Dalam novel Cantik Itu Luka mengungkapkan tentang berbagai formasi ideologi kapitalisme yang dianut oleh orang Belanda dan Jepang yang miskin untuk masyarakat Halimunda, mereka dijajah dan didukung harus mendapatkan semua permintaan yang diucapkan, sedangkan formasi ideologi humanisme yang dianut Sang Shandancho banyak orang dengan memberontak dari penjajahan Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkapkan formasi ideologi kapitalisme yang dianut oleh para tokoh dalam novel Cantik Itu Luka, (2) mengungkapkan formasi ideologi humanisme yang dianut oleh para tokoh dalam novel Cantik Itu Luka, dan (3) mengaitkan formasi-formasi-formasi ideologi kapitalisme yang dianut orang Belanda, Jepang dan ideologi humanisme yang dianut tokoh Sang Shandancho dalam novel Cantik Itu Luka dengan menggunakan teori Gramsci. Penelitian ini menggunakan metode yang mendeskripsikan dengan tujuan untuk mengevaluasi secara lengkap formasi ideologi kapitalisme dan humanisme. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kutipan-kutipan dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Teknik analisis data menggunakan metode baca catat dan studi pustaka.(2) formasi ideologi humanisme yang dianut oleh tokoh Sang Shandancho memberi harapan bagi masyarakat Halimunda untuk bebas dari jajahan yaitu dengan cara anggota memberontak di Jepang, demikian pula dengan Dewi Ayu yang memberikan hartanya untuk kebahagiaan . (3) formasi ideologi kapitalisme yang dibentuk oleh Jepang pada saat itu membuat masyarakat Halimunda memastikan tersiksa, melihat hal itu rasa ideologi humanisme pada diri Sang Shandancho bangkit dan memberontak ideologi kapatalisme yang diterapkan oleh Jepang.