Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KALOR MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MATA PELAJARAN IPA SISWA MTs BEKTI NURHAMIDA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v2i1.946

Abstract

This study aims to: determine the increase in science learning outcomes by using the Discovery learning model. This research is an experimental study using an experimental group and a control group. The research population includes all students of class VII MTs Negeri 2 Sleman and a sample of class VIIE students. The research instrument used included science learning achievement tests, namely pretest and posttest. Data analysis to determine the increase in learning with the Discovery learning model was carried out by looking at the increase in the average value and classical completeness value. The application of the Discovery learning learning model improves student learning outcomes. This is evidenced by the increase in classical completeness and the average student learning outcomes. The classical mastery of students increased by 53.12%, from 28.12% to 81.25%. While the average student learning outcomes increased by 9 points, namely from 67 to 76 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: mengetahui peningkatan hasil belajar IPA dengan menggunakan model Discovery learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas VII MTs Negeri 2 Sleman dan sampel peserta didik kelas VIIE. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes prestasi belajar IPA yaitu pretest dan postest. Analisis data untuk mengetahui peningkatan pembelajaran dengan model Discovery learning dilakukan dengan melihat peningkatan nilai rata-rata dan nilai ketuntasan klasikal. Penerapan model pembelajaran Discovery learning meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dari peningkatan ketuntasan klasikal dan rata-rata hasil belajar siswa. Ketuntasan klasikal siswa, meningkat sebesar 53,12%, yaitu dari 28,12% menjadi 81,25%. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa meningkat sebesar 9 poin yaitu dari 67 menjadi 76
TEKA-TEKI SILANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 9 MATERI BIOTEKNOLOGI BEKTI NURHAMIDA
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v3i2.2295

Abstract

This study aims to describe the planning, implementation and evaluation of improving learning outcomes in class IX students of MTs Negeri 2 Sleman by using crossword puzzles as media. This research is a classroom action research (CAR) and the data is presented through qualitative and quantitative descriptive data. This research was conducted in two cycles. Each cycle consists of 4 stages, namely: planning, implementation, action, observation and reflection. Learning process data, each cycle was analyzed descriptively qualitatively. While the learning outcomes data were analyzed in a quantitative descriptive manner. The subjects of this study were 27 students of class IX. The results showed that the classical completeness score obtained by students in the first cycle was 20.69% while in the second cycle it was 81.48%. The results showed that learning with crossword media could improve student learning outcomes in class IX MTs Negeri 2 Sleman. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi peningkatan hasil belajar pada siswa kelas IX MTs Negeri 2 Sleman dengan menggunakan media teka-teki silang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dan datanya dipaparkan melalui data deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari atas 4 tahap yaitu: tahap perencanaan, pelakasanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data proses pembelajaran, setiap siklus dianalisis secara deskriptif kualitatif. Sedangkan data hasil pembelajaran dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX yang berjumlah 27 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketuntasan klasikal yang diperoleh siswa pada siklus I adalah 20,69 % sedangkan pada siklus II mencapai 81,48 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan media teka-teki silang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX MTs Negeri 2 Sleman..