Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengetahuan Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi IKIP Gunungsitoli Tentang Peralatan Laboratorium dan Fungsinya Natalia Kristiani Lase
JURNAL MINDA Vol 2 No 2 (2021): Minda Karimun
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51742/mindafkip.v2i2.336

Abstract

Abstrak Biologi merupakan salah satu ilmu yang memiliki arti penting bagi pendidikan di sekolah. Biologi berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga biologi bukan hanya penguasaan tentang kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Oleh karena itu pembelajaran biologi harus ditekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi alam sekitar secara alamiah. Mempelajari biologi menjadi kurang optimal apabila tidak ditunjang dengan pengalaman nyata kepada siswa, salah satunya dengan praktikum. Praktikum merupakan salah satu metode pembelajaran yang mampu menumbuhkembangkan rasa ingin tahu, aktif, kreatif, inovatif dan memiliki kejujuran dalam menghadapi suatu masalah dalam realita kehidupan. Melalui praktikum siswa memperoleh pengetahuan konkrit untuk melengkapi teori yang diperoleh di kelas yang bersifat verbalistik, melatih ketrampilan ilmiah, mananamkan dan menumbuhkan sikap ilmiah serta meningkatkan motivasi belajar siswa. Sehingga mahasiswa pendidikan biologi yang merupakan calon guru biologi masa depan dituntut untuk memiliki pengetahuan yang memadai tentang alat-alat laboratorium beserta fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan mahasiswa prodi pendidikan biologi IKIP Gunungsitoli tentang peralatan laboratorium dan fungsinya. Penelitian ini dilaksanakan di IKIP Gunungsitoli, pada mahasiswa program studi pendidikan biologi Semester I Tahun Akademik 2020/2021 yang berjumlah 46 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan angket. Hasil penelitian ini adalah (1) Pengetahuan mahasiswa program studi pendidikan biologi tentang peralatan laboratorium dan fungsinya relatif cukup dan perlu ditingkatkan, (2) Hasil angket tertutup yang diberikan kepada mahasiswa adalah (a) aspek minat terhadap kegiatan praktikum 86, 96 % menyatakan sangat setuju dan 13,04% setuju; (b) keadaan laboratorium 78,26 % menyatakan sangat setuju dan 21,74% setuju perlu untuk ditingkatkan, (c) waktu pelaksanaan praktikum dan persiapan pelaksanaan praktikum 100% mahasiswa setuju menyatakan sudah baik; (d) laporan dan evaluasi praktikum 76,09 % mahasiswa setuju menyatakan sudah baik dan 23,91 % cukup. Kata kunci : Pengetahuan, Peralatan Laboratorium Abstract Biology is a science that has important meaning for education in schools. Biology is concerned with finding out about nature systematically, so that biology is not only the mastery of a collection of knowledge in the form of facts, concepts, or principles but is also a process of discovery. Therefore biology learning must emphasize direct experience to develop competencies so that students are able to explore the natural surroundings. Studying biology is not optimal if it is not supported by real experiences for students, one of which is practicum. Practicum is a learning method that is able to develop curiosity, is active, creative, innovative and has honesty in dealing with problems in the realities of life. Through practicum, students gain concrete knowledge to complement verbalistic theories, train scientific skills, cultivate and foster scientific attitudes and increase student learning motivation. So that biology education students who are future biology teacher candidates are required to have adequate knowledge of laboratory equipment and their functions. This study aims to describe the knowledge of Biology Education Study Program students of IKIP Gunungsitoli about laboratory equipment and its functions. This research was conducted at IKIP Gunungsitoli, with 46 students of the Biology education study program Semester I Academic Year 2020/2021. The instruments used in this study were tests and questionnaires. The results of this study are (1) The knowledge of biology education study program students about laboratory equipment and its functions is relatively sufficient and needs to be improved, (2) The results of the closed questionnaire given to students are (a) aspects of interest in practicum activities 86, 96% stated that they strongly agree and 13.04% agree; (b) the condition of the laboratory 78.26% stated that they strongly agreed and 21.74% agreed that it needed to be improved, (c) the time for carrying out the practicum and preparing for the practicum implementation 100% of the students agreed that it was good; (d) reports and evaluation of practicum 76.09% of students agree that it is good and 23.91% is sufficient. Keywords: Knowledge, Laboratory Equipment
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN KELAS VII SMP Natalia Kristiani Lase; Rahma Krisnawati Lase
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v3i2.1693

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi belum digunakannya bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam pelaksanaan proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Gunungsitoli Selatan. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan akan LKPD, maka dilakukan pengembangan sebuah LKPD berbasis problem based learning untuk pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD IPA kelas VII SMP berbasis problem based learning pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan yang layak digunakan dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Isntrumen yang digunakan dalam penilaian untuk mengetahui kelayakan LKPD berupa angket validasi untuk validator ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain, angket respon peserta didik dan tes hasil belajar. Analisis data diperoleh dengan mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif dari setiap validator, dan peserta didik. Temuan penelitian ini berupa bahan ajar LKPD berbasis problem based learning untuk pembelajaran IPA. Kriteria yang didapat yaitu sangat layak dengan persentase 100% berdasarkan penilaian ahli materi, 100% berdasarkan penilaian ahli bahasa dan 95% berdasarkan penilaian ahli desain. Respon peserta didik mendapat kriteria sangat praktis dengan pencapaian 99%. Efektifitas berada pada kriteria sangat tinggi yaitu 96%. Maka, dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan sangat layak sebagai bahan ajar IPA.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Mind Mapping Pada Mata Kuliah Genetika Natalia Kristiani Lase
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i2.2976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul dan worksheets yang diimplementasikan pada mata kuliah genetika dengan menggunakan model pembelajaran Pembelajaran berbasis masalah berbasis mind mapping untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa berpikir kritis pada mata kuliah Genetika pada mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi IKIP Gunungsitoli Semester V yang berjumlah 38 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development. Prosedur penelitian dan pengembangan mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari 4 tahap: Define, Design, Develop & Disseminate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul dan worksheets yang dikembangkan valid, praktis, dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Perkembangan modul dan worksheets terdistribusi secara normal dan homogen. Sebaliknya, keterampilan berpikir kritis mahasiswa berhasil ditingkatkan melalui soal tes evaluasi berpikir kritis menggunakan modul yang menghasilkan presentasi 73,5% dengan kategori kritis dan pada keterampilan berpikir kritis mahasiswa menggunakan worksheets melalui masalah yang dikerjakan secara kelompok pada kategori sangat kritis dengan presentasi sebesar 91,2%.