Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINJAUAN YURIDIS TINDAK PIDANA KORUPSI SEBAGAI EXTRA ORDINARY CRIME ROY GANDA MARBUN; IDA LAMSIHAR SITOMPUL; MIDARMI HALAWA; INDAH PRIHATIANI MALAU PASA; GANESHA PUTRA PURBA
JURNAL ILMIAH SIMANTEK Vol 4 No 3 (2020): JURNAL ILMIAH SIMANTEK
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Extra Ordinary Crimes criminal offence qualification needs to be arranged into special criminal law because it isspecifically regulated in some laws in Indonesia, because in the practice of the national legal mechanism is not able toprovide a fair settlement against the extraordinary crimes therefore legislation outside the book of Criminal Law whichgoverns the crimes that enter into qualification as an extraordinary crime. The evils of today are no longer always using theold ways that have occurred over the years as the journey of the Earth ages. Of the many types of crimes that occur inpeople's lives, there is a type of crime that affects the safety and peace of the world, i.e. extra ordinary crime or better knownas extraordinary crime term. When viewed from its history, extraordinary crimes only include 4 types of crimes namely warcrimes, crime of aggression, crime of genocide and crimes against humanity. However, the development of evil now showsthat there are some recent crimes assumed to be equal to the four types of crimes. Terrorism crimes are often interpreted asextraordinary crimes because of the effects of evil it is almost the same as the four types of crimes.
TANGGUNGJAWAB DOKTER TERHADAP PASIEN DITINJAU DARI ASPEK HUKUM PERDATA Ganesha Putra Purba
JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana Vol 3 No 2 (2021): EDISI BULAN JULI 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalrectum.v3i2.1935

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia disamping pangan, sandang dan papan, sebab hanya dalam keadaan sehat manusia dapat hidup, tumbuh berkembang serta berkarya dengan lebih baik. Jika kesehatan terganggu, maka akan memengaruhi produktifitas dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Menjaga kesehatan sangatlah penting dalam kehidupan karena hal tersebut merupakan langkah yang baik untuk menjalani seluruh aktivitas dalam mencapai tujuan hidup. Pokok permasalahan dalam penelitian ini yaitu , Bagaimanakah hubungan hukum antara dokter dan pasien dalam pelayanan medis di rumah sakit?, Bagaimanakah hubungan hukum antara dokter dan rumah sakit dalam pelayanan medis?, Bagaimanakah tanggung jawab dokter dalam pelayanan medis di rumah sakit?. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Metode penelitian yuridis normatif. Sumber Data yang digunakan merupakan data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari penelitian kepustakaan dan dokumen data sekunder mencakup Bahan Hukum Primer dan Bahan Hukum Tersier. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah studi pustaka dan studi dokumen. Hubungan hukum antara dokter dengan pasien ini berawal dari pola hubungan vertikal paternalistik seperti antara bapak dengan anak yang bertolak dari prinsip “father knows best” yang melahirkan hubungan yang bersifat paternalistik.