Riqqah Dhiya Ramadhanty
Universitas Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NYAMBEI DALAM BIMBANG PERNIKAHAN PADA ETNIK REJANG Riqqah Dhiya Ramadhanty; Sarwit Sarwono; Agus Joko Purwadi
Jurnal Korpus Vol 4, No 1: APRIL 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i1.8355

Abstract

Tujuan penelitian untuk memahami dan menjelaskan nyambei dalam bimbang pernikahan etnik Rejang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif etnografi. Data pada penelitian ini diperoleh melalui studi lapangan yang mencakup teks sambei dan rekaman audio maupun visual. Sumber data dari penelitian ini adalah kegiatan observasi, dokumentasi, wawancara terhadap informan yang dinilai memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap nyambei. Lokasi penelitian dilakukan di desa Lubuk Kembang kecamatan Curup Utara kabupaten Rejang Lebong. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan penafsiran, penjelasan, dan deskripsi. Bimbang pernikahan merupakan pesta akan perayaan pernikahan dalam masyarakat Rejang, mereka biasa merayakannya dengan menyelenggarakan kejai. Umumnya kejai dilaksanakan dalam jangka waktu tujuh hari. Inti acara kejai adalah menari kejai yang ditarikan oleh anok sangei. Saat menari para anok sangei akan berhenti tiba-tiba untuk melantunkan sambei. Lirik sambei menggambarkan kehidupan masyarakat Rejang salah satunya adalah hierarki sosial, adab kesantunan, penunjuk kekuasaan, nasihat, dan ungkapan pelipur lara. Setelah melalukan analisis, hasil dari penelitian ini adalah untuk memaknai sambei diperlukan pemahaman terhadap latar belakang etnografi masyarakat pemilik sambei agar menemukan pemaknaan yang tepat. Selain itu sambei juga berfungsi pendidikan, pengesahan strata sosial, proyeksi keinginan, dan penekan berlakunya nilai dalam masyarakat.