelah sistem persamaan dikontruksi berdasarkan asumsi yang ditentukan, selanjutnya mencari titik kesetimbangan dan menganalisa kestabilan disekitar titik setimbang yang dilakukan dengan menggunakan nilai eigen dari matrik Jacobi sistem persamaan. Simulasi dilakukan pada tahap akhir untuk melihat keselarasan dengan hasil analisa dan untuk melihat perilaku dinamiknya secara geometris. Dengan menggunakan parameter yang sudah ditentukan, maka didapat nilai titik kesetimbangan endemik dengan (s, e, i, r, v)=(0.01898441572, 0.001932407616, 0.2170504021, 0.6906149157, 0.09837379053) yang bersifat stabil.
DINAMIKA MODEL SIRI COVID-19 DENGAN ADANYA PENGARUH KERUMUNAN Anni Nurjanah; Budi Priyo Prawoto
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 10 No. 02 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v10n2.p280-288

Abstract

Coronavirus Disease 2019 di penghujung tahun 2021 masih mewabah di seluruh dunia. Virus ini awal mulanya didapati di Wuhan, Cina pada bulan Desember tahun 2019 kemudian begitu cepat menyebar sehingga menjadi pandemi global. Virus ini merupakan salah satu virus yang bisa menular melalui kontak antara manusia sehat dengan manusia terinfeksi. Virus Corona dapat menular melalui droplet orang terinfeksi yang dihasilkan pada waktu batuk atau bersin. Faktor yang membuat virus ini bisa berkembang banyak salah satunya adalah dengan adanya kontak antar manusia sehat dan manusia terinfeksi dalam jumlah lebih dari satu orang atau kerumunan, sehingga virus dapat menular dengan mudah. Artikel ini membahas model SIR yang dimodifikasi menjadi SIRI untuk kasus COVID 19 dengan memasukkan faktor kerumunan atau efek berkerumun. Tahapan dalam penelitian ini diawali dengan penentuan asumsi awal, konstruksi model, penentuan titik equilibrium, analisa kestabilan, penentuan bilangan reproduksi dasar serta sinkronisasi hasil analisa menggunakan simulasi numerik. Hasil dari penelitian diperoleh model matematika SIRI COVID-19 dengan adanya pengaruh kerumunan, dua titik kesetimbangan yakni titik kesetimbangan bebas penyakit (D0) dan titik kesetimbangan endemik (D*) bersama syarat kestabilannya, dan bilangan reproduksi dasar .
ANALISA KESTABILAN MODEL PENYEBARAN COVID-19 DENGAN VARIAN BARU Nabila Izzatul Haq; Budi Priyo Prawoto
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 10 No. 02 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v10n2.p317-325

Abstract

Pada dasarnya, semua virus yang muncul bisa berubah dan mengalami mutasi seiring berjalannya waktu. Salah satunya adalah virus corona atau SARS-CoV-2 yang muncul pada akhir tahun 2019. Varian-varian baru dari virus corona mempengaruhi laju penularan dan tingkat kekebalan atau efektifitas vaksin. Artikel ini akan membahas model penyebaran varian asli maupun varian baru covid-19 yang dapat berpengaruh pada kekebalan vaksin dan adanya re-infeksi virus. Penelitian ini menggunakan model dasar SIR yang dimodifikasi dengan tahapan penentuan asumsi awal, kontruksi model, penentuan titik equilibrium, dan simulasi numerik. Populasi pada penelitian dibagi menjadi subpopulasi rentan, subpopulasi yang mendapat vaksin, subpopulasi yang terinfeksi virus asli, subpopulasi yang terinfeksi varian virus baru, subpopulasi yang sembuh dari virus asli dan subpopulasi yang sembuh dari varian virus baru. Dari model yang dikontruksi, didapatkan empat titik kesetimbangan. Titik bebas penyakit didapat ketika populasi yang terinfeksi dan sembuh dari virus asli maupun baru berjumlah nol, titik kesetimbangan varian baru didapat ketika populasi yang terinfeksi dan sembuh dari virus baru berjumlah nol. Sebaliknya, titik kesetimbangan varian asli muncul ketika populasi yang terinfeksi dan sembuh dari varian asli berjumlah nol. Dan titik endemik ketika populasi yang terinfeksi virus asli maupun virus baru tidak sama dengan nol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan pada setiap titik kesetimbangan dengan bantuan nilai . Analisa dilakukan melalui syarat nilai parameter dari tingkat efektivitas vaksin (p) dan tingkat penularan varian virus baru (\delta).
Analisis model perilaku perokok dengan adanya faktor kekambuhan merokok Ismi Syari'ah; Budi Priyo Prawoto
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 10 No. 02 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v10n2.p326-335

Abstract

BILANGAN REPRODUKSI DASAR MODEL PENYEBARAN PNEUMONIA DENGAN ADANYA VAKSINASI DAN KARANTINA Shafaa Izzata Kamiila; Budi Priyo Prawoto
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 11 No. 02 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v11n2.p229-234

Abstract

Pneumonia merupakan suatu bentuk infeksi pernapasan akut yang menyerang saluran pernapasan manusia. Penyebab paling umum pneumonia adalah bakteri Streptococcus pneumoniae. Pencegahan penyebaran pneumonia dapat dilakukan dengan pemberian vaksin dan atau karantina bagi individu terinfeksi. Artikel ini bertujuan untuk mengkonstruksi model penyebaran pneumonia dengan adanya vaksinasi dan karantina dan mencari bilangan reproduksi dasar dari model. Model yang dikonstruksi memuat enam subpopulasi yakni rentan (S), tervaksin (V), terpapar (E), terinfeksi (I), dikarantina (Q) dan sembuh (R). Adapun tahapan yang dilakukan adalah studi literatur, menyusun asumsi, mengkonstruksi model dan mencari . Berdasarkan asumsi yang sudah ditentukan diperoleh model matematika penyebaran penyakit pneumonia SVEIQR dengan N adalah total populasi yakni N = S + V + E + I + Q + R. Dari model tersebut, dengan menggunakan Next-Generation Matrix diperoleh bilangan reproduksi dasar .
Bilangan Reproduksi Dasar Model Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue dengan Adanya Penyebaran Bakteri Wolbachia Abu Hanifah Al Faruqy; Budi Priyo Prawoto
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 02 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v12n2.p284-291

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah salah satu penyakit virus menular dengan perantara vektor yang sering terjadi khususnya, di daerah tropis di seluruh dunia. Sudah banyak upaya dilakukan agar penyakit DBD tidak menyebar diantaranya yang paling umum di Indonesia yaitu penyebaran gas Fogging dan vaksinasi. Cara yang baru yaitu penyebaran nyamuk pembawa bakteri Wolbachia. Wolbachia adalah bakterial yang tersebar luas secara alami dan ditemukan pada jaringan reproduksi beberapa serangga dan antropoda. Artikel ini bertujuan untuk mengkonstruksi model penyebaran penyakit demam berdarah dengue dengan adanya penyebaran bakteri Wolbachia dan mencari bilangan reproduksi dasar. Model yang dikonstruksi terdiri attas enam kompartemen yaitu, manusia rentan (Sh), manusia terinfeksi (Ih), manusia sembuh (Rh), vektor rentan (Sv), vektor terinfeksi (Iv), dan vektor dengan Wolbachia (Wv). Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu, studi literatur, menyusun asumsi, mengkonstruksi model, dan mencari bilangan reproduksi dasar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didawaptkan model SIR SIW dengan bilabgab reproduksi dasar menggunakan Next Generation Matrix.
BILANGAN REPRODUKSI DASAR MODEL PENYEBARAN PENYAKIT DIFTERI DENGAN ADANYA VAKSINASI Anggraeny Elvyna Ambarwati; Budi Priyo Prawoto
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 02 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v12n2.p390-395

Abstract

Difteri adalah penyakit akut karena infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheria. Penyakit difteri menular melalui udara dan percikan air liur (tetesan cairan kecil) saat kontak langsung dengan individu yang terinfeksi. Program vaksinasi dapat dilakukan sebagai salah satu strategi pencegahan penyebaran paling efektif agar tidak terinfeksi bakteri Corynebacterium Diphtheria. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi model penyebaran penyakit difteri dengan adanya vaksinasi dan menentukan bilangan reproduksi dasar pada model. Model ini memuat lima subpopulasi yaitu rentan (S), tervaksinasi (V), laten (L), terinfeksi (I), dan sembuh (R). Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu melakukan studi literatur, menyusun asumsi, membuat diagram kompartemen dan mengkontruksi model, dan menentukan bilangan reproduksi dasar. Berdasarkan asumsi yang telah ditentukan diperoleh model matematika SVLIRS pada penyebaran penyakit difteri dengan adanya vaksinasi. Dengan menggunakan metode Next Generation Matrix diperoleh bilangan reproduksi dasar.
BILANGAN REPRODUKSI DASAR MODEL PENYEBARAN LEPTOSPIROSIS DENGAN ADANYA KESADARAN BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Iva Imana Amalia; Budi Priyo Prawoto
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 02 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v12n2.p381-389

Abstract

Leptospirosis merupakan salah satu penyakit zoonosis menular yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penularan penyakit Leptospirosis dapat secara langsung maupun tidak langsung dari hewan ke manusia. Bakteri Leptospira biasanya hidup pada organ ginjal dan saluran air kencing reservoir. Penyakit Leptospirosis berhubungan erat dengan kondisi lingkungan. Untuk itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya penyakit Leptospirosis adalah dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. Peneliti tertarik membuat penelitian baru dengan menambah kompartemen Sb (manusia yang berperilaku hidup bersih dan sehat. Pada model yang diteliti menggunakan model SIR dengan 6 kondisi yaitu Sb (manusia yang berperilaku hidup bersih dan sehat), Sh (manusia rentan), Ih (manusia yang terinfeksi), Rh (manusia yang sembuh), Sv (vektor rentan), dan Iv (vektor yang terinfeksi). Didapatkan dua titik kesetimbangan, yakni titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik .