Wisnu Prabowo
Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Perjalanan Sejarah Bait Suci dari Perjanjian Lama, Masa Intertestamental hingga Masa Pelayanan Yesus Wisnu Prabowo
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 3, No 1 (2020): September 2020 (Studi Intertestamental)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v3i1.46

Abstract

The Temple is one of the buildings that is very attached to the Israel life. As a place of God's presence in the midst of His people, the Temple is a building that must be holy. However, on one occasion in His ministry, the Lord Jesus came to the Temple and took radical action. The Lord Jesus was angry and drove away the people who were in the court of the Temple. There is a very radical treatment from the Lord Jesus. In the holy Temple, the Lord Jesus showed such a hard attitude. This study is a qualitative study using the bibliography method. This study examines the journey of the Temple from the time of the Old Testament to the time of the Lord Jesus' ministry by going through a period called the Intertestamental Period. The study results obtained are: First, the Temple experienced a shift in circumstances, which were originally holy to be polluted since the end of the Old Testament, the Intertestamental Period to the time of the Lord Jesus ministry. Second, the Temple underwent a change in function, which was originally formed as a place where God was present and met with His people, becoming a place where people, priests, scribes and kings, sought worldly benefits in the Temple.Bait Suci adalah salah satu bangunan yang sangat melekat di dalam kehidupan orang Israel. Sebagai tempat kehadiran Tuhan di tengah-tengah umat-Nya, Bait Suci adalah sebuah bangunan yang harus kudus dan suci. Akan tetapi, di suatu kesempatan di dalam pelayanan-Nya, Tuhan Yesus datang ke Bait Suci dan melakukan tindakan radikal. Tuhan Yesus marah dan mengusir orang-orang yang ada di pelataran Bait Suci. Ada perlakuan yang sangat radikal dari Tuhan Yesus. Di Bait Suci yang kudus dan suci, Tuhan Yesus menunjukkan sikap yang sedemikian keras. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi pustaka. Kajian ini meneliti perjalanan Bait Suci sejak zaman Perjanjian Lama hingga masa pelayanan Tuhan Yesus dengan melewati sebuah masa yang disebut Masa Intertestamental. Hasil kajian yang diperoleh adalah: Pertama, Bait Suci mengalami pergeseran keadaan, yang awalnya kudus dan suci menjadi cemar sejak zaman akhir Perjanjian Lama, Masa Intestamental hingga ke masa pelayanan Tuhan Yesus. Kedua, Bait Suci mengalami perubahan fungsi, yang awal dibentuk sebagai tempat dimana Tuhan hadir dan bertemu dengan umat-Nya menjadi tempat dimana orang-orang, para imam, ahli Taurat dan raja, mencari keuntungan duniawi di Bait Suci.
Aplikasi Prinsip Mazmur 2:11-12 dalam Peribadahan Kristen Wisnu Prabowo
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 2, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v2i2.34

Abstract

Abstract: Worship and service are things that are very well known to Christians. In conducting worship and service there are several things that should be used as a basis for guidance. In Psalm 2: 11-12, written instructions for Christians in worship. This article examines the meaning of the sentence in Psalm 2: 11-12, which is, "Serve the Lord with fear, and rejoice with trembling. Kiss the Son, lest he be angry. And ye perish from the way, when his wrath is kindled but a little. Blessed are all they that put their trust in him. " This study is a qualitative study using descriptive methods of literature and text analysis. The study results obtained are: First, worship must be performed with an attitude of fear and respect for the holiness and glory of God. Worship must also be performed with joy, but the attitude of that joy must also be done with fear and respect for the holiness and glory of God. Second, happiness will be found for every Christian who takes refuge in God. Christians take refuge in God as proof that they believe and surrender completely to God.Abstrak: Ibadah dan melayani adalah hal yang sangat dikenal oleh orang Kristen. Di dalam melakukan ibadah dan pelayanan tersebut ada beberapa hal yang harus dijadikan dasar panduan. Di dalam Mazmur 2:11-12, tertulis tentang petunjuk bagi orang Kristen di dalam melakukan ibadah. Artikel ini mengkaji arti dari kalimat yang ada di dalam Mazmur 2:11-12 tersebut yaitu, “Beribadahlah kepada Tuhan dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!”. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif literatur dan analisis teks. Hasil kajian yang diperoleh adalah: Pertama,  ibadah harus dilakukan dengan sikap takut dan hormat akan kekudusan dan kemuliaan Tuhan. Ibadah juga harus dilakukan dengan sukacita, tetapi sikap sukacita itupun harus dilakukan dengan rasa takut dan hormat akan kekudusan dan kemuliaan Tuhan. Kedua, kebahagiaan akan di dapatkan bagi setiap orang Kristen yang berlindung kepada Tuhan. Orang Kristen berlindung kepada Tuhan sebagai bukti bahwa mereka percaya dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan.
Perjalanan Sejarah Bait Suci dari Perjanjian Lama, Masa Intertestamental hingga Masa Pelayanan Yesus Wisnu Prabowo
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 3, No 1 (2020): September 2020 (Studi Intertestamental)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v3i1.46

Abstract

The Temple is one of the buildings that is very attached to the Israel life. As a place of God's presence in the midst of His people, the Temple is a building that must be holy. However, on one occasion in His ministry, the Lord Jesus came to the Temple and took radical action. The Lord Jesus was angry and drove away the people who were in the court of the Temple. There is a very radical treatment from the Lord Jesus. In the holy Temple, the Lord Jesus showed such a hard attitude. This study is a qualitative study using the bibliography method. This study examines the journey of the Temple from the time of the Old Testament to the time of the Lord Jesus' ministry by going through a period called the Intertestamental Period. The study results obtained are: First, the Temple experienced a shift in circumstances, which were originally holy to be polluted since the end of the Old Testament, the Intertestamental Period to the time of the Lord Jesus ministry. Second, the Temple underwent a change in function, which was originally formed as a place where God was present and met with His people, becoming a place where people, priests, scribes and kings, sought worldly benefits in the Temple.Bait Suci adalah salah satu bangunan yang sangat melekat di dalam kehidupan orang Israel. Sebagai tempat kehadiran Tuhan di tengah-tengah umat-Nya, Bait Suci adalah sebuah bangunan yang harus kudus dan suci. Akan tetapi, di suatu kesempatan di dalam pelayanan-Nya, Tuhan Yesus datang ke Bait Suci dan melakukan tindakan radikal. Tuhan Yesus marah dan mengusir orang-orang yang ada di pelataran Bait Suci. Ada perlakuan yang sangat radikal dari Tuhan Yesus. Di Bait Suci yang kudus dan suci, Tuhan Yesus menunjukkan sikap yang sedemikian keras. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi pustaka. Kajian ini meneliti perjalanan Bait Suci sejak zaman Perjanjian Lama hingga masa pelayanan Tuhan Yesus dengan melewati sebuah masa yang disebut Masa Intertestamental. Hasil kajian yang diperoleh adalah: Pertama, Bait Suci mengalami pergeseran keadaan, yang awalnya kudus dan suci menjadi cemar sejak zaman akhir Perjanjian Lama, Masa Intestamental hingga ke masa pelayanan Tuhan Yesus. Kedua, Bait Suci mengalami perubahan fungsi, yang awal dibentuk sebagai tempat dimana Tuhan hadir dan bertemu dengan umat-Nya menjadi tempat dimana orang-orang, para imam, ahli Taurat dan raja, mencari keuntungan duniawi di Bait Suci.
Aplikasi Prinsip Mazmur 2:11-12 dalam Peribadahan Kristen Wisnu Prabowo
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 2, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v2i2.34

Abstract

Abstract: Worship and service are things that are very well known to Christians. In conducting worship and service there are several things that should be used as a basis for guidance. In Psalm 2: 11-12, written instructions for Christians in worship. This article examines the meaning of the sentence in Psalm 2: 11-12, which is, "Serve the Lord with fear, and rejoice with trembling. Kiss the Son, lest he be angry. And ye perish from the way, when his wrath is kindled but a little. Blessed are all they that put their trust in him. " This study is a qualitative study using descriptive methods of literature and text analysis. The study results obtained are: First, worship must be performed with an attitude of fear and respect for the holiness and glory of God. Worship must also be performed with joy, but the attitude of that joy must also be done with fear and respect for the holiness and glory of God. Second, happiness will be found for every Christian who takes refuge in God. Christians take refuge in God as proof that they believe and surrender completely to God.Abstrak: Ibadah dan melayani adalah hal yang sangat dikenal oleh orang Kristen. Di dalam melakukan ibadah dan pelayanan tersebut ada beberapa hal yang harus dijadikan dasar panduan. Di dalam Mazmur 2:11-12, tertulis tentang petunjuk bagi orang Kristen di dalam melakukan ibadah. Artikel ini mengkaji arti dari kalimat yang ada di dalam Mazmur 2:11-12 tersebut yaitu, “Beribadahlah kepada Tuhan dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!”. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif literatur dan analisis teks. Hasil kajian yang diperoleh adalah: Pertama,  ibadah harus dilakukan dengan sikap takut dan hormat akan kekudusan dan kemuliaan Tuhan. Ibadah juga harus dilakukan dengan sukacita, tetapi sikap sukacita itupun harus dilakukan dengan rasa takut dan hormat akan kekudusan dan kemuliaan Tuhan. Kedua, kebahagiaan akan di dapatkan bagi setiap orang Kristen yang berlindung kepada Tuhan. Orang Kristen berlindung kepada Tuhan sebagai bukti bahwa mereka percaya dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan.
Perjalanan Sejarah Bait Suci dari Perjanjian Lama, Masa Intertestamental hingga Masa Pelayanan Yesus Wisnu Prabowo
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 3, No 1 (2020): September 2020 (Studi Intertestamental)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v3i1.46

Abstract

The Temple is one of the buildings that is very attached to the Israel life. As a place of God's presence in the midst of His people, the Temple is a building that must be holy. However, on one occasion in His ministry, the Lord Jesus came to the Temple and took radical action. The Lord Jesus was angry and drove away the people who were in the court of the Temple. There is a very radical treatment from the Lord Jesus. In the holy Temple, the Lord Jesus showed such a hard attitude. This study is a qualitative study using the bibliography method. This study examines the journey of the Temple from the time of the Old Testament to the time of the Lord Jesus' ministry by going through a period called the Intertestamental Period. The study results obtained are: First, the Temple experienced a shift in circumstances, which were originally holy to be polluted since the end of the Old Testament, the Intertestamental Period to the time of the Lord Jesus ministry. Second, the Temple underwent a change in function, which was originally formed as a place where God was present and met with His people, becoming a place where people, priests, scribes and kings, sought worldly benefits in the Temple.Bait Suci adalah salah satu bangunan yang sangat melekat di dalam kehidupan orang Israel. Sebagai tempat kehadiran Tuhan di tengah-tengah umat-Nya, Bait Suci adalah sebuah bangunan yang harus kudus dan suci. Akan tetapi, di suatu kesempatan di dalam pelayanan-Nya, Tuhan Yesus datang ke Bait Suci dan melakukan tindakan radikal. Tuhan Yesus marah dan mengusir orang-orang yang ada di pelataran Bait Suci. Ada perlakuan yang sangat radikal dari Tuhan Yesus. Di Bait Suci yang kudus dan suci, Tuhan Yesus menunjukkan sikap yang sedemikian keras. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi pustaka. Kajian ini meneliti perjalanan Bait Suci sejak zaman Perjanjian Lama hingga masa pelayanan Tuhan Yesus dengan melewati sebuah masa yang disebut Masa Intertestamental. Hasil kajian yang diperoleh adalah: Pertama, Bait Suci mengalami pergeseran keadaan, yang awalnya kudus dan suci menjadi cemar sejak zaman akhir Perjanjian Lama, Masa Intestamental hingga ke masa pelayanan Tuhan Yesus. Kedua, Bait Suci mengalami perubahan fungsi, yang awal dibentuk sebagai tempat dimana Tuhan hadir dan bertemu dengan umat-Nya menjadi tempat dimana orang-orang, para imam, ahli Taurat dan raja, mencari keuntungan duniawi di Bait Suci.
Aplikasi Prinsip Mazmur 2:11-12 dalam Peribadahan Kristen Wisnu Prabowo
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 2, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v2i2.34

Abstract

Abstract: Worship and service are things that are very well known to Christians. In conducting worship and service there are several things that should be used as a basis for guidance. In Psalm 2: 11-12, written instructions for Christians in worship. This article examines the meaning of the sentence in Psalm 2: 11-12, which is, "Serve the Lord with fear, and rejoice with trembling. Kiss the Son, lest he be angry. And ye perish from the way, when his wrath is kindled but a little. Blessed are all they that put their trust in him. " This study is a qualitative study using descriptive methods of literature and text analysis. The study results obtained are: First, worship must be performed with an attitude of fear and respect for the holiness and glory of God. Worship must also be performed with joy, but the attitude of that joy must also be done with fear and respect for the holiness and glory of God. Second, happiness will be found for every Christian who takes refuge in God. Christians take refuge in God as proof that they believe and surrender completely to God.Abstrak: Ibadah dan melayani adalah hal yang sangat dikenal oleh orang Kristen. Di dalam melakukan ibadah dan pelayanan tersebut ada beberapa hal yang harus dijadikan dasar panduan. Di dalam Mazmur 2:11-12, tertulis tentang petunjuk bagi orang Kristen di dalam melakukan ibadah. Artikel ini mengkaji arti dari kalimat yang ada di dalam Mazmur 2:11-12 tersebut yaitu, “Beribadahlah kepada Tuhan dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!”. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif literatur dan analisis teks. Hasil kajian yang diperoleh adalah: Pertama,  ibadah harus dilakukan dengan sikap takut dan hormat akan kekudusan dan kemuliaan Tuhan. Ibadah juga harus dilakukan dengan sukacita, tetapi sikap sukacita itupun harus dilakukan dengan rasa takut dan hormat akan kekudusan dan kemuliaan Tuhan. Kedua, kebahagiaan akan di dapatkan bagi setiap orang Kristen yang berlindung kepada Tuhan. Orang Kristen berlindung kepada Tuhan sebagai bukti bahwa mereka percaya dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan.
Perjalanan Sejarah Bait Suci dari Perjanjian Lama, Masa Intertestamental hingga Masa Pelayanan Yesus Wisnu Prabowo
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 3, No 1 (2020): September 2020 (Studi Intertestamental)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v3i1.46

Abstract

The Temple is one of the buildings that is very attached to the Israel life. As a place of God's presence in the midst of His people, the Temple is a building that must be holy. However, on one occasion in His ministry, the Lord Jesus came to the Temple and took radical action. The Lord Jesus was angry and drove away the people who were in the court of the Temple. There is a very radical treatment from the Lord Jesus. In the holy Temple, the Lord Jesus showed such a hard attitude. This study is a qualitative study using the bibliography method. This study examines the journey of the Temple from the time of the Old Testament to the time of the Lord Jesus' ministry by going through a period called the Intertestamental Period. The study results obtained are: First, the Temple experienced a shift in circumstances, which were originally holy to be polluted since the end of the Old Testament, the Intertestamental Period to the time of the Lord Jesus ministry. Second, the Temple underwent a change in function, which was originally formed as a place where God was present and met with His people, becoming a place where people, priests, scribes and kings, sought worldly benefits in the Temple.Bait Suci adalah salah satu bangunan yang sangat melekat di dalam kehidupan orang Israel. Sebagai tempat kehadiran Tuhan di tengah-tengah umat-Nya, Bait Suci adalah sebuah bangunan yang harus kudus dan suci. Akan tetapi, di suatu kesempatan di dalam pelayanan-Nya, Tuhan Yesus datang ke Bait Suci dan melakukan tindakan radikal. Tuhan Yesus marah dan mengusir orang-orang yang ada di pelataran Bait Suci. Ada perlakuan yang sangat radikal dari Tuhan Yesus. Di Bait Suci yang kudus dan suci, Tuhan Yesus menunjukkan sikap yang sedemikian keras. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi pustaka. Kajian ini meneliti perjalanan Bait Suci sejak zaman Perjanjian Lama hingga masa pelayanan Tuhan Yesus dengan melewati sebuah masa yang disebut Masa Intertestamental. Hasil kajian yang diperoleh adalah: Pertama, Bait Suci mengalami pergeseran keadaan, yang awalnya kudus dan suci menjadi cemar sejak zaman akhir Perjanjian Lama, Masa Intestamental hingga ke masa pelayanan Tuhan Yesus. Kedua, Bait Suci mengalami perubahan fungsi, yang awal dibentuk sebagai tempat dimana Tuhan hadir dan bertemu dengan umat-Nya menjadi tempat dimana orang-orang, para imam, ahli Taurat dan raja, mencari keuntungan duniawi di Bait Suci.
Aplikasi Prinsip Mazmur 2:11-12 dalam Peribadahan Kristen Wisnu Prabowo
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 2, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v2i2.34

Abstract

Abstract: Worship and service are things that are very well known to Christians. In conducting worship and service there are several things that should be used as a basis for guidance. In Psalm 2: 11-12, written instructions for Christians in worship. This article examines the meaning of the sentence in Psalm 2: 11-12, which is, "Serve the Lord with fear, and rejoice with trembling. Kiss the Son, lest he be angry. And ye perish from the way, when his wrath is kindled but a little. Blessed are all they that put their trust in him. " This study is a qualitative study using descriptive methods of literature and text analysis. The study results obtained are: First, worship must be performed with an attitude of fear and respect for the holiness and glory of God. Worship must also be performed with joy, but the attitude of that joy must also be done with fear and respect for the holiness and glory of God. Second, happiness will be found for every Christian who takes refuge in God. Christians take refuge in God as proof that they believe and surrender completely to God.Abstrak: Ibadah dan melayani adalah hal yang sangat dikenal oleh orang Kristen. Di dalam melakukan ibadah dan pelayanan tersebut ada beberapa hal yang harus dijadikan dasar panduan. Di dalam Mazmur 2:11-12, tertulis tentang petunjuk bagi orang Kristen di dalam melakukan ibadah. Artikel ini mengkaji arti dari kalimat yang ada di dalam Mazmur 2:11-12 tersebut yaitu, “Beribadahlah kepada Tuhan dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!”. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif literatur dan analisis teks. Hasil kajian yang diperoleh adalah: Pertama,  ibadah harus dilakukan dengan sikap takut dan hormat akan kekudusan dan kemuliaan Tuhan. Ibadah juga harus dilakukan dengan sukacita, tetapi sikap sukacita itupun harus dilakukan dengan rasa takut dan hormat akan kekudusan dan kemuliaan Tuhan. Kedua, kebahagiaan akan di dapatkan bagi setiap orang Kristen yang berlindung kepada Tuhan. Orang Kristen berlindung kepada Tuhan sebagai bukti bahwa mereka percaya dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan.