Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA STOP GENERASI STUNTING Dyah Dwi Astuti; Rita Benya Adriani; Tri Widyastuti Handayani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 2 (2020): JUNI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.407 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i2.1910

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah kesehatan prioritas yang menggambarkan kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah mensosialisasi kepada masyarakat tentang program pemerintah stop generasi stunting pada anak, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan penanganan terjadinya stunting pada anak, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan skrining terjadinya stunting pada anak. Metode kegiatan dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan dengan menerapkan teori keperawatan Nola J. Pender tentang Health Promotion Model. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan memberikan 10 pertanyaan tentang pengertian, penyebab, faktor risiko, dampak, dan pencegahan stunting pada anak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata sebelum sebesar 60,5 menjadi 80,5. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat diperlukan untuk mensosialisasi kepada masyarakat tentang program pemerintah stop generasi stunting pada anak dengan meningkatkan peran serta kader dan masyarakat dalam skrining terjadinya stunting pada anak. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah meningkatkan peran serta kader dan masyarakat dalam pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin untuk mendukung program stop generasi stunting terutama pada 1000 hari pertama kehidupan.Abstract: Stunting is a priority health problem that describes chronic malnutrition, especially in the first 1000 days of life. The purpose of community service activities is to socialize to the public about the government stop stunting generation program for children and to increase public knowledge about the prevention and handling of stunting in children, and improve the community's ability to screen for stunting in children. The method of activity was carried out by providing health education by applying Nola J. Pender's nursing theory about the Health Promotion Model. Knowledge was evaluated with ten questions about understanding, causes, risk factors, impacts, and stunting prevention in children. The evaluation shows an increase in the average value before 60,5-80,5. The results of the activities show that community service activities are needed to socialize to the public about the government stop stunting generation program for children by increasing the participation of cadres and the community in screening for the occurrence of stunting in children. The recommendation from this activity is to increase the involvement of cadres and the community in monitoring children's growth and development routinely and to support the stop generation stunting program primarily in the first 1000 days of life
Stop Tuberkulosis Melalui Pendekatan Model Information Motivation and Behavioral Skills (IMB) Rita Benya Adriani; Dyah Dwi Astuti; Tri Widyastuti Handayani
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 2 SEPTEMBER 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.797 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v4i2.5920

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global terutama yang terjadi di negara berkembang dan dapat menyebabkan kematian. Penatalaksanaan tuberkulosis di Indonesia mengalami kendala antara lain kegagalan pengobatan dan stigma negatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini, serta meningkatkan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan dalam pencegahan penularan tuberkulosis dengan melibatkan kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan puskesmas pembina wilayah. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan melalui pendekatan model information, motivation, and behavioral skills berdasarkan hasil evidence based practice. Deteksi dini menunjukkan bahwa terdapat 2 orang (4,7%) yang mengalami gejala utama tuberkulosis yaitu batuk berdahak 2 minggu atau lebih. Gejala tambahan yang paling sering dialami berupa penurunan berat badan dijumpai sebanyak 8 orang (18,6%). Mayoritas masyarakat mempunyai information, motivation, and behavioral skills yang positif setelah kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan dalam pencegahan tuberkulosis. Rekomendasi kegiatan ini adalah untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan dengan melibatkan stakeholder terkait dan pendekatan model information, motivation, and behavioral skills.