Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN METODE DISKUSI KELOMPOK DENGAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP DAYA SERAP PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PAK DAN BUDI PEKERTI SAMEL SOPAKUA; WILHELMUS LABOBAR; FEBY LATUIHAMALLO
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v1i2.566

Abstract

Penerapan metode diskusi secara tepat dapat mendorong terjadinya interaksi peserta didik selama pembelajaran yang akan berdampak pada daya serap peserta didik. Interaksi di kelas melalui metode diskusi dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Dengan motivasi yang terus tumbuh membuat peserta didik dapat menyerap dengan baik materi pembelajaran. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan uji statistik korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara metode diskusi kelompok dengan daya serap peserta didik pada Mata pelajaran PAK di SMP. Dengan koefisien korelasi sebesar 0,418 dan nilai kontribusi variabel X1 terhadap Y sebesar 17,74 % dikategorikan sedang. (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan daya serap siswa. Dengan koefisien korelasi sebesar 0,418 dan nilai kontribusi variabel X2 terhadap Y sebesar 18,58% dikategorikan sedang. (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara metode diskusi kelompok dan motivasi belajar dengan daya serap peserta didik. Dengan koefisien korelasi ganda sebesar 0,498, dikategorikan sedang dengan nilai kontribusi variabel X1, X2 terhadap Y sebesar 24,80%. Hubungan ini menunjukan Fhitung = 91,223 > Ftabel = 4,78 sehingga dapat disimpulkan bahwa makin tinggi dan baik penerapan metode diskusi dan motivasi belajar maka semakin tinggi daya serap peserta didik pada Mata pelajaran PAK di SMP. Demikian pula sebaliknya, makin rendah metode diskusi kelompok dan motivasi belajar maka semakin rendah daya serap siswa pada di Mata pelajaran PAK di SMP.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Dekadensi Moral Siswa Sekolah Dasar Sintya Siahaya; Abigael An Tiblola; Samel Sopakua
Syntax Idea 1525-1534
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v5i10.2607

Abstract

Moral and character education is an important aspect of individual development, especially at the primary education level, one of the factors that play a role in the formation of student morals is parenting. The purpose of this study is to investigate the effect of parenting on the moral decadence of elementary school students. This study used quantitative research methods. Data collection techniques were carried out by surveys distributed to parents of students of SDN 1 Hative Kecil Ambon. The sampling technique was carried out using random sampling technique. The data that has been collected is then analyzed using simple linear regression analysis using the help of the SPSS program. The results showed that parenting patterns affect the moral decadence of elementary school students. Authoritarian and permissive parenting have a positive relationship with moral decadence, while democratic parenting has a negative relationship with moral decadence. So it can be concluded that parents are influential in the development of children's character.
PERAN PAK DALAM MENANAMKAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DITENGAH KONTEKS PLURALISME DI INDONESIA Ervina Silvia Wairisal; Samel Sopakua
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i3.1534

Abstract

Pluralisme merujuk pada keberagaman dalam masyarakat, termasuk keberagaman suku, agama, ras, dan golongan. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali keragaman, baik suku, etnis, budaya, bahasa, dan juga agama. Di Indonesia, pluralisme agama menjadi bagian penting dari dinamika sosial. Pluralisme ini merupakan hal yang indah. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa banyak sekali konflik-konflik yang terjadi dengan alasan perbedaan-perbedaan ini. Hal ini bukan berarti bahwa pluralisme merupakan sesuatu yang salah. Namun yang salah adalah orang-orang yang tidak memiliki sikap moderasi beragama. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Kristen memiliki peran dalam menanamkan sikap moderasi beragama. Sehingga tulisan ini dibuat untuk meneliti bagaimana peran pendidikan agama Kristen dalam menanamkan sikap moderasi beragama dalam konteks pluralisme di Indoneaia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi kepustakaan yang dilakukan dengan dengan cara mengumpul data, memahami, dan menganalisis sumber-sumber informasi yang relevan dan terkait dengan peran Pendidikan Agama Kristen dalam menanamkan sikap moderasi beragama ditengah konteks pluralisme di Indonesia. Dalam upaya tersebut maka diperlukan peranan Pendidikan Agama Kristen dalam menciptakan sikap hidup moderasi beragama demi membangun kehidupan umat beragama yang lebih damai dan sejahtera. Ditengah konteks pluralisme tersebut, Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang penting mengajarkan nilai-nilai kekristenan yang bisa mendamaikan bukan menghancurkan. Nilai-nilai kekristenan yang menekankan pada kehidupan kasih, dengan cara mengasihi sesama sebagai bentuk dari moderasi beragama. Sehingga melalui peranan Pendidikan Agama Kristen itu, pluralisme dapat memungkinkan masyarakat hidup saling berdampingan dan harmonis yang lebih damai dan sejahtera sesuai dengan apa yang Yesus ajarkan.
Peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Mengatasi Masalah Moderasi Beragama Terkait Penyalahgunaan Media Sosial (Hoax) Monita Keiluhu; Ervina S Wairisal; Samel Sopakua
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.6171

Abstract

Konflik antar umat beragama pada dasarnya bukan lagi hal yang baru. Tindakan diskriminasi terhadap kaum minoritas juga merupakan alasan mengapa konflik antar umat beragama itu terjadi. Untuk mencegah terjadinya maka dibuatlah moderasi antar umat beragama. Tujuan adanya moderasi beragama ini ialah untuk membuat setiap umat beragama dapat saling menghargai antar umat beragama dengan cara hidup bertoleransi. Akan tetapi dalam kehidupan moderasi beragama tidak bisa terlepas dari yang namanya masalah. Salah satunya ialah masalah hoax. hoax merupakan berita palsu yang gampang sekali beredar dimedia sosial dan membawa dampak yang buruk terutama bagi kehidupan beragama, karena dapat mengakibatkan konflik dalam beragama. Untuk mengatasi hal ini pendidikan agama Kristen mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bersama ditengah – tengah perbedaan dengan menekankan pada kehidupan kasih, dengan cara mengasihi sesama sebagai bentuk dari moderasi beragama. Selain tujuan pendidikan agama Kristen juga membantu agar manusia dapat bijak dalam menggunakan IPTEK, dan dapat menganalisis informasi – informasi dengan benar serta dapat menyampaikan informasi yang sudah terbukti keabsahannya. Dengan demikian, hoax dapat dihindari dan kehidupan umat beragama dapat rukun.