Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI PEKTIN DARI KULIT BUAH SEMANGKA BAGIAN DALAM (Citrullus lanatus) DENGAN METODE REFLUKS Septilina Melati Sirait; Riri Enriyani
Journal Warta AKAB Vol 44, No 2 (2020): Warta AKAB
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v44i2.11

Abstract

Kulit buah semangka bagian dalam  merupakan bagian kulit buah semangka yang paling tebal dan berwarna putih yang tidak dapat dikonsumsi oleh manusia. Kulit buah semangka bagian dalam mengandung senyawa pektin dan kandungannya ditentukan dengan menggunakan ekstraksi metode refluks. Pektin hasil isolat dari kulit buah semangka bagian dalam diidentifikasi dengan uji organoleptik, uji warna, uji kadar air dan uji kadar abu. Dari hasil penelitian diperoleh rendemen pektin hasil isolat sebesar 6,43% dari 26 gram berat sampel. Pektin hasil isolat berbentuk padatan serbuk kering, berwarna cokelat kehitaman, tidak berbau dan memiliki rasa mucilage. Pektin hasil isolat bereaksi dengan larutan iodium menghasilkan warna biru  serta memiliki  kandungan kadar air sebesar 10,5% dan kadar abu sekitar 0,53%.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI PEKTIN DARI BUAH KERSEN (Muntinga calabura L) Septilina Melati Sirait
Journal Warta AKAB Vol 44, No 2 (2020): Warta AKAB
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v44i2.17

Abstract

Kandungan serat yang terdapat pada buah kersen diduga mengandung pektin. Buah kersen dikeringkan dan  diisolasi untuk didapatkan hasil rendemennya. Proses isolasi dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut HCl 0,1 N sampai pH 2 selama 80 menit dengan suhu 900C. Hasil isolat padatan serbuk kering, berwarna cokelat kehitaman, tidak berbau dan memiliki rasa mucilage. Uji warna dilakukan dengan penambahan iodin ke dalam isolat pektin dan menghasilkan warna biru. Sedangkan, kandungan kadar air dan kadar abu pektin pada penelitian ini adalah 8,9% dan kadar abu berkisar 0,23%.
KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA Aedes aegypti Septilina Melati Sirait; Bayu Adhi Wicaksono; Maissy Savilla; Olga Amelia; septilinamelati.aka@gmail.com
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 4 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i4.30052

Abstract

Ekstrak daun kelor dan ekstrak daun kersen memiliki kandungan metabolit sekunder alkaloid, tanin, saponin,flavonoid, steroid, dan fenol. Senyawa metabolit sekunder tersebut digunakan untuk mendukung kinerjalarvasida dari bahan alami untuk membunuh larva Aedes aegypti. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatanekstrak dengan maserasi, kemudian dilakukan kombinasi pencampuran ekstrak daun kelor dan daun kersensehingga diperoleh kombinasi optimal pengujian larvasida menggunakan larva Aedes aegypti . Campuranekstrak daun kelor dan daun kersen berturut – turut adalah (0 : 100)%, (25 : 75)%, (50 : 50)%, (75 : 25)% dan(100 : 0)%. Persen kematian larva sesuai dengan perbandingan konsentrasi berturut – turut adalah 84%, 80%,84%, 96% dan 88%. Kombinasi ekstrak daun kelor dan daun kersen memiliki kemampuan membunuh larvatertinggi pada perbandingan konsentrasi 75% : 25% dengan tingkat kematian larva sebesar 96%.