This Author published in this journals
All Journal Sintesis
Wilhelmus Dawa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONTESTASI IDEOLOGI DALAM CERPEN BOIKOT KARYA PUTU WIJAYA: SEBUAH KAJIAN MENGGUNAKAN TEORI HEGEMONI GRAMSCI Carlos Venansius Homba; Wilhelmus Dawa
Sintesis Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i2.916

Abstract

Wacana ideologi merupakan salah satu perhatian yang terdapat dalam kajian hegemoni Gramsci. Subjek yang dipakai dalam analisis ini adalah cerpen Boikot karya Putu Wijaya. Setelah dianalisis, terdapat beberapa ideologi yang saling berkontestasi, yaitu ideologi kapitalisme magis melawan humanisme-realisme. Selain dua kubu ideologi yang saling beroposisi, terdapat pula ideologi yang digunakan untuk menegosiasi perlawanan dua kubu ideologi di atas, yaitu demokrasi dan anarkisme. Pada akhirnya, ideologi dominan kapitalisme kalah oleh ideologi humanisme yang notabene membawa nilai budaya asli Indonesia.
POLA PEMBENTUKAN KEPENDEKAN DALAM LINGKUNGAN MILITER DAN KEPOLISIAN DI INDONESIA Wilhelmus Dawa
Sintesis Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i1.167

Abstract

Artikel ini membahas kependekan dalam lingkungan militer dan kepolisian di Indonesia. Tujuannyaadalah mendeskripsikan pola pembentukan kependekan dalam lingkungan militer dan kepolisiandi Indonesia.Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Satu pola pembentukan singkatanyaitu,pengekalanbunyipertamasetiap kata.Pola pembentukan akronim ditemukan 11 polaakronimyakni, (i)pengekalan bunyi pertama setiap kata, (ii)pengekalan dua bunyi pertama kata Idan suku pertama kata II, (iii)pengekalan dua bunyi pertama kata I dan tiga bunyi pertama kata II,(iv)pengekalantigabunyipertamasetiap kata, (v)pengekalan suku pertama kata I, kata II, dan bunyipertama kata III, (vi)pengekalan suku pertama kata I, kata II, dan tiga bunyi pertama kata III, (vii)pengekalan suku pertama kata I, dua suku pertama kata II, dan tiga bunyi pertama kata IV,(viii)pengekalan suku pertama kata I dan suku terakhir kata II, kata III, (ix)pengekalan suku terakhirsetiap kata(x), pengekalan bunyi pertama + bunyi terakhir kata I, tiga bunyi pertama bentuk dasarkata II, dan suku pertama kata ke III, (xi)pengekalan bunyi pertama + bunyi terakhir kata I danbunyi pertama kata II, kata III, kata IV. Pola pembentukan kombinasi akronim dan singkatanditemukan tiga pola yakni, (i)pengekalan suku pertama + bunyi terakhir kata I, suku kedua bentukdasar kata II dan bunyi awal kata Kata III, kata IV, (ii)pengekalansukupertama + bunyiterakhirkata I, suku kedua bentukdasar kata II dan bunyiawal kata III, kata IV, (iii)pengekalan suku pertamakata I, bunyi pertama kata II, suku pertama kata III, dan bunyi pertama kata, V, kata VI.Polapembentukan kombinasi akronim dan akronim ditemukan dua pengekalan, yaitu (i)pengekalanbunyi pertama + bunyi terakhir kata I, tiga bunyi awal kata II, kata IV dan empat bunyi pertamakata V, (ii)pengekalan tiga bunyi awal dari setiap kata.Pembentukan penggalan ditemukan tigapola, yakni (i) pengekalan suku pertama setiap kata, (ii) pengekalan tiga bunyi pertama setiapkata, (iii) pengekalan empat bunyi pertama setiap kata