Rasiam Rasiam
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RASIONALISASI PENGHARAMAN BUNGA BANK Rasiam Rasiam
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 5, No 1 (2014): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.157 KB) | DOI: 10.18326/muqtasid.v5i1.145-161

Abstract

Kemauan untuk mengembangkan ekonomi syari’ah bukan semata­matahanya dilatar bekangi oleh semangat keberagamaan belaka akan tetapiterdapat pengungkapan fakta akan kebenaran teori dan praktik dari hasilevolusi ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang ekonomi. Perspektifkeadilan menjadi alasan utama sehingga muncul ghiroh untuk meng arti­kulasikan di dunia nyata. Faktanya ekonomi syari’ah telah berkembang dibeberapa Negara bahkan di Negara yang sebelumnya telah melahirkan danmenerapkan konsep ekonomi konvensional dengan sistem kapitalistik.Seiring dengan perkembangan tersebut, ekonomi syari’ah mulai bermunculandi perguruan­perguruan tinggi. Dalam kontek riil, sistem ekonomi syari’ahsudah dipratikkan di dunia perbankan. Untuk di Indonesia landasan dasardilaksanaknnya praktik perbankan syariah adalah lahirnya UU No. 7 Tahun1992 yang kemudian dirubah menjadi UU No. 10 Tahun 1998. Pada tahun2008 yang lalu lahir kembali UU No. 21 tentang Perbankan Syariah. LahirnyaUU ini memberi daya tambah akan fungsi perbankan syariah, disampingsebagai lembaga untuk menghimpun dan menyalurkan dana, juga terdapatfungsi sosial yaitu menerima dana zakat, infak, sedekah, hibah dan lainnyauntuk disalurkan kepada organisasi pengelola zakat, dan menerima wakafuang dan menyalurkannya ke pengelola (nazhir).
RASIONALISASI PENGHARAMAN BUNGA BANK Rasiam Rasiam
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 5, No 1 (2014): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.157 KB) | DOI: 10.18326/muqtasid.v5i1.145-161

Abstract

Kemauan untuk mengembangkan ekonomi syari’ah bukan semata­matahanya dilatar bekangi oleh semangat keberagamaan belaka akan tetapiterdapat pengungkapan fakta akan kebenaran teori dan praktik dari hasilevolusi ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang ekonomi. Perspektifkeadilan menjadi alasan utama sehingga muncul ghiroh untuk meng arti­kulasikan di dunia nyata. Faktanya ekonomi syari’ah telah berkembang dibeberapa Negara bahkan di Negara yang sebelumnya telah melahirkan danmenerapkan konsep ekonomi konvensional dengan sistem kapitalistik.Seiring dengan perkembangan tersebut, ekonomi syari’ah mulai bermunculandi perguruan­perguruan tinggi. Dalam kontek riil, sistem ekonomi syari’ahsudah dipratikkan di dunia perbankan. Untuk di Indonesia landasan dasardilaksanaknnya praktik perbankan syariah adalah lahirnya UU No. 7 Tahun1992 yang kemudian dirubah menjadi UU No. 10 Tahun 1998. Pada tahun2008 yang lalu lahir kembali UU No. 21 tentang Perbankan Syariah. LahirnyaUU ini memberi daya tambah akan fungsi perbankan syariah, disampingsebagai lembaga untuk menghimpun dan menyalurkan dana, juga terdapatfungsi sosial yaitu menerima dana zakat, infak, sedekah, hibah dan lainnyauntuk disalurkan kepada organisasi pengelola zakat, dan menerima wakafuang dan menyalurkannya ke pengelola (nazhir).