M Suryadinata
Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KRITIK MATAN HADIS : KLASIK HINGGA KONTEMPORER M Suryadinata
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 2 December 2016
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.238 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i2.15183

Abstract

Artikel ini membahas tentang kritik matan klasik hingga kontemporer, yang mengalami perkembang yang cukup siknifikan. Kritik yang paling populer dan banyak dipedomi oleh para muhadis adalah kritik sanad sedangkan matan sering kali diabaikan. Padahal budaya kritik baik sanad atapun matan sudah ada sejak Rasulullah swa masih hidup bahkah di masa shabat sebagian sahabat telah mempraktekan kritik matan, namun demikian konsep dan gagasannya baru di munculkan kembali sejak para orientalis mengkritik hadis dan mereka menerapakan kritik matan hadis.
Makna Huruf Jar Lam Dalam Al-Qur'an M Suryadinata
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 1 June 2015
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.134 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i1.15140

Abstract

Tulisan ini mewacanakan tentang aneka makna dari huruf jar lam dalam ayat-ayat al-Qur'an. Urgensi mempelajari aspek penambahan makna dari huruf jar khususnya lam antara lain; dapat mengatakan makna suatu kata dalam al-Qur'an secara tepat menurut konteksnya, dapat mengetahui makna dari ayat al-Qur'an secara holistik, dan dapat mengetahui salah satu aspek kemukjizatan al-Qur'an lantaran keunggulan dan keindahan susunan bahasa kalimatnya. Menurut Jamal al-Din Ibn Hisyam dalam Mugni Labib menyatakan bahwa, makna pokok dari huruf jar lam seluruhnya ada 21, antara lain: istihqaq (berhak), ihtisah (syibh milk), al-milk, tamlik (kepemilikan), syibh tamlik, taukid al-nafyi, bermakna ila, bermakna 'ala (isti'la haqiqi), bermakna fi, bermakna 'inda, ta'lil, bermakna ba'da, bermakna ma'a, bermakna min, taballug (menyampaikan), bermakna 'an, sairurah (menjadi sebaliknya), ta'ajjub tanpa qasam, ta'ajjub yang disertai qasam, ta'diyah, dan taukid (huruf ziyadah). Dengan demikian, setiap kata yang didahului huruf jar lam tersebut memiliki makna tambahan dan titik tekan yang berbeda yang dapat menjelaskan atau mengungkap makna pokok dari ide gagasan sebuah kalimat lantaran dibubuhi huruf jar lam tersebut. Sehingga, huruf jar lam yang disisipkan merupakan sudah pilihan yang pas sesuai dengan konteks ayat tersebut.