Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Mata Kuliah Akuntansi Dasar 1 B. Indah Nugraheni
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1991

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan tahapan-tahapan dalam mengembangkan multimedia pembelajaran untuk mata kuliah Akuntansi Dasar 1 dengan karakteristik: (1) interaktif; (2) mencakup berbagai komponen media yaitu teks, gambar, animasi, suara, dan video; dan (3) dilengkapi lembar kerja mahasiswa. Penelitian dan pengembangan {research and development) ini dilakukan lima tahap, yaitu: analisis kebutuhan, desain, produksi, evaluasi, dan revisi. Pada tahap produksi awal dievaluasi oleh ahli materi, ahli media, dan dosen mata kuliah Akuntansi Dasar 1. Ujicoba ada tiga tahap, yaitu oleh individu, kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Subjek uji coba produk adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi. Data berupa hasil penilaian mengenai kualitas produk, saran untuk perbaikan produk, skor tes, serta data kualitadf lainnya dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, tes, dan observasL Data kuantitatif dianalisis dengan statisdk deskripdf dan inferensiaL Saran-saran yang diperoleh digunakan sebagai dasar untuk merevisi produk. Mahasiswa berpendapat bahwa multimedia yang dikembang-kan berkualitas baik. Aspek pembelajaran memiliki rerata skor 4,17 (baik), aspek isi 4,16 (baik) dan aspek media 4,04 (baik). Rerata skor secara keseluruhan sebesar 4,12 yang termasuk dalam kriteria baik. Dari tes yang dilaksanakan diperoleh rerata skotpre-test sebesar 58,98 dan rerata skor post-test sebesar 79,65, jadi ada kenaikan rerata skor sebesar 20,67 atau sebesar 35%. Hasil uji / menunjukkan bahwa kenaikan rerata skor signifikan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa produk multimedia yang dikembangkan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran Akuntansi Dasar 1.Kata kunci: pengembangan multimedia interaktif, pembelajaran, akuntansi dasar
MASALAH RENDAHNYA ICT LITERACY DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI B. Indah Nugraheni
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 5, No 1 (2006): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpai.v5i1.861

Abstract

MASALAH RENDAHNYA ICT LITERACY DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI ERA TEKNOLOGI INFORMASIIn this current information and technology era, Information and Communication Technology (ICT) has unavoidably become an integral part of human life, including that in education especially in learning activities. Based on many studies, ICT, especially computer technology, can make learning processes more effective and efficient. This also happens in accounting learning processes. Indeed, the use of computer technology (multimedia) in accounting learning activity is needed because it will solve difficulties faced by students in their attempt to understand the concept of accounting. Consequently both teachers and students need to have ICT literacy. Unfortunately, lack of ICT literacy that education practitioners are coping with has still become a problem in the implementation of information technology in accounting learning. Because of the urgent need of ICT literacy for instruction and lack of ICT literacy, there is an immediate need to have some efforts to overcome that problem. Those efforts are: (1) developing curriculum that includes ICT literacy for primary and secondary schools, as well as for schools of  teacher education (previously a university’s faculty of teachers training and education); (2) preparing the human resources, i.e., teachers, through training; (3) providing schools with computer facilities (including hardware and software) and the access to the internet, (4) designing and developing digital libraries; (4) developing ICT centers and maximizing their functions to generate ICT programs (software); (5) developing network; and (6) increasing both teacher’s and learners’ consciousness  of the ICT and its urgency as the learning media and resources. Kata kunci : ICT and ICT literacy, ICT in curriculum design, human resources development, accounting learning