Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Social Entrepreneurship Communication of Kampung Teknologi Foundation through the Digital Literation of MSMEs during COVID-19 Pandemic Sulistiyawati Sulistiyawati; Nuriyati Samatan
BASKARA : Journal of Business and Entrepreneurship Vol 3, No 2 (2021): Baskara: Journal of Business and Entrepreneurship
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54268/baskara.3.2.55-62

Abstract

Information and Communication Technology (ICT) is significant for developing human resources in various villages in the current digital era. However, the implementation of ICT has experienced disruption due to the increasing spread of the COVID-19 virus, resulting in a decline in market mechanisms, especially in the Village MSME sector. Therefore, social innovation is needed by social entrepreneurs so that MSMEs can survive and compete with others, as has been done by the Kampung Teknologi Foundation (KTF) through digital literacy to MSMEs in villages. The method in this study used qualitative research using the Social Innovation Model. As a result, in social entrepreneurship communication, KTF carried out three essential stages, 1) Formalization: KTF used Law Number 6 of 2014 concerning Villages as a basis for empowering MSMEs. KTF initiated the empowerment of MSMEs in villages by introducing digital sales using social media, market places, e-commerce, and other digital applications; 2) Change processes: KTF implemented digital sales by initiating the Digital Up program, which is an entrepreneur empowerment program and was implemented after five-year KTF contributes to digital literacy; 3) Social Outcomes: In the application of digital literacy, only 30% of MSMEs have successfully switched to using digital technology. Therefore, good cooperation between one division and another is still needed, such as implementing new programs. It can minimize program failures, and implementing digital literacy can succeed and on target.
STRATEGI PENGEMBANGAN MEDIA: ANTARA BISNIS DAN IDEOLOGI Nuriyati Samatan
Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis Vol 14, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.928 KB)

Abstract

Penelitian tentang strategi pengembangan media: antara bisnis dan ideologi, dilakukan terhadap Media Indonesia dan Metro TV yang berada di bawah manajemen Media Group. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi, dengan tipe penelitian analitis desktriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan selain melalui studi pustaka, juga dilakukan studi lapang melalui observasi lapang, wawancara serta penelusuran data melalui situs web. Temuan dalam penelitian ini adalah: Pertama, kebijakan Media Group untuk melakukan integrasi antara Media Indonesia dan Metro TV, pada awalnya lebih pada kebutuhan internal; Kedua, model operasional Media Indonesia dan Metro TV, melahirkan model “konvergensi unik” yang belum pernah dilakukan oleh media mana-pun di dunia, yakni melakukan integrasi acara antara Media Indonesia yang analog dan Metro TV yang digital. Konvergensi dilakukan bukan hanya pada acara Metro TV dan pemberitaan di Media Indonesia, tetapi juga melakukan “pertukaran” dan “perputaran” karyawan di lingkup Media Indonesia dan Metro TV. Selain mendapatkan keuntungan ekonomi, institusi media ini juga mendidik para karyawan kedua institusi ini untuk dapat menguasai dan memiliki keterampilan ganda, menulis di media cetak dan menulis narasi televisi.Ketiga, untuk dapat survive, Media Indonesia dan Metro TV berupaya menyeimbangkan idealisme media sebagai pilar the agent of change dengan kepentingan bisnis, melalui berbagai kebijakan internal maupun tujuan pencerahan masyarakat.