Djunaidi Djunaidi
Jurusan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Fakultas Perikanan Universita Muara Bungo

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STUDI PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN DAM BETUK KABUPATEN MERANGIN Setiyati Rahayu; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.210

Abstract

Partisipasi sebagai suatu konsep dalam pengembangan masyarakat, digunakan secara umum dan luas. Partisipasi Masyarakat adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses pengidentifikasi masalah dan potensi yang ada di masyarakat,pemilihan dan pengambilan keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah,serta keterlibatan masyarakat dalam mengevaluasi perubahan. Permasalahan utama dalam rangka pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Perairan Dam Betuk dalam pengembanganya mengalami hambatan baik internal maupun eksternal. Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah : Untuk Mengetahui Tingkat Partisipasi Masyarakat Terhadap Keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Dam Betuk di Kabupaten Merangin .Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan wawancara. Kemudian menggunakan Analisis SWOT berkaitan dengan Tingkat Partisipasi Masyarakat Terhadap Keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Dam Betuk Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin. Dengan menilai setiap faktor internal dan eksternal. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa tingkat partisipasi masyarakat di Tiga Desa/Stasiun yang berada di kawasan Perairan Dam Betuk terhadap keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Perairan Dam Betuk yang melibatkan 98 Responden pada kategori Tinggi. dengan nilai 5469 (55,8%)Berdasarkan uraian Analsis SWOT dapat dijelaskan bahwa terdapat 4 (Empat) alternatif strategi yang merupakan hasil Analisis SWOT, pendekatan terhadap masyarakat Pengelola,masyarakat umum dan pemangku kepentingan menjadi alternatif strategi utama untuk meningkatkan pengelolaan Organisasi Pembudidaya ikan di Keramba Jaring Apung KJA, agar maju dan berkembang, serta mandiri dan berkesinambungan.Kata Kunci : Pengelolaan Keramba Jaring Apung di Kabupaten Merangin
PERSEPSI PELAKU UTAMA PERIKANAN TERHADAP PENYULUH PERIKANAN DI KECAMATAN RIMBO TENGAH KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Harnani Harnani; Djunaidi Djunaidi; Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i2.183

Abstract

ABSTRAK  Terbatasnya jumlah penyuluh perikanan Di Kabupaten Bungo dibandingkan dengan luasnya potensi perikanan yang ada menjadikan kinerja penyuluh perikanan kurang dapat dirasakan oleh pelaku utama. Sinergitas penyuluhan perikanan yang melibatkan penyuluh perikanan sebagai identitas penyampai pesan belum dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan pelaku utama perikanan.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi pelaku utama perikanan terhadap penyuluh perikanan di Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan kuisioner. Sampel dalam penelitian ini 60 orang anggota dan pengurus Pokdakan (Kelompok Budidaya Ikan) di Kecamatan Rimbo Tengah. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dan kuantitatif, untuk mengintpresikan data-data yang diperoleh dari hasil kuisioner kemudian di  analisis menggunakan Skala likert.Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi pelaku utama perikanan terhadap penyuluh perikanan di Kecamatan Rimbo Tengah adalah berkategori tinggi dengan rata-rata tertimbang masing-masing untuk kategori perencanaan sebesar 3,21 terdiri dari perencanaan (penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), menyusun programa penyuluhan perikanan desa dan kecamatan, membuat Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Perikanan (RKTPP)), dan kategori pelaksanaan sebesar 3,04 yang meliputi pelaksanaan (penerapan metoda penyuluhan perikanan di wilayah binaan dalam bentuk demonstran/SL, Temu lapang. Wicara, teknis, karya dan temu usaha, Kunjungan/tatap dan Kursus, melakukan peningkatan kapasitas pelaku usaha perikanan terhadap akses informasi, menumbuhkan kembangkan kelembagaan ekonomi pelaku usaha perikanan dari aspek jumlah, dan kualitas, meningkatkan produksi komoditi unggulan di WKPP dan melakukan evaluasi pelaksanaan penyuluhan perikanan). Kata Kunci : Persepsi, Pelaku Utama dan Penyuluh Perikanan
PENGELOLAAN LUBUK LARANGAN SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL DI SUNGAI BATANG JUJUHAN KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Sairun Sairun; Syafrialdi Syafrialdi; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 3, No 1: April 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v3i1.276

Abstract

Latar Belakang Perairan Sungai Batang Jujuhan merupakan salah satu  sungai utama  di Kabupaten Bungo dan merupakan bentuk perairan yang terbuka dan bermuara di sungai Batang Hari. Hasil observasi dilapangan bahwa bagi masyarakat petani nelayan sungai dimanfaatkan  untuk usaha penangkapan ikan, budidaya ikan dan sebagian masyarakat digunakan untuk mandi.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk pengelolaan lubuk larangan  sebagai bentuk kearifan lokal di Sungai Batang Jujuhan Kabupaten Bungo.Metode Deskriptif kualitatif, yaitu untuk memberikan gambaran dan penjelasan secara faktual dan akurat mengenai fakta – fakta dan gejala yang ada di lokasi penelitian, Eksperimen , yaitu melakukan survei, pengambilan data dan pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan data kuisioner atau wawancara langsung dengan responden. Sedangkan data sekunder meliputi inventarisasi kondisi sosial, ekonomi, lingkungan dan budaya masyarakat di kawasan lubuk larangan Hasil penelitian menyatakan bahwa bentuk – bentuk kearifan lokal masyarakat Dusun  Rantau Panjang, Dusun Pulau Batu dan Dusun Aur Gading dalam upaya mengelola lubuk larangan Hugo, Pulau  Batu dan lubuk larangan Beringin Jaya terdiri dari : 1) Merencanakan pembentukan lubuk larangan melalui musyawarah dalam upaya menyelamatkan lingkungan perairan sungai, 2) Terbentuknya aturan – aturan dan sanksi bagi lubuk larangan Hugo dan aturan – aturan saja tidak ada sanksi bagi lubuk larangan Pulau Batu dan Beringin Jaya,3)  Masyarakat Dusun Rantau Panjang, Dusun Pulau Batu dan Dusun Aur Gading  mempunyai kepercayaan bahwa yang mengambil ikan dilubuk larangan akan  meninggal, 4) Dapat mengubah prilaku masyarakat kearah yang lebih posistif dari aspek  ekologi dan sosial , seperti : Mengunakan alat panen yang ramah lingkungan seperti lukah, jala, jaring dll,  Melarang menangkap ikan di sepanjang lubuk larangan, Memelihara dan memanfaatkan lubuk sebagai tempat berkembangbiaknya   ikan – ikan. Kata Kunci :  Kearifan Lokal, Deskriptif kualitatif, Lubuk Larangan
SISTEM PENGELOLAAN LUBUK LARANGAN SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL DI SUNGAI BATANG TEBO KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Merry Handayani; Djunaidi Djunaidi; Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.206

Abstract

Lubuk Larangan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang merupakan salah satu warisan budaya yang ada di masyarakat (tradisional) dan secara turun-menurun dilaksanakan oleh Masyarakat yang bersangkutan. Kearifan lokal tersebut umumnya berisi ajaran untuk memelihara dan memanfaatkan sumberdaya alam (hutan, tanah, dan air) secara berkelanjutan.          penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan lubuk larangan sebagai bentuk kearifan lokal di Perairan Sungai Batang Tebo, Kabupaten Bungo Provinsi Jambi.          Metode penelitian yang di gunakan adalah porposive sampling yaitu penentuan stasiun penelitian sesuai dengan tujuan penelitian, survey dan wawancara langsung kepada Masyarakat yang terlibat di dalam proses Sistem Pengelolaan Lubuk Larangan sebagai bentuk kearifan lokal di Perairan Sungai Batang Tebo Kabupaten Bungo.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan,  bahwa sistem pengelolaan lubuk larangan di :       Dusun Tanah Tumbuh Kecamatan Tanah Tumbuh sudah menggunakan  sistem pengelolaan yang sesuai dengan kearifan lokal baik dari sistem perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.        Sistem pengelolaan  lubuk larangan Dusun Tuo Lubuk Mengkuang dan Dusun Muara Tebo Pandak  Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang belum terkelola secara baik hal ini dibuktikan tidak adanya sistem pengawasan terhadap lubuk larangan. Kata Kunci : Sistem Penegelolaan, Lubuk Larangan, kearifan lokal dan konservasi. 
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN LUBUK LARANGAN DI PERAIRAN BATANG ULEH KABUPATEN BUNGO Sudarmawan Sudarmawan; Djunaidi Djunaidi; Syafrialdi Syafrialdi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.155

Abstract

Indonesia adalah Negara kaya akan budaya satu diantaranya kearifan lokal,kearifan lokal juga tidak lepas dari berbagai tantangan seperti bertambah jumlahpenduduk, teknologi moderen dan budaya luar, modal besar serta kemiskinan dankesenjangan. Permasalahan utama dalam rangka pengelolaan kearifan lokal LubukLarangan. Belum diketahuinya tingka partisipasi masyarakat, terhadap keberadaankearifan lokal Lubuk Larangan di Perairan Batang Uleh, Kecamatan Tanah Tumbuh.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pertisipasimasyarakat terhadap keberadaan kearifan lokal Lubuk Larangan di Perairan BatangUleh.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung kelapangan untuk memperoleh data Primer maupun Sekunder, menggunakankuisioner dan wawancara, kemudian di analisis menggunakan metode SWOT tentangtingkat partisipasi masyarakat terhadap keberadaan kearifan lokal Lubuk Larangan.Hasil Penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi masyarakat umumterhadap keberadaan kearifan lokal Lubuk Larangan di 4 Dusun/Stasiun di PerairanBatang Uleh untuk masyarakat umum pada kategori Sedang, dan pemangkukepentingan juga pada kategori Sedang.Analsis SWOT faktor Internal dan Eksternal terdapat 8 faktor Internal terdiri 5indikator Kekuatan (S), 3 indikator Kelemahan (W) dan terdapat 5 faktor Eksternalterdiri dari 3 indikator Peluang Peluang (O), 2 indikator Ancaman(T).Kata Kunci : Kearifan lokal Lubuk Larangan Batang Uleh Partisipasi
UJI MUTU DAN UJI ORGANOLEPTIK IKAN LELE DUMBO (CLARIAS GARIEPINUS) SALAI PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DANAU BULUH KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Hesri Mega Hestina; Budiyono Budiyono; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i2.184

Abstract

ABSTRAK Uji proksimat merupakan suatu metoda analis kimia yang bertujuan untuk mengetahui persentase nutrisi pada suatu bahan pangan berdasarkan sifat kimiawinya ,diantaranya (kadar air,kadar abu, kadar lemak dan kadar protein) komposisi kimia pada ikan lele salai tersebut dapat diketahui dengan cara menganalisis sampel secara kimia.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis proksima. Uji organoleptik merupakan uji secara subyektif dengan bantuan panca indera manusia untuk menilai daya terima suatu bahan, berdasarkan kriteria  diantaranya(Warna, rasa, aroma dan tekstur)Metode penelitian yang digunakan yaitu metode servey lansung kelokasi pengolahan lele salai. Kemudian hasil analisis proksimat dan organoleptik disajikan dalam bentuk tabel dan di intrepretasikan.Sesuai dengan standar nasional indnesia   (SNI) pada kadar abu sebesar 9,3% (Mak), kadar air 65,11 (Mak),  kadar lemak 48,8 (Mak),  dan kadar protein 36,9 (Mak), hasil analisis proksimat lele salai pada awal penyimpanan dan akhir penyimpanan memenuhi syarat standar nasional Indonesia sehingga produk lele salai yang diproduksi masih layak untuk dikonsumsiuji kesukaan atau uji organoleptik menunjukan bahwa lele salai (Clarias Sp) memiliki katogori sedang yaitu kriteria warna 5,5, rasa 6,4 aroma 5,5 dan tekstur 6,4 hasil penelitian yang telah dilakukan produk lele salai masih layak di konsumsi karna masih memenuhi syarat standar nasional indinesia (SNI). Kata kunci: Uji Proksimat, Organoleptik ikan lele salai
STUDI IDENTIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN DAM BETUK KECAMATAN TABIR LINTAS KABUPATEN MERANGIN Kasmawati Kasmawati; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.207

Abstract

Penelitian tentang keanekaragaman jenis ikan di DAM Betuk merupakan sebuah upaya untuk menunjang kepentingan pelestarian jenis ikan dan sebagai salah satu imformasi awal pertimbangan dalam kebijakan pengelolaan kawasan karena masih terbatasnya data base mengenai jenis ikan yang terdapat di DAM Betuk.. Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan keanekaragaman jenis ikan yang tertangkap di Perairan Dam Betuk Desa Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin.Metode   penelitian   yang   digunakan  Metode Survei dan eksperimen dengan melakukan Penangkapan Ikan dengan menggunakan 3 jenis alat tangkap di antaranya, Jala Tebar,Bubu, dan Pancing  kemudian Ikan yang didapatkan diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan pada buku acuan Saanin (1984) Jilid I dan II Setelah di identifikasi sampel ikan di foto.Berdasarkan  Dari Hasil Penelitian Jenis –jenis ikan yang tertangkap di sungai Perairan Dam Betuk antara lain: Ikan Gabus (Channa gachua), Nalis, (Labio barbus lineatus), Kepyur (Barbodes lateristiga), Puyu (Anabas testudineus), Masai (Mystacoleucus marginatus), Puyou (Osteochilus waandersii) Baung (Hemibagrus sp), Tilam (macrognatus culatus).Indeks keanekaragaman jenis ikan pada masing-masing stasiun yakni :Stasiun I Satu Kilo meter (Km) dari Bendungan Dam Betuk kearah hulu Perairan Dam Betuk sebesar 1.18 Stasiun II di Pertengahan Perairan Dam Betuk sebesasar 1.64 Stasiun III di area Bendungan Dam Betuk sebesar 1.74 yang berarti tingkat Keanekaragaman (Hi) jenis Ikan di Perairan Dam Betuk  masuk dalam kategori Sedang.  Kata Kunci  : Eksperimen,  Identifikasi Ikan, Keanekaragaman Ika,n Dam Betuk
STUDI KONTRUKSI ALAT TANGKAP TANGKUL (LIFT NET) DI ALIRAN SUNGAI BATANGHARI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR PROPINSI JAMBI Redi Rinanda; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.156

Abstract

Tangkul atau anco adalah sejenis jaring angkat (lift nets) yang dioperasikan dengantangan. Alat tangkap ikan ini terdiri dari jaring berbentuk persegi yang keempat ujungnyadiikatkan pada dua batang bambu atau kayu yang dipasang bersilang tegak lurus. Tujuanpenelitian adalah untuk mengetahui kontruksi alat tangkap Tangkul yang di operasikan diSungai Batanghari Desa Sabak Kecamatan Sabak Kabupaten Tanjung Jabung Timur PropinsiJambi dan untuk mengetahui jenis ikan yang tertangkap dengan alat tangkap tangkul di SungaiBatanghari Desa Sabak Kecamatan Sabak Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Survei dilakukan kepada nelayan sebagai responden.Observasi dilakukan denganmenginventarisasi jumlah dan jenis alat tangkap yang digunakan di Sungai Batanghari, danmelakukan kegiatan konsultasi setiap alat tangkap Tangkul. Selain itu metode penangkapanikan juga diamati langsung ataupun wawancara kepada nelayan yang menggunakan alattangkap tangkul. Untuk penentuan lokasi penelitian berdasarkan tujuan penelitian dengan caraPurposive Sampling artinya lokasi pengambilan sampel penelitian diambil sesuai dengankebutuhan dengan pertimbangan pemanfaatan alat tangkap Tangkul di aliran SungaiBatanghari Kabupaten Tanjung Jabung Timur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran alat tangkap Tangkul yang di operasikandi Perairan Sungai Batanghari terdapat lima ukuran alat tangkap tangkul diantaranya, ukuran 2x 2 m, 3 x 3 m, 4 x 4 m, 6 x 6 m dan 8 x 8 m sedangkan konstruksi terdiri dari: bahan waringdengan mesh size ½ dan 1 mm, gagang dari bambu diameter 3-6 cm, panjang 3-6 m, kerangka(frame) cabang dari bambu diameter 1,5-2 cm berjumlah 4 buah, penyambung kerangkacabang, berjumlah 2 buah terbuat dari bambu diameter 1,50-3 cm cm panjang 20-30 cm. Daribeberapa ukuran alat tangkap tangkul tersebut ukuran 4 x 4 m merupakan ukuran yang tepat digunakan di aliran sungai Batanghari. Jenis hasil tangkapan Tangkul terdiri atas 11 (sebelas)spesies yang sebagian tergolong jenis ikan ekonomis penting yaitu ikan lais (Criptopteruslimpok (Blkr)), Lambak (Thinnicthys thynnoides), Sitam, Kalui (Osphronemus goramy lac),Piat (Puntius schwanefeldi), Patin, (Pangasius hypothalamus) Seburuk, Seluang (Rasbora,spp), Seluang Pipih (Rasbora argyrotaenia) dan udang. Ikan yang paling banyak tertangkappada alat tangkap Tangkul adalah ikan Lambak (Thinnicthys thynnoides) yaitu 143 sedangkanjumlah hasil tangkapan alat tangkap tangkul yang paling sedikit terdapat ikan Kalui dengan
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN KONSERVASI PERIKANAN (RESERVAT) LUBUK MANIK KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI. Yuyun Sutia; Syafrialdi Syafrialdi; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 3, No 1: April 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v3i1.278

Abstract

Perairan Sungai Batang Bungo merupakan salah satu sungai utama di Kabupaten Bungo dan merupakan  bentuk perairan yang  terbuka dan panjang mencapai kurang lebih 50 km. Rantau Pandan, desa yang memiliki kawasan konservasi perikanan (Reservat) lubuk larangan salah satunya yaitu : Reservat Lubuk Manik. Waktu penelitian dilaksanakan selama 4 (empat) bulan, tahap persiapan dan survei dilakukan bulan September–Oktober 20017 dan dilanjutkan dengan pengolahan data bulan November-Desember  2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat Kecamatan Rantau Pandan terhadap keberadaan Kawasan Konservasi Perikanan (Reservat)  Lubuk Manik. Metode Penelitian Tingkat Partisipasi Masyrakat Terhadap Kawasan Konservasi Perikanan (Resevat) Kabupaten Bungo adalah metode survey dan wawancara langsung, dengan cara mengambil sampel secara acak, sampel atau reponden diambil secara acak dengan menggunakan SWOT terhadap Kawasan Konservasi Perikanan (Resevat).Hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat Patisipasi masyarakat umum dengan melibatkan 80 orang responden untuk pengelolaan Kawasan Konservasi kategori rendah dengan nilai 1685 dalam persentase (21,06 %), Tingkat partisipasi Pemangku Kepentingan dengan jumlah responden sebanyak 20 orang responden dimana tingkat partisipasi dalam kategori rendah  dengan nilai partisipasi sebesar 622 dengan persentase sebesar (31,1 %). Kata Kunci : Partisipasi dan Kawasan Konservasi perairan (Reservat)
PENGARUH HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP BUBU DASAR DENGAN MENGGUNAKAN UMPAN YANG BERBEDA DI SUNGAI TEMBESI KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Meiki Jeksen; Syafrialdi Syafrialdi; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.208

Abstract

Sungai Tembesi adalah Sungai yang terdapat di Kecamatan Jangkat, disepanjang aliran Sungai Tembesi terdapat aktivitas masyarakat seperti pemukiman penduduk, persawahan dan areal perkebunan, selain itu Sungai Tembesi merupakan salah satu sarana penerangan melalui pembangkit listrik tenaga air dan juga dimanfaatkan oleh masyarakat petani nelayan untuk usaha atau aktivitas penangkapan ikan. Salah satu alat tangkap yang banyak digunakan sebagai alat penangkapan di Sungai Tembesi adalah Bubu dasar. Keberhasilan penangkapan menggunakan bubu dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah umpan.Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Tembesi Kabupaten Merangin Provinsi Jambi yang di mulai dari tanggal 03 Oktober 2018 sampai 21 Maret 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis umpan berbeda terhadap jenis ikan yang tertangkap, jenis umpan yang paling disukai oleh ikan serta untuk mengetahui jenis hasil tangkapan dengan menggunakan umpan yang berbeda pada alat tangkap bubu dasar.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi lansung ke lapangan dan metode penentuan stasiun sampel dilakukan dengan cara Purpoisive sampling sedangkan analisis data menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 Kelompok dan 3 perlakuan umpan yang berbeda yaitu dedak halus, jagung dan ubi. Parameter yang diamati adalah  pengaruh perbedaan umpan terhadap jumlah total ikan (ekor) dan berat total ikan (gram) hasil tangkapan serta jenis ikan yang tertangkap di Sungai Tembesi dengan alat tangkap bubu dasar yang  dioperasikan sebanyak 3 unit.Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis umpan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap berat total (gram) ikan dan jumlah total (ekor) ikan yang tertangkap bubu dasar di Sungai Tembesi Kabupaten Merangin (F hitung > F tabel) dan dedak halus merupakan umpan yang disukai ikan yang tertangkap dengan menggunakanan alat tangkap bubu dasar di Sungai Tembesi Kabupaten Merangin. Hasil tangkapan menggunakan bubu dengan umpan yang berbeda menghasilkan sebanyak 3 jenis ikan yaitu Semah, Pareh dan Seluang Kata Kunci : Umpan, Dedak Halus, Bubu Dasar dan Hasil Tangkapan