Muhamad Bahrul Ulum
Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Fungsi Actuating dalam Meningkatkan Jumlah Jama’ah Majelis Subuhan al Busyro Bangil Pasuruan Ahmad Avisena; Muhamad Bahrul Ulum
Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Darullughah Waddawah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/wasilatuna.v3i2.362

Abstract

Sebagai salah satu lembaga non-formal di masyarakat, Majelis Shubuhan Al-Busyro Bangil Pasuruan menjadi sarana yang potensial dalam menyampaikan dakwah dan membina masyarakat. Peningkatan jama’ah majelis tersebut meningkat dengan drastis dan pesat dalam wilayah perkotaan di mana para jama’ah mempunyai kesibukan yang padan dan tidak mempunyai banyak waktu untuk mempelajari ilmu agama. Tujuan penelitian ini yakni mengkaji tiga hal. 1) bagaimana impelentasi fungsi actuating dalam meningkatkan jumlah jama’ah di Majelis Subuhan Al-Busyro 2) bagaimana hasil dari impelentasi fungsi actuating dalam meningkatkan jumlah jama’ah di Majelis Subuhan Al-Busyro 3) faktor pendukung dan penghambat impelentasi fungsi actuating dalam meningkatkan jumlah jama’ah di Majelis Subuhan Al-Busyro. Peneliti memilih field research sebagai pendekatan dalam penelitian ini. Field reasearch digunakan sebagai metode untuk mengumpulkan data kualitatif. Sedangkan penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Implementasi fungsi actuating menggunakan empat proses yaitu pemberian motivasi, bimbingan, menjalin hubungan yang harmonis antara pengurus dengan jama’ah serta komunikasi yang baik; (2) hasil dari implementasi fungsi actuating yaitu: bertambahnya jumlah jama’ah yang mengikuti majelis taklim dan juga Bertambahnya progam kerja yang ada; (3) faktor pendukung antara lain: adanya dukungan masyarakat, sumber daya manusia yang kompeten dan sarana prasarana yang cukup. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu: kurangnya kedisiplinan jama’ah dan kesibukan para jama’ah.