M. Alie Humaedi
Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMISKINAN NELAYAN: Studi Kasus Penyebab Eksternal dan Upaya Revitalisasi Tradisi Pengentasannya di Kaliori, Rembang, Jawa Tengah M. Alie Humaedi
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 2 (2012): DESEMBER (2012)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.616 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v7i2.5685

Abstract

Kemiskinan masyarakat nelayan secara faktual terjadi di mana-mana. Ia tidak hanya disebabkan oleh faktor internal dalam mekanisme produksinya, tetapi juga oleh keadaan eksternal yang tercipta di lingkungannya. Tradisi dan kelembagaan tradisi tidak selalu dianggap baik dan mampu menjaga eksistensikehidupan orang miskin. Bahkan, keduanya bisa menjerumuskan atau semakin membenamkan orang miskin pada kemiskinan absolut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode etnografi. Penelitian etnografi masyarakat nelayan ini berupaya memberikan tawaran jalan keluar berdasarkan potensi dankarakter kebudayaan masyarakat dalam menghadapi kemiskinannya. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian adalah sebagai berikut. Buwoh dan bank titil di Kaliori Rembang Jawa Tengah telah menjadi bukti otentik bagaimana tradisi yang dikemas oleh para pencari rente lebih kejam dari jeratan utang bakul yang selama ini dituduh sebagai penyebab utama kemiskinan nelayan. Meskipun kondisi faktual kemiskinan itu tidak serta merta mendorong nelayan menjadi penganut konstruksi instrumental, peran pemerintah dalam menstimulasi tradisi dan kelembagaan tradisi yang mereduksi kemiskinan harus dipacu dalam bentuk kebijakan dan program. Title: The Fisher’s Poverty: Case Study of External Causes and Tradition Revitalization effort to Poverty Allevation in the Kaliori of Rembang, Central JavaPoverty in fishing communities occurs factually in everywhere. It is caused not only by internal factors in the mechanism of production, but also by external circumstances that are created in its environment. Tradition and traditional intitutions are not always considered good and able to maintain the existenceof poor’s life. In fact, they can plunge the poor people into absolute poverty. The research is conducted by using ethnographic method. This ethnograhic research of fishing communities attempted was to offer solution based on potention and character of public culture against their poverty. Data were analysed using qualitatove description method. Results of the study were as follows. Buwoh and Bank Titil in the Kaliori of Rembang, Central Java have become the authentic evidence of how traditions created by rente seekers are crueller than debt of bakul bondage that has been accused as the main cause of fisher’s poverty. Although the factual condition of poverty does not necessarily encourage fishers to be adherents of the instrumental construction, the role of government in stimulating the tradition and tradition institutions that reduce poverty must be driven in the form of policies and programs.
MENGISLAMKAN JAWA: SEJARAH ISLAMISASI DI JAWA DAN PENENTANGNYA DARI 1930 SAMPAI SEKARANG KARYA M.C. RICKLEFS M. Alie Humaedi
Harmoni Vol. 14 No. 1 (2015): Januari-April 2015
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.296 KB)

Abstract

Membaca buku Islamisation and its Opponents in Java (2012), dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Mengislamkan Jawa”: Sejarah Islamisasi di Jawa dan Penentangnya dari 1930 sampai sekarang” (2013), seperti menyaksikan sebuah film berseri, di mana urutan ceritanya sangat teratur, kronologis dengan mengambil alur kadang linear dan kadang pula non-linear, dan enak diikuti dari awal sampai akhir. Pembaca pun disuguhi kesan untuk terus membaca tanpa bosan ketika penulisnya bercerita tentang suatu misteri yang disembunyikan sementara, seperti pada kasus “pertarungan antara kelompok Hizbullah dan santri NU dengan anggota PKI”, dan kemudian disajikan pada bab-bab selanjutnya. Pembaca juga dimanjakan dengan sajian data sejarah, baik berasal dari dokumen ataupun wawancara yang cukup memadai, sehingga tanpa sadar ia pun terbawa pada interpretasi yang disuarakan penulisnya.