A M Romly
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBEBASAN MENGELUARKAN PENDAPAT DAN AJARAN ISLAM A M Romly
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 2 December 2016
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.66 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v2i2.15179

Abstract

Masalah kebebasan manusia sudah menjadi perbincangan para pemikir dan negarawan sejak dahulu. Kebebasan manusia yang paling ramai dibicarakan adalah kebebasan berpiir dan mengeluarkan pendapat. Sebab berpikir dan mengeluarkan buah pikiran merupakan ciri utama manusia. Namun kita sendiri tentu sadar, bahwa hidup di dunia ini tidak sendiri melainkan bersama orang-orang lain. Mereka pun tentu saja ingin hidup bebas dan nyaman, tanpa gangguan. Di sinilah kita menghadapi masalah terutama dalam mengeluarkan pendapat. Sebab bisa jadi pendapat yang kita sampailan mengganggu kebebasan orang lain yang ingin hidup tenang dan tenteram. Penggunaan kebebasan mengeluarkan pendapat dewasa ini telah semakin marak, termasuk di dalamnya ujaran kebencian. Dengan demkian potensi gangguan kebebasan mengeluarkan pendapat terhadap orang yang ingin hidup nyaman semakin besar karena didukung pesatnya kemajuan media masa dan media sosial. Di sini perlu kita memahami sejauhmana kebebasan mengeluarkan pendapat seharusnya kita terapkan dalam kehidupan.
Pencegahan Paham Radikalisme Agama Melalui Pendekatan Keagamaan Yang Moderat A M Romly
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 1 June 2015
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.262 KB) | DOI: 10.15408/ushuluna.v1i1.15151

Abstract

Radikalisma merupakan gejala kemasyarakatan yang senantiasa muncul dalam kehidupan kita. Manifestasi radikalisme sering berbentuk kekerasan, karena radikalisme mengandung sifat-sifat ketidaksabaran dan pemaksaan. Motivasi radikalisme pun tidak tunggal, bisa politik dan bisa keagamaan, bahkan bisa sekaligus politik dan keagamaan. Radikalisme dan kekerasan yang menyertainya muncul bukan hanya dalam satu agama, karena semua agama mempunyai potensi. Dalam sejarah kita menyaksikan bahwa radikalisme dan kekerasan bisa munsul dan terjadi di semua agama. Situasi seperti ini hendaknya disadari oleh semua lapisan masyarakat. Karena tanggungjawab untuk mencegah muncul dan terjadinya radikalisme dan kekerasan merupakan tanggungjawab semua orang. Karena itu semua lapisan masyarakat harus berupaya melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mencegahnya, agar kehidupan masyarakat senantiasa rukun dan damai.