Romario Romario
Islamic State University Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

@Wardahmaulida_: Platform Islami Media Sosial Dari Niqab Eksklusif pada Niqab Fashion Romario Romario
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v5i2.1121

Abstract

The outbreak of social media provides an alternative to celebrities who appear besides on television. The term social media celebrities also appear as 'selebgram' and 'selebtwitt'. Their appearance is based on a number of fans on social media who actively follow them both on the Instagram or the Twitter. This celebrity culture gives birth to interesting public figures who have never been found on television. One interesting program is @wardahmaulina_, a Muslim woman who uses a niqab of various colors in each of her postings. Her popularity began from her love affair with Natta Reza, who is now her husband, and was widely discussed in the social media. The story of their introduction only through Instagram and later married, much liked by citizens. Since then, both Natta Reza and Wardah have become popular. This paper focuses on discussing new phenomena about Wardah’s models of dressing (1.3 million of Instagram followers) that make the niqab a fashion trend. The niqab itself was initially stigmatized by the salafi movement as it tends to be rigid but is now undergoing a transformation after the appearance of figures like Wardah who presents the niqab with a more trendy and attractive style in the Muslimah market culture. This paper shows that the niqab is no longer synonymous with a rigid salafi movement but has transformed into a trendy Muslim outfit.[Merebaknya media sosial memberikan alternatif selebriti yang tampil selain di televisi. Istilah selebriti media sosial bermunculan dengan sebutan ‘selebgram’ dan ‘selebtwitt’. Kemunculan mereka berdasarkan banyaknnya penggemar di media sosial yang aktif mengikuti baik di instagram ataupun twitter. Kultur selebriti ini melahirkan tokoh publik menarik yang sebelumnya tidak pernah ditemui ditelevisi. Salah satu selebgram yang menarik adalah @wardahmaulina_, ia seorang Muslimah yang menggunakan niqab berbagai warna dalam setiap postingannya. Kepopulerannya dimulai ketika kisah asmaranya dengan Natta Reza yang kini menjadi suaminya, ramai diperbincangkan di ruang media sosial. Kisah perkenalan mereka yang hanya melalui instagram kemudian menikah, banyak disukai oleh warganet. Semenjak itulah nama Natta Reza dan Wardah populer. Paper ini fokus membahas fenomena baru tentang model berpakaian Wardah (1,3 Juta pengikut instagram) yang menjadikan niqab sebagai tren fashion. Niqab sendiri yang pada awalnya distigmakan denga gerakan salafi yang cenderung kaku, kini mengalami transformasi setelah tampilnya sosok seperti Wardah yang menampilkan niqab dengan lebih trendi dan menarik dengan budaya pasar muslimah. Paper ini menunjukkan bahwa niqab tidak lagi identik dengan gerakan salafi yang kaku, namun sudah bertransformasi menjadi pakaian muslimah yang trendi.]
Kontestasi Narasi Perempuan Dalam Website Islam: Analisis Perbandingan Mubadallah.id dan Muslimah.News Meri Andani; Romario Romario
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v8i1.1342

Abstract

Artikel ini mengkaji narasi perempuan yang diproduksi oleh website Islam. Website telah menjadi sumber informasi sekaligus pengetahuan dalam memahami Islam. Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam website Islam adalah persoalan perempuan. Penelitian ini mengambil website Mubalah.id dan Muslimahnews.com sebagai perbandingan dalam melihat narasi perempuan di website. Penelitian ini memetakan isu perempuan yang terdapat dalam website Mubadalah.id dan Muslimahnews.com. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa narasi perempuan dalam Mubadalah.id berisikan informasi dan narasi yang berupaya membuat perempuan setara, serta aktif terlibat dalam mengambil keputusan dan berisikan pesan moderat, sebaliknya dalam Muslimahnews.com, narasi perempuan seringkali menjadi subodinat dan kepatuhan, disisi lain Muslimahnews.com selalu menyampaikan bahwa Syariat Islam adalah solusi atas permasalahan perempuan. Kedua Website ini menunjukan bagaimana narasi perempuan digambarkan dalam dua sudut pandang yang berbeda, hal ini tidak lepas dari aflisiai Mubadalah.id dan Muslimahnews.com. [This article examines women’s narratives produced by Islamic websites. The website has become a source of information as well as knowledge in understanding Islam. One of the issues in the spotlight on Islamic websites is the issue of women. This study takes the websites Mubalah.id and Muslimahnews.com as a comparison in viewing women’s narratives on the website. This study maps women’s issues contained in the websites Mubdalam. id and Muslimahnews.com. The results of this study indicate that the women’s narrative in Mubidah.id contains information and narratives that seek to make women equal, and is actively involved in making decisions and contains moderate messages, on the contrary in Muslimahnews.com, women’s narratives are oftensubordinated and obedient, on the other hand, Muslimahnews. com always conveys that Islamic Shari’a is the solution to women’s problems. These two websites show how women’s narratives are described in two different perspectives, this cannot be separated from the affiliates of Mubidah.id and Muslimahnews.com.]