Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBEKUAN UDANG MERAH (Panaseus monodon) PRODUK HEAD LESS SKALA RUMAH TANGGA DI BAGANSIAPIAPI KABUPATEN ROKAN HILIR Basri Basri; Muh Suryono; Aji Sumantri Putra
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v4i2.575

Abstract

Udang merupakan hewan yang hidup di perairan, khususnya sungai, laut, atau danau. Udang dapat ditemukan di hampir semua genangan air yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin. Udang Merah (Paneus monodon) merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia dalam upaya menghasilkan devisa negara yang berasal dari kelompok non migas. Kondisi laut yang luas dan iklim tropis Indonesia mendukung pertumbuhan dan perkembangan udang merah (Paneus monodon). Pembekuan adalah proses penggunaan suhu rendah dibawah 0oC dimana selama proses pembekuan berlangsung, terjadi perpindahan panas dari tubuh udang yang bersuhu lebih tinggi ke refriferant yang bersuhu rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu melakukan pengamatan langsung dan aktif melakukan praktik langsung di lapangan pada objek-objek pendederan udang merah (Paneus  monodon). Hasil penelitian didapatkan bahwa dalam melakukan pengolahan pembekuan udang merah terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu penerimaan bahan baku, penimbangan, pencucian awal, pemotongan kepala, pencucian kedua, penimbangan, sortasi, penyusunan, pembekuan, dan pelabelan serta pemasaran produk. Desain kemasan yang baik dan benar harus memperhatikan pemilihan warna, font, ukuran dan bahan yang tepat dan sesuai. Selain itu di dalam label juga harus terdapat beberapa keterangan seperti nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat atau isi bersih, nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukan pangan kedalam wilayah Indonesia baik tanggal, bulan dan tahun kadaluwarsanya. Dilihat dari analisis usaha menunjukan bahwa pembekuan udang merah menguntungkan. Kata Kunci: Bagansiapi-api, Udang Merah, Paneus monodon, Pembekuan.Shrimp are animals that live in waters, especially rivers, seas, or lakes. Shrimp can be found in almost all large puddles of fresh water, brackish water, and salt water. Red Shrimp (Paneus monodon) is one of Indonesia's leading commodities in an effort to generate foreign exchange from the non-oil group. The vast sea conditions and tropical climate of Indonesia support the growth and development of red shrimp (Paneus monodon). Freezing is the process of using a low temperature below 0oC where during the freezing process, heat transfer occurs from the shrimp body with a higher temperature to a lower temperature refrigerant. The method used in this study is a survey method, namely direct observation and active direct practice in the field on nursery objects of red shrimp (Paneus monodon). The results showed that in processing red shrimp freezing there were several steps that must be carried out, namely receiving raw materials, weighing, initial washing, cutting heads, second washing, weighing, sorting, compiling, freezing, and labeling and marketing products. A good and correct packaging design must pay attention to the right and appropriate selection of colors, fonts, sizes and materials. In addition, the label must also contain several information such as the name of the product, a list of materials used, net weight or content, the name and address of the party producing or importing food into the territory of Indonesia, including the date, month and year of expiration. Judging from the business analysis shows that freezing red shrimp is profitable.Keywords : Bagansiapi-api, Red Shrimp, Paneus monodon, Freezing 
PEMBUATAN VALUE ADDED PRODUCT EKADO IKAN KEMBUNG DARI DESA SUNGAI RAWA KECAMATAN SUNGAI APIT KABUPATEN SIAK PROVINSI RIAU Basri Basri; Kurnia Sada; Nia Zuwandha
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v4i2.576

Abstract

Ikan kembung (Rastrelliger sp) merupakan ikan pelagis dengan volume produksi perikanan tangkap yang tinggi. Tingginya volume ikan kembung yang tertangkap mengharuskan nelayan maupun pedagang untuk menjaga mutu ikan. Pembuatan produk olahan lanjutan atau yang sering dikenal dengan sebutan value added product seperti pembuatan ekado ikan memiliki tujuan untuk memperpanjang daya awet dan masa simpan dari ikan. Ekado ikan adalah produk olahan hasil perikanan yang dibuat dari daging ikan cincang dengan penambahan tepung tapioka, telur dan bumbu-bumbu. Spesfikasi dari produk ini adalah adonan daging ikan dibungkus dengan kulit pangsit dan dibentuk seperti kantong yang diikat bagian atasnya dengan daun kucai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rendemen (hasil yang bisa dimanfaatkan) yang diperoleh sebesar 91,3 %, yang artinya banyak daging ikan kembung yang bisa dimanfaatkan. Proses pengolahan Ekado ikan terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu penerimaan bahan baku, penimbangan, pencucian, penggilingan, penambahan bumbu, pembentukan adonan, pengukusan, pengemasan dan pelabelan, serta pemasaran produk.Kata Kunci : Ekado Ikan, Ikan Kembung Kabupaten Siak, RiauABSTRACTMackerel (Rastrelliger sp) is a pelagic fish with a high volume of capture fisheries production. The high volume of mackerel caught requires fishermen and traders to maintain fish quality. The manufacture of advanced processed products or what is often known as value added products such as the manufacture of fish ekado has the aim of extending the shelf life and shelf life of fish. Fish ekado is a processed fish product made from minced fish meat with the addition of tapioca flour, eggs and spices. The specifications of this product are fish meat dough wrapped in wonton skin and shaped like a bag tied at the top with chives leaves. The results showed that the yield value (usable yield) obtained was 91.3%, which means that a lot of mackerel meat can be utilized. The process of processing fish Ekado has several stages that must be carried out, namely receiving raw materials, weighing, washing, grinding, adding spices, forming dough, steaming, packaging and labeling, as well as product marketing.Keywords : Fish Ekado, Puffed Fish, Siak Regency, Riau