Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEKTIFITASPENGGUNAAN ALLOTMENT DI HOTEL MELIA BALI NUSA DUA BALI Dewa Gede Putra
JURNAL BISNIS HOSPITALITI Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Bisnis Hospitaliti
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jbh.v4i1.120

Abstract

Melia Bali Indonesia, merupakan salah satu hotel berbintang Zima yang terletak di kawasan Wisata BTDC. Pihak manajemen terus berupaya meningkatkan atau mempertahankan tingkat hunian kamar sesuai dengan target yang ingin dicapai dengan melakukan usaha-usaha seperti, melaksanakan promosi yang lebih gencar penetapan harga yang sesuai dengan kondisi, meningkatkan kualitas pelayanan, produk dan sumber daya manusia serta menjalin hubungan harmonis dengan saluran distribusi. Allotment adalah semacam alokasi atau permintaan dari agen perjalanan kepada pihak hotel untuk memblok beberapa kamar setiap hari dalam jangka waktu tertentu, sehingga a gen perjalanan bis a menjual be bas dalam jumlah tertentu tanpa harus menghubungi pihak hotel terlebih dahulu. Dapat disimpulkan bahwa sasaran realisasi allotment yang ditetapkan oleh hotel tidak tercapai, tidak mencapai target yang ditetapkan oleh manajemen hotel menyebabkan penggunaan allotment tidak begitu efektifyang tidak akan bermanfaat bagi hotel untuk memaksimalkan penjualan kamar.
THE IMPACT OF TOURISM ON THE ENVIRONTMENT Dewa Gede Putra
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 13 No 2 (2014): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v13i2.217

Abstract

Kepariwisataan Bali saat ini menghadapi masalah lingkungan hidup yang sangat berat dan rumit akibat perkembangan pariwisata yang sangat pesat di pulau ini. Pembanguna11 sarana akomodasi seperti hotel, vila dan yang sejenisnya tumbuh seperti tanpa bisa dikendalika11 Lagi. Hal ini tidak terlepas dari mudahnya pemberian ijin dan lemahnya penegakan hukum oleh pemerintah terhadap pelanggar-pelanggar lingkungan 1ersebu1. Dan lebih pa rah lagi pembangunan sarana akomodasi tersebut tidak mempedulika11 dampak lingkungan yang naminya akan ditimvulkan. Kenyataan ini berakibat pada terjadinya perubahanflora dan fauna hingga pencemaran serta menurunnya kualitas sumber daya a/am dan kualitas lingkungan.
WISATA TAMAN SEBAGAI SALAH SATU OBJEK WISATA ALTERNATIF DI KABUPATEN GIANYAR Dewa Gede Putra
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 11 No 02 (2012): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v11i02.238

Abstract

Kunjungan pariwisata dalam jumlah yang banyak (mass tourism) dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Adanya diversifikasi objek wisata dalam rangka mengurangi dampak negatif dari pariwisata tersebut perlu dipikirkan pada masa berikutnya. Pengembangan pariwisata minat khusus merupakan salah satu wisata alternatif yang diharapkan dapat mengurangi dampak negatif pariwisata karena wisatawan yang berkunjung adalah pilihan dengan pengetahuan dan pengalaman yang memadai, sehingga mereka tidak akan melakukan hal-hal yang dapat merusak lingkungan. Salah satu wisata alternatif yang sedang berkembang di Kabupaten Gianyar dewasa ini adalah wisata taman. Wisata ini menyajikan konsep alam dengan fauna atau satwa liarnya yang cukup menarik. Dalam pengembangan obyek wisata taman ini secara tidak langsung jugo ada misi konservasinya.
PERSEPSI & EKSPEKTASI WISATAWAN TERHADAP PELAYANAN HOTEL MELATI DI KAWASAN UBUD KABUPATEN GIANYAR Dewa Gede Putra; I Wayan Pantiyasa
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol 4 No 2 (2014)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.818 KB) | DOI: 10.22334/jihm.v4i2.56

Abstract

In general this research aims at knowing tourist perception toward the service provided by the small (melati) hotels around Ubud area;  knowing the most influential indicators toward the service of small (melati) hotels in Ubud area. Total samples of the research area 38 melati hotels, while total of respondents are 399 tourists. Researched variables/indicators are 21 indicators wich are related to service dimensions (servqual), namely direct form/proof dimensions tangible, reliability, responsivenees, assurance, and empathy. Analysis applied for this research is the frequency distribution to know how important or how good the service is offered, and performance-importance analysis to rank all the quality determining variables and to indentify actions.The result of servqual analysis shows that all variables/indicators indicate satisfying performances, in which average scores of perception (performance) are bigger than average scores of expectation (necessity) which means satisfied. Therefore, it can be said that guests staying at melati hotels in Ubud area state that the hotel services are satisfying. The result of the importance-performance analysis shows that from 21 variables/indicators evaluated, none of the service indicator exists on quadrant 1 (main priority), 10 service indicators exist on quadrant 2 (maintain achievement), 8 indicators exist on quadrant 3 (low priority), and 3 indicators exist on quadrant 4 (excessive). Whereas, the service indicators of melati hotels which are most influential according to guest evaluation, are such those shown in quadrant 2, namely: commitment realization, sympathetic attitude towards guests, service offered rightly, service offered at the time agreed, accurate noting system, staff willing to assist guests, reliable staff, comfortable feeling on transaction, friendly attitude of staff, and well-knowledgeable staff.