Grets Janialdi Apner
Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kehadiran Gereja dalam Kemajemukan Indonesia dalam Terang Yes 49:6 dan Mat 28:19 Grets Janialdi Apner
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : P3TK, Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v7i2.1639

Abstract

This article proposes a reconstruction contextual theology of mission for Indonesian-Christian with comparative-hermeneutical method on Isaiah 49:6 and Mathew 28:19. It is true that theology of mission in Christianity has been growth in theory. However, its not the reality of Christian practical life, especially in Indonesia, who keep doing Christianization as their mission. They are still believe that the indicator to done a mission are make other people to be a Christian. The Great Commission in Matthew 28:19 is used as the biblical foundation to do the Christianization. It is a way of doing theology that should be reconstructed to produce a practical mission which suitable in context of Indonesia. This writing will give a reconstruction on Matthew 28:19 that will be compared to Isaiah 49:6. The aim of this comparison is to build a wider landscape and more open perspective for Indonesian-Christian to presence in Indonesia civil society. It is a way of doing mission as a Christian and an Indonesian at the same time who cares about the plurality of Indonesias context.
Pendidikan Jemaat Misional Menurut Matius 28:16-20: Rekonstruksi Teologi Misi Sebagai Bagian Pedagogis dalam Kehidupan Berjemaat Grets Janialdi Apner
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.653

Abstract

Era pandemi Covid-19 di tahun 2020 telah menuntut masyarakat global untuk melakukan adaptasi secara cepat dan menyeluruh di segala aspek kehidupan, termasuk beragama. Gereja, secara khusus di Indonesia, juga perlu memikirkan ulang model kehidupan bergereja dan kelangsungan eksistensinya sejak pandemi. Diperlukan konsep dan metode yang mampu menolong gereja untuk tetap hidup dan berdampak, secara khusus mewujudkan karakter misionalnya sebagai rekan kerja Allah dalam missio Dei. Tulisan ini pun menawarkan sebuah rekonstruksi teologi misi-pedagogis untuk membangun jemaat misional. Rekonstruksi teologi misi-pedagogis merupakan sebuah pendekatan misional melalui praktik pendidikan Kristiani di gereja yang dapat dikembangkan untuk menciptakan kehidupan berjemaat yang menghasilkan jemaat misional. Jemaat misional pun menjadi sebuah model bermisi yang dapat gereja kembangkan yang relevan dengan situasi dan kondisi akibat pandemi Covid-19.
KEHADIRAN KRISTIANI DALAM POLITIK: REKONSTRUKSI TEOLOGI MISI TENTANG PERAN KEKRISTENAN DALAM RUANG PUBLIK POLITIS DI INDONESIA Grets Janialdi Apner Siregar
Diegesis : Jurnal Teologi Vol 6 No 2 (2021): DIEGESIS: JURNAL TEOLOGI
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46933/DGS.vol6i21-24

Abstract

This article offers a theological reconstruction of church presence in political public sphere as an evangelism. I use sociological-historical criticism that makes up for a missiological perspective on public sphere as a basis for critique of the model of religious presence in the political public sphere in Indonesia. The followed by the evangelism theory as a peaceful and undominant Christian presence in public sphere. It is to prove that the church, through the people, can and will need to take an active role I political public sphere as and evangelism in politics.
Gereja Eko-Misional: Sebuah Tawaran Teologi Misi Ekologi Berdasarkan Eko-Hermeneutik Terhadap Kejadian 1:27-28 dan 2:15 Grets Janialdi Apner
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 7, No 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v7i1.659

Abstract

Abstract. This paper aimed to offer a study of ecological mission to construct a theological foundation of mission that bases on ecology perspective. This is considered relevant to the condition of environmental/natural damage which is increasingly affecting all living beings. This study is conducted with an eco-hermeneutic approach to the text of Genesis 1:27-28 and 2:15. From this study, it could be stated that the realization of the ecological mission is part of the fulfillment of the church's missionary character as God's partner in missio Dei. Thus, the church must be actively involved in dealing with ecological problems as part of God's mission to bring peace and salvation to the world.Abstrak. Melalui tulisan ini penulis menawarkan sebuah kajian misi ekologi dengan tujuan menghasilkan sebuah landasan teologi misi yang berporos pada lingkup ekologi. Hal ini dianggap relevan dengan kondisi kerusakan lingkungan/alam yang semakin terasa dampaknya bagi seluruh makhluk hidup. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan eko-hermeneutik terhadap teks Kejadian 1:27-28 dan 2:15. Dari kajian tersebut dapat dinyatakan bahwa pewujudan misi ekologi merupakan bagian dari pemenuhan karakter misional gereja sebagai rekan kerja Allah dalam missio Dei. Dengan demikian, gereja harus terlibat aktif dalam penanganan persoalan-persoalan ekologi sebagai bagian dari karya misi Allah yang membawa damai dan keselamatan bagi dunia.
REKONSTRUKSI TEOLOGI SOSIAL BERDASARKAN TORAH TERKAIT KEHADIRAN KRISTIANI DALAM ISU PELANGGARAN HAM Grets Janialdi Apner
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 11, No 01 (2022)
Publisher : P3TK, Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v11i01.4434

Abstract

AbstractThis article offers a reconstruction of social theology in Christianity as a theological response to human rights violations in Indonesia. Human rights are universal and fundamental in humanity issues that can be a locus for Christians to do theology. For this reason, any forms of human rights violation are not just a violation of law and social orders but also theological issues that require an earnest response from religious people, including Christians. Therefore, the reconstruction of social theology in this writing will be using the biblical study method of the Torah and its role in the ancient Israelites’ context and a critical analysis of the concept of Christian presence. In these two interrelated methods, the author wants to define the Christianity values, which indicate theological positions towards human rights violations in Indonesia, and point out the Christians’ characteristics that present faith works and the integrity of life. This writing then consists of three parts. The first part explains the concept of human rights and a portrait of human rights violations in Indonesia. Second is the Torah’s proper hermeneutics and role in the ancient Israelites. Third, at last, a critical analysis of the concept of Christian presence as the embodiment of faith concerning human rights violations. The Christian presence in the human rights issues, especially in human rights violations, is not only a social responsibility as Christians before God but also a tangible manifestation of faith in the context of Indonesia. Therefore, the author argues that it is essential for Christians to develop their sensitivity and actively respond to human rights violations.AbstraksiArtikel ini menawarkan rekonstruksi teologi sosial dalam agama Kristen berdasarkan peran Taurat sebagai respon teologis terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Pelanggaran hak asasi manusia adalah masalah mendasar kemanusiaan yang melanggar hukum dan pelecehan sosial. Isu ini bersifat teologis karena kehadiran umat Kristiani dibutuhkan sebagai respon. Rekonstruksi teologi sosial dalam tulisan ini akan menggunakan metode studi biblika tentang peran Taurat dalam konteks Israel kuno dan analisis kritis terhadap konsep kehadiran Kristen. Berdasarkan dua metode yang saling terkait tersebut, penulis ingin mendefinisikan nilai-nilai agama Kristen, yang menunjukkan posisi teologis terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Tulisan ini terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama menjelaskan konsep hak asasi manusia dan menggambarkan pelanggarannya di Indonesia. Kedua, interpretasi Taurat dan perannya dalam budaya Israel kuno. Ketiga, analisis kritis terhadap konsep kehadiran umat Kristiani sebagai pengejawantahan iman terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Oleh karena itu, penulis berpendapat bahwa menanggapi pelanggaran hak asasi manusia sangat penting bagi orang Kristen untuk mengembangkan kepekaan dan tanggung jawab mereka terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Kehadiran umat Kristiani dalam pelanggaran HAM merupakan bentuk tanggung jawab sosial sebagai umat Kristiani di hadapan Tuhan dan manifestasi iman dalam konteks Indonesia.
Berdampak Dengan Moralitas: Sebuah Tawaran Peran Misional Dalam Politik Praktis di Indonesia Grets Janialdi Apner
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 1 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i1.709

Abstract

Kondisi perpolitikan di Indonesia beberapa tahun terakhir telah menampilkan dinamika kemajemukan yang ada dalam ruang publik. Salah satu faktor dinamika tersebut adalah penggunaan agama melalui politik praktis untuk mendapatkan kekuasaan politis yang berdampak pada proses komunikasi dan relasi masyarakat Indonesia yang heterogen. Oleh sebab itu, Artikel ini menawarkan sebuah rekonstruksi peran teologis-politik dari gereja di dalam politik praktis dengan menggunakan kritik Agustinus dalam civitas Dei dan konsep kehadiran Kristiani dalam ruang publik. Kekristenan di Indonesia memang tidak secara aktif terlibat dalam politik praktis, namun penulis berargumen bahwa peran kehadiran gereja dalam ruang publik politik melalui pembangunan moralitas yang bertanggung-jawab terhadap kemajemukan merupakan kehadiran Kristiani yang relevan dan efektif dalam politik praktis di Indonesia. Penulis akan melakukan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi politik dalam perspektif teologis dengan menelusuri pemikiran Agustinus dan teologi kehadiran Kristiani untuk mendapatkan usulan pembangunan spiritualitas serta moralitas yang membangun negara. Berdasarkan seluruh pembahasan tersebut, penulis membutikan bahwa Kekristenan dapat berkontribusi besar terhadap negara melalui pembangunan moralitas berbangsa yang menjaga pluralitas masyarakat Indonesia.