June Carmen Noya Van Delzen
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KORRELATION ZWISCHEN DER LERNGEWOHNHEITEN UND DEM KREATIVEN DENKEN ZU DER SCHREIBFERTIGKEIT DER DEUTSCHSTUDIERENDEN AN DER PATTIMURA UNIVERSITÓ’T June Carmen Noya Van Delzen
JURNAL TAHURI Vol 15 No 2 (2018): Jurnal Tahuri
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan antara kebiasaan belajar dengan kemampuan menulis mahasiswa, (2) hubungan antara berpikir kreativ dengankemampuan menulis mahasiswa, (3) hubungan antara kebiasaan belajar dan berpikir kreativ terhadap kemampuan menulis mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Ambon. Metode penelitian ini adalah kuantitatif tipe korelasional dengan populasi penelitian adalah mahasiswa bahasa Jerman yang mengambil mata kuliah Schreibfertigkeit II sebanyak 45 orang, sementara sampel berjumlah 23 orang dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen pengumpulan data adalah angket dengan skala likert. Sebelum digunakan instrumen-instrumen tersebut divalidasi dan diuji cobakan untuk menentukan validitas isi maupun keterbacaan instrument serta mennetukan validitas dan reliabilitasnya. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis korelasi sederhana dan korelasi parsial. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa kebiasaan belajar, berpikir kreativ dan kemampuan menulis mahasiswa dapat dikategorikan baik. Sementara berdasarkan hasil pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebiasaan belajar dengan kemampuan menulis mahasiswa, dengan koefisien korelasi sebesar 𝑟x1y = 0.98 > 𝑟𝑡ab = 0. 413 dan taraf signifikan α = 0.05, 2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara berpikir kreativ dengan kemampuan menulis mahasiswa, dengan koefisien korelasi 𝑟x2y = 0.98 > 𝑟𝑡ab = 0. 413 dan taraf signifikan α = 0.05, (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebiasaan belajar dan berpikir kreativ terhadap kemampuan menulis mahasiswa dengan koefisien korelasi 𝑟x1x2y = 0.99 > 𝑟𝑡ab = 0. 413 dan taraf signifikan α = 0.05. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa baik kebiasaan belajar mahasiswa maupun berpikir kreativ memiliki kontribusi positif terhadap kemampuan menulis mahasiswa.
ANALISIS SEMIOTIK PADA PUISI GEFUNDEN KARYA JOHAN WOLFGANG June Carmen Noya van Delzen; Gloria E Tuhumena; Ayu Wariunsora
J-EDu: Journal - Erfolgreicher Deutschunterricht Vol 3 No 1 (2023): J-EDu: Journal - Erfolgreicher Deutschunterricht
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/J-EDu.3.1.37-44

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk (1) menganalisis puisi Gefunden karya Johann Wolfgang von Goethe secara semiotik. (2) mendeskripsikan hasil analisis puisi. (3) mendefinisikan secara garis besar tema dari puisi tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Peneliti fokus kepada analisis pendekatan semiotika. Metode penelitian ini dibagi dalam tiga tahap yaitu tahap pengumpulan data, tahap penganalisisan data dan tahap penyajian data. Hasil analisis data menunjukkan makna intensi dari puisi Gefunden yaitu adanya hubungan emosional antara seorang pria dan seorang gadis, yang dimana pada awalnya dia ingin melakukan tindak kekerasan terhadap anak tersebut tetapi karena rasa iba dan kasihan sehingga dia mengurungkan niat jahatnya dan memelihara serta membesarkan anak tersebut seperti anak sendiri. Secara keseluruhan dapat disimpulkan penulis telah mengungkapkan makna intensi dalam puisi bait demi bait secara tersirat. Teks puisi merupakan karya sastra yang bersifat imajinatif. melalui pikiran serta perasaan yang dituangkan melalui kata-kata untuk membentuk komunikasi dengan audiensinya. Teks puisi juga tidak terlepas dari makna yang tersirat di dalamnya, sehingga pembaca sulit mengartikan puisi tersebut.