Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

STUDY ON THE FAST MISSILE CRAFT OF 60 M ON THE SEASTATE CONDITION OF THE WEST AND EASTERN INDONESIAN WATER soegeng hardjono
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i3.1776

Abstract

Recently, Indonesian Navy is developing warship fleet by constructing Fast Missile Craft (KCR) 60M. The performance of KCR 60M  depends on the wave height of Indonesian waters. It needs to perform research on the maximum wave height for the ship length of KCR 60M and the minimum ship length of KCR 60M to cope with the highest extrem waves by statistical methods and empirical formula. The analysis result shows that KCR 60M can operate at a maximum wave height of 4,73m. Since the wave height of Indonesian water is less than 4,73m, then KCR 60M can operate throughout the year, except in Desember and January in the North areas of Indonesia near the South China Sea border due to the moonsun Asia. However, the existency of the extrem wave height >4,3m cause KCR 60M unable to operate whether in the North or South Equators as well as Inter-island waters. KCR 60M also unable to operate in the whole Naval Main Base (Lantamal) from Lantamal II (Padang) up to Lantamal XIV (Sorong). Based on the average extreme wave height of 5,1m, it can be determined that KCR 60M capable of operating has a minimum ship length of about 70m.
Analisa Penentuan Dimensi Utama Kapal Perintis Semi Kontainer 100 Teus Untuk Transportasi Tol Laut Indonesia Soegeng Hardjono
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 2 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v28i2.694

Abstract

Pemerintah telah mencanangkan untuk membangun 15 (lima belas) kapal semi kontainer dengan kapasitas 100 TEUs sebagai bagian dari program pembangunan 100 kapal dalam berbagai jenis dalam periode 2015 hingga 2017. Tipe kapal ini direncanakan untuk membangun konektivitas antara pelabuhan besar terutama di pulau Jawa dengan pelabuhan-pelabuhan kecil di pulau-pulau terpencil dalam rangka pelaksanaan program tol-laut untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, Pemerintah belum memiliki desain kapal semi kontainer dengan kapasitas 100 TEUs. Untuk membantu dalam memberikan informasi, penelitian ini telah dilakukan untuk menentukan dimensi utama kapal semi container 100 TEUs dengan menggunakan analisa statistik dan rumus regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi utama kapal semi kontainer 100 TEUs dapat diuraikan sebagai berikut: panjang kapal (Lpp) sekitar 77,2 m, lebar (B) 13,98 m, kedalaman (D) 6,31 m, draft (T) 4,44 m, kecepatan servise 11,5 knots, dan kekuatan mesin utama 2.294 HP. Kata kunci : Tol laut, analisa statistik, dimensi utama kapal, kapal semi kontainer 100 TEUs.
Kajian Karakteristik Desain Kapal Penumpang Yang Sesuai Untuk Perairan Kabupaten Kepulauan Anambas Soegeng Hardjono
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v25i6.751

Abstract

Kabupaten Kepulauan Anambas terletak di Laut Cina Selatan yang merupakan laut terbuka, bergelombang,serta berkarakter kurang bersahabat dengan ketinggian rata-rata 2,5 meter sepanjang tahun dan bahkanmencapai ketinggian ekstrim hingga 4,8 meter pada musim barat antara Desember hingga Februari dimana armada transportasi tidak diizinkan beroperasi demi keelamatan, kecuali dalam cuaca baik dan angintenang. Saat ini armada lautnya hanya berupa kapal kayu bermotor atau kapal cepat berukuran relatif kecildengan kapasitas penumpang hingga maksimum 25 orang. Melalui studi ini, telah ditemukan karakteristikteknis kapal yang sesuai untuk operasional jarak pendek (antar desa dan kecamatan) maupun jarak jauhhingga 400 mil dengan aman dan nyaman. Kapal tersebut adalah kapal jenis Catamaran terbuat dari bahanaluminium dengan panjang 22 meter yang dilengkapi mesin utama 1.640 hp untuk menhasilkan kecepatanservis 27 knot. Kapasitas angkut penumpang berkisar antara 100-140 penumpang dan memiliki draft 1,17meter yang mampu berlayar di ketinggian gelombang 2,5 meter dan mampu berlabuh di pelabuhan dengankedalaman air terbatas seperti Pelabuhan Ladan.
Analisa Ukuran Utama Kapal General Cargo yang Sesuai dan Aman untuk Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia Soegeng Hardjono
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 3 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v27i3.782

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai kondisi gelombang tinggi pada musim-musim tertentu sebagai akibat dari pengaruh angin musiman yaitu angin musim monsun Asia dan monsun Australia. Kedua musim ini mampu menciptakan gelombang laut dengan tinggi antara 3.0 hingga 6.0 meter. Kondisi ini menjadikan ancaman bagi keselamatan armada pelayaran domestik, khususnya armada kapal tipe general cargo yang menduduki urutan kedua kecelakaan di laut menurut data dari KNKT. Untuk mengatasi gelombang tinggi tersebut, maka telah dilakukan penelitian untuk menentukan ukuran utama kapal yang sesuai dan aman untuk gelombang tinggi melalui metode Parametric Ratio Design Approach dari teori Naval Architec dengan suatu asumsi dasar bahwa kapal mempunyai lambung timbul minimum 3 meter seperti direkomendasikan oleh Mahkamah Pelayaran. Hasil penelitian ini mengidentifikasikan bahwa ukuran utama kapal tipegeneral cargo yang sesuai dan aman untuk kondisi gelombang laut tinggi hingga diatas 6 meter adalah kapal dengandisplacement 30.529 tons, panjang (Lbp)185 meter, dengan kecepatan operasional (Vs) 17 knots.
Analisis Kekuatan Struktur Dermaga Apung untuk Pelabuhan Perintis Abdul Kadir; Soegeng Hardjono
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 1 (2019): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v31i1.911

Abstract

Analysis of the Strength of Floating Dock Structures for Pioneer Ports: Geographically, Indonesia's position is very strategic towards trade traffic because it is located between two continents and two oceans. This condition needs to be supported by inter-island transportation facilities and infrastructure including adequate ports. Port planning needs to be adapted to Indonesia's natural conditions which are in the area of the most active tectonic plate fire ring and contribute greatly to the occurrence of earthquakes on earth. One alternative port designs that can be developed is floating docks that are designed and planned to be able to withstand internal loads from the cargo and external loads from the environment in the form of water fills, waves and ship collision forces when anchored. The structure of the floating dock has a dynamic nature where the structure of the pier will be part of the load buoyancy. Thus, the greater the weight of the structure, the smaller the capacity of the dock will be. This paper provides an example of the strength analysis of the structure of the pioneer floating dock using Finite Element Method for stress and strain analysis due to the lateral and vertical loads that occur. The results obtained from the analysis carried out identify that the stress and strain values were still below the allowable critical value which mean that they were still safe.Keywords: Floating dock, loading, strength structure. Secara geografis, posisi Indonesia sangat strategis terhadap lalu lintas perdagangan karena terletak antara dua benua dan dua samudra. Kondisi tersebut perlu didukung oleh sarana dan prasarana transportasi antar pulau termasuk pelabuhan yang memadai. Perencanaan pelabuhan perlu disesuaikan dengan kondisi alam Indonesia yang berada pada daerah rangkaian cincin api lempeng tektonik paling aktif dan berkontribusi besar terhadap terjadinya gempa bumi. Salah satu alternatif desain pelabuhan yang bisa dikembangkan adalah dermaga apung yang didesain dan direncanakan untuk menahan beban baik beban internal akibat muatan maupun beban eksternal dari lingkungan yang berupa tumpuan air, hempasan gelombang, maupun gaya tumbukan kapal saat sandar. Struktur dermaga apung memilki sifat yang dinamis dimana struktur dermaga akan menjadi bagian dari beban daya apung dermaga, sehingga semakin besar berat struktur maka akan semakin kecil kapasitas dermaga. Tulisan ini memberikan contoh analisis kekuatan struktur dermaga apung perintis yang menggunakan Finite Element Method untuk analisa tegangan dan regangan akibat beban lateral dan vertikal yang terjadi. Hasil yang diperoleh dari analisa yang dilakukan  yakni bahwa nilai tegangan dan regangan yang didapatkan masih dibawah nilai kritis yang diizinkan sehingga masih dalam kondisi aman.Kata kunci : dermaga terapung, pembebanan, kekuatan struktur.
Kajian Komparasi Ukuran Utama Kapal Penumpang Catamaran Antara Bahan FRP Dan Aluminium Soegeng Hardjono
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 1 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i1.981

Abstract

ABSTRACTIn general, design of Cata111ara11 passe11ger boats have been mostly made of FRP or aluminum materials. Tl1e sclectio11 of FRP or Aluminum material has an influence on the value of the lioats main di111msio11s, especially relating to the draft, speed, power, passenger capacity and displacement. HaPi11g m1alyzcd tile 111ain dimensions of both FRP and aluminum boats for the same passenger capaci~/ by using parametric ratio and regression analysis, It has been found that the majorihJ of boat main dimension values of FRP Catamaran is larger, among others,are 49 % for the lengtll (L), 0.34% for the breadth (B), 47% for the high (D), 62% for the speed (V), and 74% for tile engine power (HP). However, the other dimensions of FRP Catamaran namely the draft (T) and the displacement are 0.86% and 34%smaller respectively. For thesame value of length for both types of boats, the result of statistical analysis stated that most of tile major dimension of Aluminiun1 Catamaran boats appears to be larger, among others, are about 48% for tile breadth  B), 1 % for the high (D), 50% for the draft (f), 130% for th Displacement (weight of the ship), 20% for HP (engine power) and 48% for passenger capacity. Hmvever, speed (V) and engine power (HP) of FRP Catamaran boats are 33% and 20% higher respectively.Key Words:. Comparison, main dimensions, passenger Catamaran, FRP, Aluminum
Kajian Kelayakan Teknis Dan Ekonomis Pemindahan Kapal Boeing Jetfoil Nyi Ageng Serang Soegeng Hardjono
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 3 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v22i3.1077

Abstract

BPPT's Boeing Jet.foil ziessel of Nyi Ageng Sernng (BJ-NAS) /ms recently been lmjng dawn in a riverbank of Indonesian Nmry territon1 in Belmmn, Medizn and not yet been in operation anynwre due toboth engine failure and hull leakage. 11re ziessel condition itself /ms been getting worse since the repairprocess has been facing difficulties in getting engine's spare parts. To cape with this problem, it hasbeen proposed 3 (Three) transfer technique alternatives to bring this vessel back to her home base inPT. PAL Surabm1a. 11wse alternatives are firstly, the ziessel would be laid doz1m on the barge and thenpulled btj tugboat, secondly, the ziessel would be mrried btJ LCT vessel and thirdl.y, the z~ssel wouldbe tied up in the port side of tugboat along the wm1 to Surabm;a. Hm1ing analysed tlwse 3 (three)alternatives both technical and economicnl feasibilities from uiewpoint of infrastructures, facilities,human resource, time, safety, cost and admntngeous criteria, it appears that the third alternativeseems to be the best to be implemented. Howeuer, wmie condition slwuld be taken into Eeriouslyconsideration when dealing with the safety of ship. 771f expected mlm water for ship unden.11m1 toSurabm1a is in betz1~ April and June.Keywords : Boeing Jet.foil vessel, Transfer technique alternatives, Tedino Economic FeasibilihJ
Kajian Design Requirfaient Kapal Waterways Provinsi Dki Soegeng Hardjono
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 6 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v22i6.1095

Abstract

Design requirement is stmu:fard requirernent tluzt should be met and carried out before introducing akind of newly transportation mode. Sudi matter luzd e-uer been experienced recently bi; the PravinceGovernment of OKI as tnjing to introduce newly transportation rrwde so called waterways besidebus way as a part of macro transportation sd1eme (PTM). During initial. operation trials, the vesselsJuul faced many difficulties and obstacles because of her unsuitable design. In realih;, the existing rivervessels namely KM K.erapu III and KM K.ernpu IV m~re preuiously used for sen transportation. TI1e1;could not fulfill the conditim1 of existing rirer environment bemuse their design requirement Juul notbeen m1ailnble and azrried out yeL Draft of tllt'se uessels npproxinmtely 0.6 m Juul become obstacle tooperate in the existing river having depth of about 1 meter or even less. After conducting an analysison design requirement for required river transport, it is finally founded that the suitable river vesselwould have a twin-hull vessel as known as catamaran which has a displacement hull h;pe, made ofFRP, with main dimensions of 9.95m length, 3.20111 width, 1.20m depth, 25knots speed, 25 personscapacitt;, 145/rp, and slenderness ratio I.;b=9. Howerier, dredging effort should be recommended tomaintain river depth at least 1 m or e-uen more and 111ake sure that the proposed riessel may runsmoothly during her operation nnd free fro111 dependenci; from open-closed si;stem of water gate inmaintaining the water depth lend.Keywords: Watenuays, West Flood Canal, Catamaran vessel, Principal dimensions, PravinceGovernment of D KI