Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KESUKARAN, DAYA PEMBEDA, DAN EFEKTIVITAS PENGECOH SOAL PELATIHAN KEWASPADAAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL Nani Fitriani
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i2.4956

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh butir soal yang digunakan pada saat post test pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa soal post test yang digunakan memiliki tingkat kesukaran “mudah” sebesar 75,55%, kategori “sedang” sebesar 8,89%, dan kategori “sukar” sebesar 15,56%. Butir soal post test yang digunakan memiliki daya pembeda sebagian besar “jelek” yaitu sebesar 88,89%, kategori “cukup” sebesar 6,67%, kategori “baik” sebesar 4,44% dan tidak ada butir soal yang memiliki daya pembeda “baik sekali”. Untuk efektivitas pengecoh, butir soal post test yang digunakan memiliki efektivitas pengecoh Sebagian besar “kurang baik” yaitu sebesar 66,90%, kategori “cukup” sebesar 24,44%, kategori “baik” sebesar 4,44%, dan kategori “sangat baik” sebesar 2,22%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan jika soal tersebut ingin digunakan lagi pada pelatihan KKMN berikutnya, maka perlu dilakukan perbaikan terhadap butir-butir soal maupun option pilihan jawaban. Abstract:  The research is aimed to analyze the level of difficulty, power differentiator, and the effectiveness of distractors point about that is used at the time of post test training Awareness Emergency Maternal and Neonatal (KKMN). Type of research this is descriptive quantitative. The result of this study are: for the level of difficulty, post test questions which is used has a degree of difficulty “easy” amounted to 75,55%, the category “medium” of 8,89% and the category of “difficult” amounted to 15,56%. Item about post test that is used has the power differentiator most big “bad” that amounted to 88,89%, the category of “enough” of 6,67%, category “Good” at 4,44% and no item about who has the power distinguishing “Very Good”. For effectiveness distractor, items about post test that is used has the effectiveness distractor most large “less good” which amounted to 66,90%, the category of “enough” of 24,44%, the category of “good” by 4,44%, and the category “very good” by 2,22%. Based on results of the research, can be recommended if the matter that wants to be used again in training KKMN next, it is necessary to do repairs to the grains of matter and option choice answer.
STUDI DESKRIPTIF RENCANA TINDAK LANJUT PESERTA PELATIHAN PUBLIC SPEAKING BAGI SDM KESEHATAN Nani Fitriani
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SDM kesehatan yang terbiasa menyampaikan gagasan kepada audiens, memiliki keterbatasan dalam melakukan bicara dengan penuh keberanian, sistematis dan mampu mempengaruhi audiens. Untuk menjawab semua kondisi diatas, sebuah institusi pelatihan kesehatan menyelenggarakan pelatihan public speaking full online selama 4 hari efektif. Setelah semua materi diberikan, setiap peserta harus mempunyai rencana kegiatan sebagai langkah awal implementasi ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diterima selama pelatihan. Apakah bentuk implementasi hasil pelatihan tersebut dalam pelaksanaan tugas sebagai SDM kesehatan? Studi ini bertujuan mengetahui gambaran rencana kegiatan peserta setelah mengikuti pelatihan public speaking bagi SDM kesehatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan formulir online yang disebar pada 30 orang responden. Setidaknya ada 73% peserta memilki 1 jenis kegiatan public speaking dan sebagian kecil peserta (7%) memilki 4 jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Jika ditelusuri lebih lanjut pada master data, maka kegiatankegiatan tersebut adalah pembicara/ moderator/ narasumber pada acara sosialisasi program/ penyuluhan/ pelatihan/ orientasi/ pembinaan dll, MC (Master of Ceremony), dan pengendali pelatihan, Hasil selanjutnya terdapat 2 peserta (6,66%) yang belum bisa menentukan bulan dan tahun pelaksanaan rencana kegiatan public speaking tetapi sebagian besar peserta (93,34%) dapat merencanakan lengkap dengan menyebutkan bulan dan tahun pelaksanaan. Sebagian besar peserta telah memiliki rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dengan sasaran dan waktu yang jelas menyebutkan bulan dan tahun pelaksanaan. Semua peserta memberikan penilaian positif terhadap pelatihan public speaking yang dilaksanakan.
EVALUASI PELATIHAN KONSELING PEMBERIAN MAKAN BAGI BAYI DAN ANAK (PMBA) DI BAPELKES MATARAM Nani Fitriani
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 9 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengintervensi anak dalam 1000 Hari Pertama Kehidupannya adalah dengan Pelatihan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) bagi petugas kesehatan sebagai promotor kesehatan kepada masyarakat. Untuk mengetahui efektivitas pelatihan, sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Kirkpatrick ada 4 level dalam melakukan evaluasi kegiatan diklat yaitu level reaction (reaksi), learning (pembelajaran), behaviour (perilaku), dan result (hasil). Penelitian kali ini akan mengevaluasi pelatihan konseling PMBA pada tingkat reaksi dan pembelajaran dengan menampilkan analisa setiap butir soal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi tingakt reaksi dan tingkat pembelajaran pada pelatihan konseling PMBA di Bapelkes Mataram tahun 2021. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel 20 orang yaitu alumni pelatihan konseling PMBA. Data yang dikumpulkan adalah data evaluasi penyelenggaraan dan data pre/post test peserta. Data dianalisa menggunakan aplikasi excel. Hasil: Proporsi terbesar peserta memberikan penilaian “Baik” (B) untuk komponen proses. Untuk komponen peserta diketahui sebagian besar peserta memberikan penilaian “baik” dan “sangat baik”, namun masih ditemukan peserta memberikan nilai “cukup baik”. Untuk evaluasi komponen penunjang dapat diketahui hasil penilaian peserta untuk semua poin sebagian besar menilai “baik”. Namun penilaian “cukup baik” juga masih ada bahkan persentasenya cukup besar mencapai 30%. Pada evaluasi tingkat pembelajaran dapat diketahui nilai terendah pada saat post test meningkat 46,67 poin demikian juga dengan nilai rata-rata pada saat post test meningkat 20,66. Kesimpulan: Sebagian besar evaluasi untuk tingkat reaksi masing-masing komponen adalah “Baik”, walaupun masih ditemukan peserta yang memberikan penilaian “Cukup Baik”. Evaluasi tingkat pembelajaran pada pelatihan konseling PMBA adalah sebagian besar (85%) peserta meningkat nilainya pada saat post test. Hal ini menunjukkan ada peningkatan pengetahuan peserta khususnya pada materi-materi yang diajarkan pada pelatihan ini.