Drs. Ali ,M.M.
FKIP Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH METODE CONTEXTUAL TEACHING LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN PERSUASIF SISWA KELAS X SMK PAB 6 MEDAN ESTATE Drs. Ali ,M.M.
Jurnal Bahastra Vol 3, No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.716 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v3i1.699

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan apakah prestasi belajar siswa terdapat pengaruh yang signifikan sekaligus dapat meningkatkan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap  menerima pendapat orang lain. Pembelajaran ini dapat merealisasikan kebutuhan siswa dalam belajar bepikir, memecahkan masalah, dan mengintegrasikan pengetahuan dengan keterampilan. Namun proses belajar  pada metode Contextual Teaching Learning bukan menulis karangan saja. Populasi terdiri dari dua kelas dengan jumlah 72 siswa. Pada penelitian ini peneliti mengambil sampel berjumlah 72 siswa dengan menggunakan Total Sampling yang terdiri dari, kelas X 1 TKR 36 Siswa  di jadikan  sebagai kelas eksperimen dan kelas X-2 TSM 36 Siswa di jadikan sebagi kelas kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan instrumen yaitu menulis karangan persuasif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Discovery yang melibatkan perlakuan berbeda antara dua kelas. Data penelitian ini dianalisis dengan uji “t” diperoleh harga thitung = 0.1573dan harga ttabel =0.1554.Dengan demikian diketahui bahwa thitung ttabel yaitu 0.15730.1554 sehingga Hipotesis nihil (HO) ditolak dan Hipoteseis alternatif (Ha) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis karangan persuasif dengan  menggunakan metode Contextual Teaching Learning lebih efektif dibanding dengan metode pembelajaran Discovery. Kata Kunci : Pengaruh, Contextual Teaching Learning, Karangan Persuasif. Abstract. This study aims to increase the knowledge of whether students' learning achievements have a significant influence at the same time can improve the ability of social relations, foster an attitude of accepting other people's opinions. This learning can realize the needs of students in thinking, solving problems, and integrating knowledge with skills. But the learning process in the Contextual Teaching Learning method is not just writing essays. The population consists of two classes with 72 students. In this study researchers took a sample of 72 students using a Total Sampling consisting of, class X 1 TKR 36 Students made as an experimental class and class X-2 TSM 36 Students were made as a control class. Data retrieval is done by instruments that are writing persuasive essays. The method used in this study is Discovery which involves different treatment between two classes. The data of this study were analyzed by the "t" test obtained by the price of t count = 0.1573 and the price of t table = 0.1554. Thus it is known that t count t table is 0.1573 0.1554 so the null hypothesis (HO) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. This shows that learning to write persuasive essays using the Contextual Teaching Learning method is more effective than the Discovery learning method. Keywords: Influence, Contextual Teaching Learning, Persuasive Writing
EKSPRESI VERBAL BUNYI KONSONAN BAHASA INDONESIA PENDERITAAUTISTIC SPECTRUM DISORDER DEWASA Drs. Ali ,M.M.
Jurnal Bahastra Vol 1, No 2 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.246 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v1i2.718

Abstract

Abstrak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Chomsky. Teori tersebut mengatakan: untuk penelitian kompetensi anak, bahwa jika dalam tuturan anak terdapat penggunaan kaidah yang berulang-ulang muncul dan tetap, maka gejala itu dapat dijadikan bukti bagi kompetensi bahasa anak pada tiap-tiap tahap perkembangan bahasa mereka. Permasalahan yang diuraikan dalam penelitian ini adalah 1. Konsonan apa saja yang  terganggu dalam bahasa penderita Autistic Spectrum disorder dewasa di Medan? 2. Konsonan apa saja yang sudah diperoleh penderita autistic spectrum disorder dewasa di Medan?, 3. Model terapi wicara apa yang ditawarkan pada penderita itu? Analisis data dilakukan dengan criteria kemunculan komprehensibilitas yaitu suatu elemen yang diujarkan anak dianggap sebagai refleksi kompetensi, bila elemen yang dipakai anak dalam produksi komunikasinya telah menunjukkan adanya koherensi semantis dengan elemen-elemen lain dalam ujaran tersebut. Dengan kriteria ini diketahui kemunculan ujaran bahasa Indonesia, sering muncul dan benar, muncul tetapi salah, dan tidak muncul. Dari kriteri kemunculan itu didapat simpulan bahwa:a) bunyi konsonan bahasa Indonesia benar-benar dikuasai anak, bunyi konsonan bahasa Indonesia sedang dalam proses belajar atau sedang dikuasai anak, dan b) bunyi konsonan bahasa Indonesia yang akan dikuasai anak. Hasil sementara diperoleh bahwa anak ASD yang berusia 17-24 tahun ini ternyata belum memperoleh bunyi konsonan [r], [g], [c], [s], [ʃ ], [z].Kata Kunci:Ekspresi verbal bunyi konsonan, autistic spectrumdisorderAbstract.The theory used in this research is the theory proposed by Chomsky. The theory says: for the study of the competence of the child, that if in the child's utterance there is the use of repetitious and fixed rules, then the symptoms can be used as evidence for the language competence of the child at each stage of their language development. The problems described in this study are 1. What consonants are disturbed in the language sufferers Autistic Spectrum disorder adult in Medan? 2. What kind of consonants have the autistic spectrum disorder suffered in Medan ?, 3. What model of speech therapy is offered to the patient? Data analysis is done with criteria of emergence of comprehensibility that is an element that is said by child is considered as a reflection of competence, if the element used by child in his communication production has shown coherence semantis with other elements in that utterance. With these criteria is known the emergence of speech Indonesian, often appear and correct, appear but wrong, and does not appear. From the criteria of the emergence it is concluded that: a) the sound of Indonesian consonant is completely controlled by the child, the sound of Indonesian consonant is in the process of learning or being controlled by the child, and b) the sound of Indonesian consonant which will be controlled by the child. The interim results obtained that this 17-24 year old ASD boy has not yet received the consonant sounds [r], [g], [c], [s], [ʃ], [z].Keywords:Verbal expression of consonant sounds, autistic spectrum disorder
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK DISCUSSION STARTER STORY TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN OLEH SISWA KELAS XI SMA SWASTA PARULIAN 2 MEDAN Drs. Ali ,M.M.
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.47 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.730

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh teknik pembelajaran discussion starter story terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI SMA Swasta Parulian 2 Medan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Swasta Parulian 2 Medan Medan sebanyak 86 orang. Sampel diambil secara acak sebanyak 44 orang, 22 orang untuk kelas eksperimen dan 22 orang untuk kelas kontrol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah tes menulis cerpen dalam bentuk penugasan. Nilai rata-rata kelas eksperimen adalah  72.18, sedangkan untuk kelas kontrol adalah 66.54. Dari perhitungan uji “t” diperoleh thitung = 3.37 pada taraf signifikan α = 5 % dari daftar distribusi t dk (N1+N2)-2 = 22+22-2 = 42. Maka diperoleh ttabel = 2.02 jadi thitungttabel = 3.37 2.02. Dengan demikian Ha diterima jika ttabelthitungttabel (2.023.372.69) maka hipotesis alternatif diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan Teknik Discussion Starter Story lebih berpengaruh dibandingkan pembelajaran menulis cerpen dengan metode Ekspositori oleh siswa kelas XI SMA Swasta Parulian 2 Medan .Kata Kunci : Pengaruh, Discussion Starter Story, Menulis Cerpen.Abstract. The purpose of this research is to explain the effect of discussion starter story technic learning for prose writing skill for student on 11st class 2nd  Parulian High School at Medan City. The population in this research is all student on 11st class 2nd  Parulian High School at Medan City. The sample is take to be random sampling totally class of 44 students. 22 students for experiment class and 22 students for control class. The methode has used in this research is experimental method. The instrument has be used is prose writing skill by the workfull. The average for experiment class is 72.18, but  the average of control class is 66.54. the result of  t test is has been tresult is 3.37, for significan value α = 5 % of t distribution table dk (N1+N2) -2 = 22+22-2=42. And  resulted ttable = 2.02 so tresult ttable =3.372.02. based on in this result Ha is accepted. The conclusion is the learning by Discussion Starter Story is very effective Technic than use by Expository Methode for prose writing skill  for student on 11st class 2nd  Parulian High School at Medan City on 2014/2015 learning periode.Keyword: Effectivity, Discussion Starter Story, Prose Writing Skill