Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMALISASI SISTEM PENYIMPANAN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS PADANG PASIR TAHUN 2019 Dewi Oktavia
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.1.116-122.2020

Abstract

Semua fasilitas pelayanan kesehatan wajib menyelenggarakan rekam medis, termasuk puskesmas. Dengan pelayanan rekam medis yang berkualitas pasien akan merasa puas, khususnya karena pasien dilayani dengan cepat, tepat dan aman oleh pihak puskesmas. Permasalahan yang sering ditemui pada bagian penyimpanan rekam medis adalah terjadinya misfile maupun duplikasi nomor rekam medis. Akibatnya, berkas rekam medis pasien lama sulit ditemukan sehingga proses pencarian berkas rekam medis pasien di rak penyimpanan membutuhkan waktu yang cukup lama. Tujuan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) agar sistem penyimpanan rekam medis menjadi optimal dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan rekam medis pasien rawat jalan di Puskesmas Padang Pasir. Metode yang digunakan berupa sosialisasi tentang optimalisasi sistem penyimpanan rekam medis di Puskesmas Padang Pasir. Sebelum sosialisasi, dilakukan pre-test dan setelah sosialisasi dilakukan kegiatan post-test dengan tujuan mengetahui tingkat pemahaman mitra tentang materi sosialisasi. PKM ini dilakukan pada tanggal 9 bulan Agustus 2019 di Puskesmas Padang Pasir. Peserta dari kegiatan PKM ini adalah semua petugas rekam medis di Puskesmas Padang Pasir sebanyak 6 (enam) orang. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang penyimpanan rekam medis dari nilai rata-rata 45 menjadi 85 point. Kata Kunci : Kualitas, Pengabdian, Penyimpanan, Puskesmas, Rekam Medis ABSTRACT All health service facilities are required to hold medical records, including public health centers. With a quality medical record service, patients will feel satisfied, especially because patients are served quickly, precisely and safely by the community health centers. The problem that is often encountered in the medical records storage is the occurrence of misfiling and duplication of medical record numbers. As a result, old patient medical record files are difficult to find, so the process of searching a patient's medical record file on a storage rack takes quite a long time. The purpose of the implementation of Community Service (PKM) so that the medical record storage system becomes optimal to improve the quality of outpatient medical record services at the Padang Pasir Health Center. The method used in the form of socialization about optimizing the medical record storage system at the Padang Pasir Health Center. Before the socialization, a pre-test was carried out and after the socialization, a post-test was carried out to know the level of understanding of partners about the material of the socialization. This PKM was held on August 9, 2019, at the Padang Pasir Communuty Health Center. The participants of this PKM activity are all 6 medical records officers at the Padang Pasir Health Center. The result of this PKM activity was an increase in partner knowledge about medical record storage from an average value of 45 to 85 points. Keywords: Quality, Service, Storage, Community Health Centers, Medical Records
Analisis Ketidaklengkapan Pengisian Lembar Informed Consent Pasien Bedah di Rumah Sakit Tk. III dr. Reksodiwiryo Padang Dewi Oktavia
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.246

Abstract

Kelengkapan pengisian lembar Informed Concent, diperoleh sebesar 66,3%. Artinya, angka kelengkapan pengisian lembar Informed Consent rekam medis belum mencapai standar pelayanan minimal rekam medis di rumah sakit yakni sebesar 100%. Hal ini disebabkan karena :Petugas rekam medis (Man) secara kuantitas masih kurang, pengembangan sumber daya manusia/tenaga berupa pelatihan belum pernah dilakukan, serta sistem reward dan punishment tidak ada. SOP penyelenggaraan rekam medis tersedia di intalasi rekam medis, namun belum disosialisasikan kepada semua petugas rekam medis dan tenaga medis yang ada sehingga penyelenggaraannya belum sepenuhnya sesuai dengan SOP. Kendala proses pencatatan sering terjadi lupa dalam pengisian lembar informed consent.Analisis isi rekam medis dalam penyelenggaraan sistem pelayanan rekam medis Rumah Sakit Tk.III dr. Reksodiwiryo belum optimal.
Analisis Pengodean Penyakit Berdasarkan ICD-10 Di Rumah Sakit TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang Aprilia Putri; Dewi Oktavia; Nila Mayasari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i2.242

Abstract

Rekam medis merupakan sumber informasi kesehatan pasien yang dikelola oleh praktisi informasi kesehatan. Informasi yang terdapat dalam rekam medis diolah untuk statistik asuhan kesehatan. Pengodean adalah pengklasifikasian data dan pemberian angka, huruf dan simbol (alfa numerik) untuk mewakili penyakit, prosedur dan bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan asuhan. Pengodean menguraikan penyakit, prosedur, layanan, operasi, cidera dan alasan kunjungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran pengodean berdasarkan ICD-10 di Rumah Sakit TK. III dr. Reksodiwiryo Padang periode 15 Januari – 31 Januari 2018, dengan 288 pasien pulang dan jumlah tempat tidur 188 unit. Data tersebut kemudian diolah  dengan menggunakan komputer melalui Microsoft Excel. Berdasarkan ICD–10 penyakit terbanyak adalah Bronchopneumonia, unspecified dengan kode J18.0. Berdasarkan distribusi frekuensi Bab pada ICD-10, diagnosis terbanyak adalah Bab I dengan Sub Bab Certain Infection and paratic disease dengan jumlah persentase 19,10%. Pengelompokan prosedur berdasarkan diagnosis terbanyak adalah Appendectomy dengan kode 47.09. Diagnosis terbanyak menurut kode DTD adalah kode DTD 169 dengan diagnosis Pneumonia.  Kata kunci : Rekam Medis, Statistik, ICD-10   
Dissemination of the Importance of Medical Record Review for Improving the Quality of Health Information at RSU 'Aisyiyah Padang Dewi Oktavia
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i2.2893

Abstract

All healthcare facilities are required to maintain medical records. Recording of patient medical record documents can be used as health maintenance and patient treatment, evidence for law enforcement, education, and research, the basis for payment of health care costs, and health statistics data. Hospitals need to continue to improve service quality and patient safety on an ongoing and sustainable basis. To improve the quality of service, hospitals must be accredited periodically at least once every 3 (three) years, according to the mandate of Law Number 44 of 2009 concerning hospitals. Standards related to medical records in SNARS Edition 1 are in the hospital management standard group, namely medical record information management regarding the processing of medical record documents including preparation, filling in medical records, and reviewing medical records. Purpose : this service is to provide socialization regarding the importance of reviewing medical records at the 'Aisyiyah Padang General Hospital. Method : This Community Service Activity method is carried out by providing socialization and training on the importance of reviewing medical records to improve the quality of health information at 'Aisyiyah General Hospital Padang. Result: Implementation of community service activities that have been carried out at RSU 'Aisyiyah Padang went smoothly. Community Service (PKM) was held on October 6 and 7 2022 at 'Aisyiyah Hospital Padang Padang. All participants were enthusiastic about participating in the question-and-answer discussion. The PKM team also gave prizes/door prizes to 2 (two) participants who got the highest scores from giving quiz questions related to the material that had been presented. Conclusion : This activity is hoped that it will be able to increase the level of knowledge of health workers at RSU 'Aisyiyah Padang about the importance of reviewing medical records so that they can improve the quality of patient health information.