Syaadiah Arifin
Universitas Muhammadiyah Of Prof. Dr. Hamka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN PERCAKAPAN DASAR DALAM BAHASA INGGRIS UNTUK REMAJA Syaadiah Arifin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i3.2358

Abstract

Abstrak: Tujuan utama dari kegiatan pengabdian masyarakat kali ini adalah untuk memotivasi peserta untuk belajar bahasa Inggris lebih serius di usia muda, serta meningkatkan kemampuan bahasa Inggris peserta yang masih kurang. Untuk mencapai tujuan ini dipakailah beberapa pendekatan-pendekatan pengajaran seperti: ceramah, tanya jawab, diskusi, dan juga menggunakan teknik-teknik pengajaran yang efektif untuk anak remaja seperti: drilling, role playing, dan games. Tim juga menyiapkan modul dengan topik-topik yang menarik yang disesuaikan dengan kemampuan para peserta. Program ini cukup memotivasi para peserta untuk belajar bahasa Inggris sebagai aktivitas yang menyenangkan. Hal ini dapat terlihat dari rasa keingin tahuan peserta yang tinggi untuk mengikuti semua aktivitas yang diselenggarakan Tim Pengmas. Kendala utama dari program ini adalah keterbatasn waktu yang ada. Para peserta mempunyai jadwal yang ketat baik dari sekolah maupun dari yayasan. Kesimpulan yang dapat diambil dalam memecahkan problem ini adalah anak-anak perlu di bimbing untuk menjadi pembelajar mandiri, dan sudah tentu dengan pendampingan guru bahasa Inggris atau dari instruktur bahasa Inggris.Abstract: The aims of the training are to motivate the participants to learn English more seriously in their young age, and to improve their English ability to speak English. To reach these objectives, the team used some approaches such as, lecturing, discussion, questioning and answering, and also some effective teaching techniques for teenagers, such as repetition, role playing and games. The team also prepared modules with interesting topics that were tailored to the abilities of the participants. This program could motivate participants to learn English as fun activities. It could be seen that they were very enthusiastic to participate in all activities conducted by the Team. The main obstacle of this program was time-constrain. The participants had a very tight schedule from both the school and the foundation. The suggested solution that might be effective to overcome this problem is to motivate the participants to be autonomous learners under the control of their English teacher or English instructor.