Floribertus Hasto Rosariyanto
Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aku Datang Bukanlah Membawa Damai, Melainkan Pertentangan (Luk 12:51). Sebuah Usaha Melihat Sejarah Gereja Dari Sudut Perutusan Yesus Rosariyanto, Floribertus Hasto
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.732 KB)

Abstract

Sejarah kehadiran Gereja Katolik di wilayah Republik Indonesiamemperlihatkan: Gereja mulai hidup di kawasan Nusantara, bukan karena kebetutan, juga bukan bagaikan hasil samping kolonisasi: jemaat-jemaat kristiani mulai tumbuh, karena orang kristiani bermaksud dan berusaha untuk memberikan kesaksian akan Injil. Maka, pertumbuhan Gereja Katolik di Indonesia ini harus dinilai dari sudut perutusan Yesus: sejauh mana kesaksian hidup gereja membuat injil Yesus berarti dalam lingkungan hidup Manusia?Selama seratus lima puluh tahun Gereja Katolik hadir di kawasan Indonesia, usaha pendidikan mewujudkan keprihatinan injili itu; apakah situasi baru menuntut perwujudan yang diperbaharui? Bagaimana, kalau kini umat Katolik makin tampil dalam sosok para awam, kalau gereja makin menemukan diri sebagai kelompok kesil di antara banyak agama lain yang besar, di tengah-tengah masyarakat mobil, denganbanyak pengungsi dan dengan kemiskinan yang makin menonjol? manakah kesaksian yang membuat kabar gembira plausibel bagi manusia dewasa ini? Kesaksian yang diperbaharui menuntut keberanian untuk bertentangan.
Aku Datang Bukanlah Membawa Damai, Melainkan Pertentangan (Luk 12:51). Sebuah Usaha Melihat Sejarah Gereja Dari Sudut Perutusan Yesus Floribertus Hasto Rosariyanto
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah kehadiran Gereja Katolik di wilayah Republik Indonesiamemperlihatkan: Gereja mulai hidup di kawasan Nusantara, bukan karena kebetutan, juga bukan bagaikan hasil samping kolonisasi: jemaat-jemaat kristiani mulai tumbuh, karena orang kristiani bermaksud dan berusaha untuk memberikan kesaksian akan Injil. Maka, pertumbuhan Gereja Katolik di Indonesia ini harus dinilai dari sudut perutusan Yesus: sejauh mana kesaksian hidup gereja membuat injil Yesus berarti dalam lingkungan hidup Manusia?Selama seratus lima puluh tahun Gereja Katolik hadir di kawasan Indonesia, usaha pendidikan mewujudkan keprihatinan injili itu; apakah situasi baru menuntut perwujudan yang diperbaharui? Bagaimana, kalau kini umat Katolik makin tampil dalam sosok para awam, kalau gereja makin menemukan diri sebagai kelompok kesil di antara banyak agama lain yang besar, di tengah-tengah masyarakat mobil, denganbanyak pengungsi dan dengan kemiskinan yang makin menonjol? manakah kesaksian yang membuat kabar gembira plausibel bagi manusia dewasa ini? Kesaksian yang diperbaharui menuntut keberanian untuk bertentangan.
MISI DI ZAMAN KITA MENURUT SURAT-SURAT BENEDIKTUS XVI PADA HARI MISI SEDUNIA 2006-2011 Floribertus Hasto Rosariyanto
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : P3TK, Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v1i2.428

Abstract

At the time of the Council, almost everyone recognized that the churchs MISIonary activity was facing an identity crisis. New attitudes were raising new questions. Fifty years afterwards the Church cannot pretend of having been able to overcome them. The letters of Pope Benedict XVI showed that new questions seem never end. Demographical shift of Christianity, the spread of violence, individualism, secular culture are only some indications of the new realities which the Catholic Church has to address. In those uneasy situations, the Pope reminds the faithful not to lose hope. He encourage them to build a new culture, that is, solidarit ; and invite all people around the globe to create a peaceful atmosphere and to make the world as a home for everyone.