Siti Achwatis Syakhiqoh
STKIP PGRI Jombang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMEROLEHAN SINTAKSIS PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SDLB ABCD KURNIA ASIH NGORO JOMBANG Siti Achwatis Syakhiqoh; Akhmad Sauqi Ahya
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v6i4.966

Abstract

AbstrakJudul artikel dalam bahasa Indonesia. Hal yang diangkat peneliti adalah mengenai kajian psikolinguistik, yakni ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajian yang berupa kata, kalimat dua kata dan struktur kalimat sebagai sebuah sistem yang bagaimana orang dapat memperoleh bahasa tersebut. Pembahasan dalam penelitian ini lebih difokuskan pada pemerolehan sintaksis yang berupa frasa nomina dan frasa verba pada anak tunagrahita. Penelitian ini bertujuan mendskripsikan pemerolehan frasa nomina dan frasa verba yang diproduksi oleh anak tunagrahita.Jenis Penelitian ini yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif kualitatif yang bersikap mendeskripsikan data. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: (a) observasi; (b) penentuan objek; (c) perekaman; (d) transkrip data; (e) membaca kembali transkrip data; (f) identifikasi data; (g) pengkodean. Langkah selanjutnya yaitu mengklasifikasi data dengan menggunakan tabel data yang bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam menganalisis pemerolehan sintaksis pada anak tunagrahita di SDLB ABCD Kurnia Asih Ngoro.Hasil penelitian yang peneliti dapatkan bahwa pemerolehan frasa nomina pada anak tunagrahita dalam sintaksis bahasa Indonesia ada beberapa yang  mengalami penyimpangan dan tidak dapat menggolongkan antara kata inti dan yang beratribut saat belajar dengan proses berdialog. Misalnya, kata " terbang pesawat, gajah hewan, apel buah, api korek, jeruk buah, pisang buah, coklat sepatu, angin kipas, putih baju, sikat gigi". Hal ini dikarenakan kecerdasan intelektual mereka terganggu dan terbatas yang tidak sama seperti anak normal pada umumnya.