Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Molucca Medica

HUBUNGAN KOMORBID DENGAN DURASI PERAWATAN PASIEN COVID-19 PADA RS BAYANGKARA DAN RS TK. II PROF. DR. JA. LATUMETEN DI KOTA AMBON TAHUN 2020 Muhammad N Ichsan; Indrawanti Kusadhiani; Vina Z. Latuconsina
Molucca Medica Vol 15 No 1 (2022): VOLUME 15, NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i1.29

Abstract

Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 pada akhir tahun 2019 mulai menjadi sorotan masalah kesehatan dunia. Penularan virus ini terjadi dengan sangat cepat melalui droplet dan kontak erat antar manusia hingga menyebabkan tingginya kasus COVID-19 secara global. Kelompok orang yang memiliki komorbid (DM tipe 2, hipertensi, hiperurisemia, penyakit kardiovaskular, asma, PPOK, TB, Hepatitis, dan gagal ginjal kronik) diketahui rentan terinfeksi COVID-19 dan dapat memperberat derajat keparahan penyakit serta memperpanjang durasi perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komorbid dengan durasi perawatan pasien COVID-19 pada dua rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Ambon tahun 2020. Manfaat penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada tenaga kesehatan mengenai hubungan komorbid dengan durasi perawatan pasien COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional dan sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 109 sampel, sebanyak 61 orang (56%) memiliki komorbid dan sebanyak 82 orang (75,2%) memiliki durasi perawatan lebih dari 14 hari. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p = 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara komorbid dengan durasi perawatan pasien COVID-19. Kata kunci : COVID-19, Komorbid, Durasi Perawatan
EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN TANAMAN KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP KADAR GULA DARAH MENCIT Selfiano J. Bobaya; Vina Z. Latuconsina; Nathalie Kailola
Molucca Medica Vol 16 No 1 (2023): VOLUME 16, NOMOR 1, APRIL 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2023.v16.i1.88

Abstract

Hiperglikemik adalah suatu kondisi medik dimana terjadi peningkatan kadar glukosa darah yang melebihi batas normal. Hiperglikemik yang berlangsung kronik mengakibatkan glukotoksisitas pada sel-sel β pankreas yang menyebabkan disfungsi dan perubahan massa sel β pankreas, sehingga terjadi penurunan sekresi insulin. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik dengan tanda khas hiperglikemik yang terjadi akibat gangguan sekresi, kerja insulin atau keduanya. Tanaman kelor (Moringa Oleifera) merupakan tanaman berkayu lunak yang digunakan sebagai bahan pengobatan tradisonal dan mudah tumbuh pada daerah tropis, daun tanaman kelor mengandung senyawa metabolit yang mampu menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari ekstrak daun tanaman kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar gula darah mencit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post test only group design. Mencit sebanyak 25 ekor di bagi menjadi lima kelompok perlakuan yaitu kontrol normal (KN), kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), ekstrak daun kelor konsentrasi 20% (P1), dan konsentrasi 40% (P2) diberi induksi streptozotocin selama 3 hari. Kemudian, pada kelompok K+ diberi obat metformin dosis 0,2 ml, P1 diberi ekstrak daun kelor konsentrasi 20% dan P2 diberi daun kelor konsentrasi 40% dengan dosis 0,2 ml, dengan pemberian dilakukan selama 7 hari. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan SPSS dengan uji ANOVA. Hasil penelitian terlihat bahwa pemberian ekstrak daun kelor berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar gula darah mencit (p>0,05). Rata-rata penurunan kadar gula darah mencit pada kelompok P1 sebesar 115,80 mg/dl dan P2 sebesar 109 mg/dl. Penurunan kadar gula darah disebabkan karena adanya senyawa bioaktif yang diduga memiliki efek antihiperglikmik.
HUBUNGAN NILAI ESTIMASI LAJU FILTRASI GLOMERULUS DENGAN KADAR ASAM URAT SERUM PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK NON DIALISIS DI RSUD DR. M. HAULUSSY AMBON PERIODE JANUARI 2019-MEI 2020 Thesia Eflien Pelupessy; Indrawanti Kusadhiani; Vina Z. Latuconsina
Molucca Medica VOLUME 14, NOMOR 1, APRIL 2021
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah suatu proses patofisiologi dengan etiologi beragam selama lebih dari 3 bulan yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Pada pasien PGK ekskresi asam urat menurun seiring dengan memburuk fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai estimasi laju filtrasi glomerulus (eLFG) dengan kadar asam urat serum pada pasien PGK non dialisis di RSUD Dr. M. Haulussy, Ambon. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Terdapat 64 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel diambil dari data rekam medis pasien PGK non dialisis di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon dari Januari 2019 sampai Mei 2020. Data di analisis dengan menggunakan uji Spearmen. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kelamin penderita PGK non dialisis yang paling banyak adalah laki-laki (60,9%). Kelompok usia mayoritas adalah 56-65 tahun yaitu sebanyak 27 orang (42,2%). Pada penelitian ini di dapatkan distribusi kadar asam urat serum berdasarkan eLFGCKD-EPI yang paling banyak mengalami hiperurisemia berada pada derajat V (<15 ml/min/1,73m2) dengan total 44 sampel (68,8%) dan nilai median kadar asam urat yaitu 5,8 mg/dl. Hasil analisis menunjukan adanya yang bermakna antara nilai estimasi laju filtrasi glomerulus dengan asam urat pada pasien PGK non dialisis (p=<0,001) dengan arah korelasi negatif dan kekuatan korelasi kuat (r=-0,750). Jadi, dapat disimpulkan adanya hubungan nilai estimasi laju filtrasi glomerulus dengan kadar asam urat serum pada pasien penyakit ginjal kronik non dialisis di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon dari Januari 2019 sampai mei 2020.