Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGUJIAN KARAKTERISTIK POMPA SENTRIFUGAL SUSUNAN SERI DAN PARAREL DENGAN TIGA POMPA PADA SPESIFIKASI YANG BERBEDA KRISTIAN TARIGAN
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol 4 No 2 (2020): JURNAL ILMIAH KOHESI
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.633 KB)

Abstract

The objective of this final task is to know the characteristics of centrifugal water pumps using series and parallel circuits using the specifications type DK-175 Daito Kuta brand and power 0.37 Kw. Measurement of the discharge with the Flowmeter brand ZYIA and pressure using Japan pressure gauge. The circuit is also equipped with several piping equipment. Tests carried out on series and parallel circuits with variations of the valve opening respectively 340, 300, 260 and 220 for series and parallel 2 pumps, angles 340, 260, 220 and 180 for the 3 series pumps and 300, 240, 180 and 140 to parallel 3pumps. Data processing with Microsoft Excel programs and graphs. The test results show the debit value inversely proportional to the head value. The decrease in the discharge of the series averages 50% and an average parallel range of 60%, the debit value is comparable to that of the pump power value, the increase in the pump value of the series averages 60% and the average parallel range of 75%. The value of discharge is inversely proportional to the efficiency, the decrease in the series averages 20% and the average parallel range of 10% to the increased discharge.
RANCANG BANGUN MESIN PENCUCI KOPI MENGGUNAKAN TUAS DENGAN SISTEM TURBULENSI 50 Kg/Jam Ramotan Pandaraman Simbolon; Timbul Yosua Acer Situmorang; Sawin Sebayang; Kristian Tarigan
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 4 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.976 KB) | DOI: 10.46930/teknologimesin.v4i1.3341

Abstract

Sebagaimana telah diketahui bahwa yang disebut dengan perancangan adalah kegiatan awal dari suatu rangkaian dalam proses pembuatan produk. sementara untuk merealisasikan suatu rancangan selalu diawali dengan merencanakan daya penggerak, melakukan perencanaan terhadap komponen-kompone yang digunakan, menentukan ukuran dan kekuatan komponen yang dipakai dan lain-lain yang dianggap penting dalam perencanaan mesin . Adanya penemuan baru dibidang teknologi adalah salah satu bukti bahwa kebutuhan umat manusia semakin bertambah dari waktu ke waktu disamping untuk memenuhi kebutuhan manusia,munculnya penemuan baru yang dilatarbelakangi oleh penggunaan tenaga dan waktu manusia yang terbatas seperti halnya dalam pencucian biji kopiyang masih dilakukan dengan cara manual dan memutuhkan banyak tenaga dan waktu yang lama sehingga tidak efisien . Maka dilakukan suatu analisis perancangan mesin pencuci biji kopi yang bertujuan meningkatkan produktivitas pencucian biji kopi. pada perancangan ini dikhususkan pada perhitungan gaya, poros, pasak, puli, sabuk, bantalan, dan perhitungan pegas. Daya yang dibutuhkan pada perancangan ini
ANALISA PERHITUNGAN TEKANAN SCREW PRESS PADA PROSES PENGEPRESAN DAGING BUAH MENJADI CRUDE PALM OILDI UNIT PRESSAN PT.PP.LONDON SUMATERA,TBK PKS BEGERPANG PALM OIL MILL Kristian Tarigan; Trisno Sinaga
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 1 No 1 (2020): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.787 KB)

Abstract

Salah satu alat yang digunakan pada system pengepressan adalah screw press, yang mana alat ini berguna memisahkan minyak dari daging buah. Pada proses ini buah masuk dan digiling oleh poros berulir ataupun worm screw press yang membawa dan menekan massa buah yang masuk kedalam press cage. Disisi lain terdapat system hidrolik berupa batang berbentuk konus pada bagian ujungnya yang berfungsi untuk mempersempit keluar masuknya massa buah. Hal ini mengakibatkan buah terdesak dan tertekan sehingga minyak keluar dari daging buah. Dikarenakan banyaknya kerugian minyak kelapa sawit yang terjadi pada proses pengepressan, oleh karena itu dapat menurunkan hasil produksi Crude Palm Oil (CPO) yang dihasilkan. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa tekanan hidrolik pada unit screw press merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan agar kerugian minyak kelapa sawit dapat ditekan sekecil mungkin dimana tekanan hidrolik yang diatur adalah sebesar 50 – 60 Bar. Sedangkan untuk perawatan peralatan perlu diketahui besar tekanan yang terjadi didalam press cage, yang diakibatkan oleh gaya bubur buah dan gaya yang terjadi pada worm screw press sehingga diperoleh perbandingan antara tekanan hidrolik dengan tekanan yang terjadi di screw press.
PROSES TEKNOLOGI PEMBUATAN MESIN PENGUPAS KOPI YANG DILENGKAPI DENGAN PENGAYAK/PEMISAH BIJI DAN KULIT KAPASITAS 60KG/JAM Udurman Sinaga; Henro Manurung; T. Hasaballah; Kristian Tarigan
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 1 No 1 (2020): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.844 KB) | DOI: 10.46930/teknologimesin.v1i1.3348

Abstract

Tujuan dari perancangan atau pembuatan mesin pengupas kulit kopi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan mesin pengupas kulit kopi para petani. Dengan mesin ini diharapkan dapat membantu proses pengupasan kulit kopi sehingga dapat meningkatkan kualitas kopi. Adapun tahapan dalam pembuatan mesin pengupas kulit kopi terdiri dari analisis kebutuhan, penyusunan spesifikasi teknis produk, setelah konsep produk didapatkan maka tahap selanjutnya adalah merancang produk yang merupakan pengembangan konsep produk berupa gambar sketsa menjadi benda teknik, langkah terakhir dalam pembuatan mesin ini membuat dokumen produk berupa desain gambar kerja. Spesifikasi mesin pengupas kulit kopi yang dilengkapi dengan pengayak/pemisah biji dan kulit kapasitas 60 kg/jam, panjang mesin 1260 mm x lebar 600 mm x tinggi 1350 mm, menggunakan tenaga penggerak berupa motor bensin 5,5 HP, 3600 rpm, rangka menggunakan profil siku ST 37 dengan ukuran 40 40 3 mm. Sistem transmisi mesin pengupas kulit kopi menggunakan 3 puli diameter 3 inci dan 11 inci dengan putaran motor 3600 rpm, v-belt jenis A No.66,1 poros pejal diameter 20 mm. Kata Kunci: Proses, Kopi, Pengupas, Pengayak.
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL ALAT PENYIRAM JAMUR TIRAM OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER Irvin Hakkiro Rajagukguk; Dandi Saputra; Enzo W.B Siahaan; Kristian Tarigan
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 1 No 1 (2020): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.411 KB) | DOI: 10.46930/teknologimesin.v4i1.3364

Abstract

Untuk memudahkan manusia dalam menjalankan tugas sehari-hari, kemajuan teknologi terkadang berkembang pesat. Merawat tanaman yang membutuhkan air untuk penyiraman secara teratur dilakukan agar tanaman tetap tumbuh dan berkembang. Teknologi untuk mengontrol dan memantau sensor, seperti mikrokontroler. Setiap perangkat dapat berkomunikasi, mengontrol, dan mengintegrasikan sensor DHT11 sebagai sensor suhu dalam ruangan berkat adanya sistem mikrokontroler. Tanaman jamur tiram diairi oleh sistem penyiraman otomatis, yang menggunakan mikrokontroler setelah hasilnya selesai. Studi ini menemukan bahwa suhu lingkungan jamur tiram berkisar antara 24°C hingga 29°C dan bahwa pengukuran suhu rata-rata sensor DHT11 errornya adalah 2,07%. Suhu ruangan pada tanaman jamur tiram berkisar antara 47% hingga 65%.
RANCANG BANGUN MESIN PEMIPIH KOLANG-KALING DENGAN KAPASITAS 50KG/JAM Guntur Harianja; Filippus Riantonius S; Enzo W B Siahaan; Kristian Tarigan
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 4 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.457 KB) | DOI: 10.46930/teknologimesin.v4i1.3333

Abstract

Tanaman aren merupakan tanaman yg memiliki prospek yg baik karena memiliki kegunaan bagi kehidupan manusia,dimana diantaranya biji pohon aren yang disebut kolang-kaling yang umumnya dikonsumsi sebagai manisan. Mesin pemipih kolang-kaling dibuat untuk mempermudah dan mempercepat proses pemipihan buah kolang-kaling agar dapat meningkatkan efisiensi kerja dengan harapan mesin dapat mencapai efisiensi tinggi berupa hasil buah yang baik dimana memudahkan masyarakat dalam pengolahan buah kolang-kaling dengan maksimal dari hasil produksinya guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Metode penelitiannya adalah rancang bangun sekaligus pembuatan dan perakitan komponen mesin pemipih kolang kaling dengan kapasitas 50 kg/jam.Mesin ini memipihkan buah kolang kaling melalui tumbukan yang bergerak secara horizontal dimana plat penekan di dorong oleh bandul yg dihubungkan oleh connecting road putaran diterima melalui puli dan sabuk yg sudah direduksi oleh gear box yg terhubung dengan motor listrik sebagai motor penggerak.
PERANCANGAN ELEVATOR PENUMPANG PADA GEDUNG BERTINGKAT DENGAN KAPASITAS 500 KG DI YANGLIM PLAZA MEDAN Kristian Tarigan; Exsaudi Togatorop
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 3 No 1 (2022): JUNI
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.988 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mencari bagaimana cara kerja lift; bagaimana perancangan system pengangkatan; bagaimana cara menghitung kapasitas sangkar; bagaimana perancangan daya dan motor penggerak utama lift; bagaimana perhitungan komponen – komponen utama lift; bagaimana perancangan transmisi lift; bagaimana perhitungan biaya perawatan lift; bagaimana pemilihan bahan komponen; dan gambar teknik. Hasil menunjukkan bahwa Spesifikasi motor penggerak: Daya motor = 6,28 Hp, Putaran = 800 rpm, Kecepatan angkat= 15 m/men, Kapasitas angkat = 500 kg. Poros : Poros I (Diameter poros = 24 mm, Bahan poros = baja karbon S45 C), Poros II (Diameter poros = 41mm, Bahan poros = baja karbon S45C), Poros III (Diameter Poros = 41 mm, Bahan poros= baja karbon S 45 C). Roda gigi terdiri dari Roda gigi I (Diameter lingkaran jarak bagi = 42 mm, Diameter lingkara = 37 mm, Diameter lingkaran kepal = 46 mm, Lebar roda gigi = 16 mm, Banyaknya gigi = 21 gigi), Roda gigi II (Diameter lingkaran jarak bagi= 210 mm, Diameter lingkaran = 205 mm, Diameter lingkaran kepal = 214 mm, Lebar roda gigi = 16 mm, Banyaknya gigi = 105 gigi), Roda gigi III (Diameter lingkaran jarak bagi = 68 mm, Diameter lingkaran = 63 mm, Diameter lingkaran kepal = 108 mm, Lebar roda gigi = 16 mm, Banyaknya gigi = 34 gigi,) Roda gigi IV (Diameter lingkaran jarak bagi =270 mm, Diameter lingkaran=265,5 mm, Diameter lingkaran kepal = 16 mm, Lebar roda gigi = 16 mm, Banyaknya gigi = 21 gigi), Tromol (Diameter tromol = 253 mm, Berat , tromo = 100 kg, Panjang tromol = 1073,792 mm, Tebal Tromol = 16 mm).
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK KAPASITAS 15 KG/JAM Sandri C. Hutasoit; Yoga Silalahi; Enzo W.B Siahaan; Kristian Tarigan
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 1 No 1 (2020): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.043 KB) | DOI: 10.46930/teknologimesin.v1i1.3351

Abstract

Dewasa ini, sampah telah menjadi masalah yang merajalela yang dapat mengganggu lingkungan. Diharapkan dengan adanya perancangan alat atau mesin penghancur sampah organik ini dapat meringankan permasalahan sampah organik. Perancangan ini bertujuan untuk membuat mesin penghancur sampah organik yang menggunakan mesin bensin sebagai sumber tenaganya. rancangan. Hasil Perancangan Nilai kapasitas efektif rata-rata penghancur sampah organik ini adalah 49,12kg/jam hasil dari tiga kali peremukan sampah organik dengan berat bahan 2kg. Dari hasil agregasi tersebut, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mencacah 2 kg sampah adalah 2,1 menit. Membandingkan hasil pemotongan dengan massa awal bahan (2 kg) memberikan titik luluh 88,8%. Nilai hasil yang rendah disebabkan kurang dari jumlah maksimum bahan robek yang dikeluarkan dari hopper dan saluran pembuangan harus diubah.