This Author published in this journals
All Journal Sintesis
P. Ari Subagyo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CARA DAN TUJUAN PENCIPTAAN CANGKRIMAN WANCAHAN P. Ari Subagyo
Sintesis Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v8i2.1021

Abstract

This article discusses about cangkriman wancahan that is one of four kinds of cangkriman or Javanese traditional riddles. Javanese people created cangkriman wancahan in general by acronymization (acronym-making). The general way can be separated on two special ways, that are (1) acronimyzation in combining with shifting of presupposition and (2) acronymization in combining with foreign language spelling. The creating of the cangkriman wancahan is ended to (1) representing experiences, (2) laughing at situation, and (3) imitating foreign language spelling.Key words: cangkriman wancahan, Javanese, way, end, creating
METAFORA DALAM WACANA TAJUK TENTANG TERORISME DI HARIAN KOMPAS DAN KORAN TEMPO P. Ari Subagyo
Sintesis Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v8i1.1017

Abstract

Artikel ini membahas jenis-jenis metafora dalam wacana tajuk tentang terorisme (WTT) di harian Kompas dan Koran Tempo serta hal-hal yang dikiaskan oleh dua surat kabar harian tersebut. Terungkap bahwa jenis-jenis metafora dalam WTT Kompas dan Koran Tempo meliputi metafora nominal, verbal atau predikatif, dan metafora kalimat. Metafora nominal digunakan untuk mengiaskan (a) Indonesia sebagai korban aksi teror, (b) dekatnya jarak teror bom dengan masyarakat Indonesia, (c) penanganan terorisme berkenaan dengan bom Bali I, (d) tempat terjadinya aksi teror, yakni Bali dan Jakarta, dan (e) kasus peledakan bom serta kinerja Presiden Megawati dan kabinetnya dalam menangani teror bom. Metafora verbal digunakan untuk mengiaskan (a) dampak teror dan (b) cara menangani teror. Adapun metafora kalimat dimanfaatkan untuk mengiaskan langkah memerangi terorisme dan potensi keberlanjutan terorisme.Kata kunci : Metafora, Wacana tajuk, Terorisme, Kompas, Koran Tempo