Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Tyre Soil Terhadap Daya Dukung Pondasi Dangkal, Pada Tanah Ekspansif Padat Dengan Pembasahan Menggunakan Bentuk Permodelan Di Laboratorium Nur Andajani,
Teknika Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of way to prevent foundation damage of expansive soil are by repairing the expansive soil using tyre soil, because it had been proven that tyre soil can function as building strengthen structure. It is important to do a certain research to exercise the effect of tyre soil of the bearing capacity  of shallow foundation. Expectedly,  result study of the using of tyre soil can strengthen bearing capacity and  the descent of the settlement.This study will be done using model experiment in the laboratory. Sample study  is the Citraland ekspansif soil with LL = 198% and given 15% fly ash. The study will be done by condition optimum of water content ( Wopt ) from proctor standard result, then will be wetting in 3 and 5 days. Each of soil type will be given small tyre soil, large soil tyre and without tyre soil. Total sample will be tested are 6 sample, comprise of 3 samples will be wetting in 3 days and 3 samples will be wetting in 5 days.The result shows that by adding tyre soil material influence of bearing capacity foundation increase, and the of settlement may decrease. For the experiment sample wetting for 3 days, treated the bearing capacity increase as 30 % for the sample added by small tyre soil and the sample added by large tyre soil will increase as 56.67 %. For the experiment sample wetting for 5 days,  the bearing capacity will increase as 33.33 % for sample by small tyre soil, and   added by larger tyre soil will increase as 56.86 %.
Efektifitas Penambahan Semen Sebagai Stabilisasi Pada Tanah Lempung Expansive Nur Andajani,
Teknika Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah ekspansif tergolong jenis tanah lempung yang mempunyai potensi untuk mengembang  pada musim penghujan, dan sebaliknya  pada musim kemarau  tanah tersebut mengalami  penyusutan (retak-retak).  Adanya pergantian musim yang terjadi di wilayah Indonesia, pada tanah ekspansif tersebut sering menimbulkan kerusakan apabila digunakan untuk bangunan.  Oleh karena itu perlu penanganan khusus untuk mengatasi masalah tanah ekspansif, salah satu diantaranya dengan stabilisasi yaitu dengan menambahkan semen pada tanah ekspansif tersebut sehingga dapat mengurangi/memperkecil kembang-susut yang terjadi. Variasi kandungan semen  yang digunakan adalah : 0%, 2.5%, 5%, 7.5% dan 10%. Jenis penelitian ini merupakan penelitian riset yang dilakukan di laboratorium. Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan tes sifat fisik tanah,  tes pemadatan proctor standart dan tes pengembangan tanah (swelling).Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya penambahan semen  dapat memperkecil Indeks Plastisitas pada tanah ekspansif. Penambahan 10 % semen pada tanah ekspansif merupakan yang paling efektif karena dapat mengurangi Swelling Potential sebesar 18,049% . The expansive soil  type of clay that has the potential to expand in wet season, and vice versa in the dry season soil shrinkage (cracks). The existence of the change of seasons that occur in Indonesia, the expansive soil is often cause damage when used for building. Therefore it needs special handling to deal with expansive soil problems, one of them with stabilization by adding an expansive cement on the ground so that they can reduce / minimize the swell-shrink that occursVariations in cement content used was: 0%, 2.5%, 5%, 7.5% and 10%. This type of research is a research study conducted in the laboratory. The methodology in this study is to test the physical properties of soil, standard Proctor compaction tests and soil development test (swelling).Result of research show that the addition of cement can reduce the plasticity index on expansive soil. The addition of 10% cement on expansive soil is the most effective because it can reduce Swelling Potential of 18.049%.
Efektifitas Perbandingan Antara Campuran Kapur Dan Fly Ash Terhadap Pengaruh Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung Kembang Susut Nur Andajani,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya Tanah ekspansif  mempunyai ciri-ciri kembang-susut yang besar, tanah akan mengembang  pada saat musim penghujan dan menyusut pada saat musim kemarau.  Besar pengembangan dan penyusutan tanah tersebut biasanya tidak merata dari satu titik ke titik yang lain. , sehingga hal  ini menyebabkan terjadi  perbedaan ketinggian dari permukaan yang semula rata menjadi tidak rata. Hal semacam inilah yang banyak menimbulkan kerusakan bagi struktur bangunan yang berada di atasnya. Salah satu upaya mengatasi hal ini dengan perbaikan/stabilisasi tanah menggunakan fly ash. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan fly ash terhadap Potential Swelling pada tanah ekspansif.   Penelitian ini merupakan penelitian riset yang dilakukan di laboratorium.Variasi kandungan Fly Ash  yang digunakan adalah : 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan tes sifat fisik tanah,  tes pemadatan proctor standart dan tes pengembangan tanah (swelling).Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya penambahan 25% Fly Ash  dapat memperkecil Indeks Plastisitas pada tanah ekspansif sebesar 28,41%. Penambahan 25% fly ash dapat menurunkan Indek Plastisitas tanah ekspansif (IP) sebesar 46,03%. Penambahan fly ash sebesar 25 % efektif  dapat menurunkan Swelling Potensial pada tanah ekspansif.sebesar 82,61%. Klasifikasi swelling tanah ekspansif asli tergolong dalam Swelling Potential Tinggi, setelah diberi tambahan 25% Fly Ash klasifikasi swellingnya tergolong sedang In general, the expansive soil  discrete-shrinkage-swell of large, the soil will swell during the rainy season and shrink during the dry season. The swell and shrink Large are usually uneven ground from one point to another, So this causes the difference of altitude of the originally flat surface becomes uneven. This sort of thing is what a lot of damage to building structures that are in it. One effort to overcome this by improving / soil stabilization using fly ash. The purpose of this study to determine how much influence the addition of fly ash on Swelling Potential on expansive soil.This study is a research study conducted in laboratorium.Variasi content of Fly Ash used were: 0%, 5%, 10%, 15%, 20% and 25%. The methodology undertaken in this study is to test the physical properties of soil, standard Proctor compaction tests and soil development test (swelling).The study conducted showed that the addition of 25% Fly Ash can minimize Plasticity Index on expansive soil of 28.41%. The addition of 25% fly ash can reduce the expansive soil plasticity index (IP) of 46.03%. The addition of fly ash by 25% can effectively reduce the ground ekspansif.sebesar Swelling Potential 82.61%. Classification of expansive soil swelling Swelling native classified in the High Potential, after being given an additional 25% Fly Ash classification are classified swellingnya.
PELATIHAN PTK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN GURU DALAM PENYUSUNAN KARYA ILMIAH DI SMKN 1 MOJOKERTO Abdiyah Amudi; Nur Andajani; Arie Wardhono; Bambang Sabariman
ABIDUMASY Vol 4 No 02 (2023): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v4i02.5102

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan di dalam kelas dengan menggunakan suatu tindakan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar agar memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Pembuatan PTK membutuhkan waktu yang lama karena harus mengimplementasikan tindakan dan variabel yang telah dirancang untuk mencapai hasil yang diinginkan. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pemahanam guru tentang PTK sebagai upaya meningkatkan pemahaman dalam penyusunan karya ilmiah bagi guru SMKN 1 Mojokerto. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan memberikan pemahaman teoritik dan pelatihan praktik untuk meningkatkan pemahamam dan keterampilan guru di SMK Negeri 1 Mojokerto dalam pembuatan PTK. Dari kegiatan PKM ini dapat disimpulan bahwa kegiatan pelatihan penelitian tindakan kelas (PTK) terbukti dapat membantu peserta pelatihan untuk lebih dapat memahami materi-materi terkait dengan sistematika proposal dan laporan penelitian, konsepsi dan penyusunan proposal serta laporan PTK. Dari hasil analisis diperoleh hasil 80,45% yang berada pada kategori positif yang artinya terdapat pemahaman para guru tentang profesinya, terutama dalam hal pemahaman penulisan/ pembuatan/ pelaksanaan PTK.
PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI MENGGUNAKAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X-TGB DI SMKN 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG DANANG PRADANA B.; NUR ANDAJANI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.25072

Abstract

Abstrak Inkuiri merupakan suatu pembelajaran melalui pemeriksaan atau penyelidikan. Dalam pembelajaran inkuiri terdapat tahap merumuskan masalah, membuat hipotesis, merancang percobaan, melaksanakan percobaan, mengumpulkan dan menganalisis data, serta membuat kesimpulan. Untuk mendukung jalanya pembelajaran, maka dibutuhkan sebuah media pembelajaran. Salah satu media yang sesuai dengan mata pelajaran mekanika teknik adalah media Lembar Kerja Siswa (LKS). Lembar kerja siswa adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Adapun tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran mekanika teknik, (2) Mengetahui keterlaksanaan pembelajaran menggunakan pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran mekanika teknik, (3) Mengetahui respon siswa terhadap penerapan pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran mekanika teknik. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pre-eksperimen jenis One-Shot Case Study. Penelitian dilaksanakan di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung pada waktu semester genap tahun ajaran 2017/2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Jurusan Teknik Bangunan SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung kelas X yang terdiri dari 3 kelas. Subyek penelitian adalah kelas X Teknik Gambar Bangunan (TGB)1. Instrumen yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil posttest pertama hasil belajar siswa menghasilkan sebanyak 4 siswa tuntas dan siswa tidak tuntas sebanyak 32 siswa. Dimana dapat disimpulkan bahwa presentase ketuntasan belajar klasikal siswa tidak terpenuhi karena ketuntasan hasil belajar yang didapat sebesar 11,11%. Pada posttest kedua presentase siswa lulus 80,57% dengan jumlah siswa tuntas sebanyak 29 siswa dan 7 siswa tidak tuntas. Dapat disimpulkan bahwa ketuntasan belajar klasikal terpenuhi dimana ketuntasan belajar siswa ?75%. Dari hasil pengerjaan LKS pertemuan pertama presentase siswa yang mendapat nilai lebih dari KKM yaitu sebesar 66,67% yaitu sebanyak 24 siswa. Dari hasil pengerjaan LKS pertemuan pertama presentase siswa yang mendapat nilai lebih dari KKM yaitu sebesar yaitu sebesar 77,78% yaitu sebanyak 28 siswa (2)Hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama 70,33% dengan kategori baik. Kemudian, nilai hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua sebesar 75% dengan kategori baik. (3) Respon siswa terhadap penerapan pembelajaran inkuiri menggunakan lembar kerja siswa (LKS) pada mata pelajaran Mekanika Teknik menunjukkan persentase sebesar 77,11% yang berarti siswa memberi respon yang baik terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kata Kunci : Inkuiri, LKS, Hasil Belajar, Keterlaksanaan Pembelajaran, Respon Siswa. Abstract Inquiry is a learning through torture or investigation. In inquiry learning there are stages of formulating problems, making hypotheses, designing experiments, conducting experiments, collecting and analyzing data, and making conclusions. To support the learning nets, it takes a learning medium. One of the media in accordance with the subjects of mechanical engineering is the media Student Worksheet (LKS). Student worksheets are sheets of assignments to be performed by learners. The purpose of this research are: (1) To know the learning result of the students after using inquiry learning on the subjects of mechanical technique, (2) To know the learning implementation using inquiry learning on the subjects of mechanical technique, (3) To know the students response to the application of inquiry learning on the mechanical technique lesson. The research design used pre-experimental research type One-Shot Case Study. The research was conducted at SMKN 3 Boyolangu Tulungagung at the end of the academic year 2017/2018. population of this research is all students of Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung class X consisting of 3 classes. The subject of the research is the X Teknik Gambar Bangunan (TGB) 1. The instruments used are test questions, instructional observation sheets, and student response questionnaires. The results showed that: (1) The result of the first posttest result of the students learning resulted in 4 complete students and 32 students unfinished. Where it can be concluded that the percentage of students learning classical completeness is not fulfilled because the result of learning achievement is 11.11%. In the second posttest percentage of students graduated 80.57% with a total of 29 students complete and 7 students are not complete. It can be concluded that the completeness of classical learning is fulfilled where students learn ?75% mastery. From the results of workmanship LKS first meeting percentage of students who got more value than KKM that is equal to 66.67% that is as many as 24 students. From the results of workmanship LKS first meeting percentage of students who got more value than KKM that is equal to 77.78% ie as many as 28 students (2) The results of observation of the implementation of learning at the first meeting 70.33% with good category. Then, the value of observation result of learning activity at second meeting is 75% with good category. (3) Student response to the learning included in good category that is equal to 77,11%. Keywords: Inquiry, LKS, Learning Outcomes, Learning Implementation, Student Response.
STUDI LITERATUR PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMK Saldi Syahrul Gunawan; Nur Andajani
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v8i1.49038

Abstract