Deden Achmad Sunarjo
Badan Pusat Statistik, Jl. Dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keterkaitan Antar Industri di Sumatera Utara dan Pengaruhnya terhadap Perekonomian Indonesia Tahun 2016 (Analisis IO dan IRIO) Luthfi Fajar Arifah; Deden Achmad Sunarjo
Jurnal Ekonomi Dan Statistik Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Berdikari: Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia (JESI)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jesi.01.03.08

Abstract

Sumatera Utara memiliki pengaruh terhadap perekonomian Indonesia, karena provinsi ini termasuk kedalam lima kontributor terbesar terhadap perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, perlu diketahui industri-industri yang mampu menjadi leading sector dan industri unggulan untuk meningkatkan potensi perekonomian Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antar industri, menentukan industri unggulan, dan dampak perekonomian Sumatera Utara terhadap provinsi lain di Indonesia. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui provinsi unggulan di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tabel I-O Sumatera Utara Tahun 2016 dan Tabel IRIO Indonesia Tahun 2016. Data diperoleh dari BPS. Data dianalisis menggunakan analisis angka pengganda, indeks daya penyebaran dan indeks daya kepekaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Industri Makanan dan Minuman merupakan leading sector dan merupakan salah satu industri unggulan di Sumatera Utara. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu Provinsi unggulan di Indonesia dan memiliki dampak terbesar terhadap output Provinsi DKI Jakarta.
Hubungan Antar Sektor dan Daerah dalam Perekonomian Provinsi Su-matera Barat Tahun 2016 (An Inter-Regional Input-Output Analysis) Fauzul Hidayah; Deden Achmad Sunarjo
Jurnal Ekonomi Dan Statistik Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Berdikari: Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia (JESI)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jesi.01.03.10

Abstract

Kinerja perekonomian di suatu daerah tidak hanya dapat dilihat melalui kontribusi suatu sektor terhadap total perekonomian di daerah tersebut, namun juga dapat dilihat berdasarkan keterkaitan sektor tersebut terhadap sektor lainnya. Artinya, bagaimana suatu sektor mampu mempengaruhi dan memberikan efek terhadap aktivitas sektor-sektor ekonomi lainnya di daerah tersebut. Kontribusi suatu sektor terhadap total perekonomian, serta keterkaitan yang terjadi antar sektor akan memberikan gambaran menyeluruh terkait integrasi dalam pembangunan ekonomi di suatu daerah. Salah satu alat yang dapat digunakan adalah Tabel Input-Output Regional (Tabel I-O Regional). Tabel I-O Regional disusun untuk menyajikan gambaran hubungan timbal-balik dan saling keterkaitan antar sektor dalam perekonomian di suatu daerah selama periode tertentu (biasanya satu tahun). Selain itu, untuk memperlihatkan peranan dari masing-masing daerah dan adanya saling ketergantungan antar daerah tersebut, juga digunakan Inter-Regional Input-Output (Tabel IRIO). Pada tulisan ini, daerah yang menjadi fokus analisis adalah Provinsi Sumatera Barat, dengan menggunakan Tabel I-O Sumatera Barat berukuran 17x17 lapangan usaha serta Tabel IRIO 17 lapangan usaha x 34 provinsi yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa 4 lapangan usaha yang teridentifikasi sebagai nasional key sectors, dimana 3 lapangan usaha pertama juga merupakan local key sectors, yaitu: lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas (D), Transportasi dan Pergudangan (H), Informasi dan Komunikasi (J) , serta Industri Pengolahan (C). Selain itu, jika terjadi perubahan permintaan akhir di Provinsi Sumatera Barat, maka provinsi yang akan menerima dampak limpahan (spillover output dan NTB) terbesar adalah ke provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, terutama provinsi DKI Jakarta. Di sisi lain, Provinsi Sumatera Barat akan memperoleh dampak limpahan (spillover output dan NTB) terbesar jika terjadi perubahan permintaan akhir di provinsi-provinsi di Pulau Sumatera, terutama Provinsi Jambi.