Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH DIAMETER ELEKTRODA TERHADAP UJI TARIK LAS SMAW Moch Iqbal Mihrozi; Nely Ana Mufarida; Kosjoko Kosjoko
J-Proteksion Vol 2, No 2 (2018): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v2i2.2226

Abstract

Kekuatan hasil lasan dipengaruhi oleh besar busur, besar arus, kecepatan pengelasan, besarnya penembusan dan polaritas listrik. Penentuan besar arus dalam pengelasan ini mengambil tengah-tengah dari ukuran yang telah ditentukan yaitu 110 A. Pengambilan 110 A dimaksudkan sebagai pembanding dengan interval elektroda diatas. Pengujian tarik pada umumnya adalah parameter kekuatan, parameter kelihatan atau keuletan yang ditunjukkan dengan adanya persentase perpanjangan dan persentase kontraksi atau reduksi penampang. Dari data tabel dan diagram diatas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata dari tensile strength tertinggi terdapat pada pengujian uji tarik menggunakan elektroda (2 mm) dengan nilai (223,654 Mpa) sedangkan menggunakan elektroda (2,6 mm) mengalami penurunan nilai rata-rata sebesar (40,654 Mpa) disebabkan oleh beberapa faktor terutama pada teknik pengelasan. Untuk nilai rata-rata upper yield strength tertinggi terdapat pada elektroda (3,2 mm) dengan nilai (30,647 Mpa) sedangkan nilai terendah terdapat pada elektroda (2 mm) dengan nilai (17,354 Mpa). Disebabkan karna hasil kekuatan las kurang sempurna.
Pengaruh Variasi Kampuh dan Kuat Arus Pengelasan SMAW terhadap Kekuatan Bending pada Baja ASTM A36 Rofi Amzamsyah; Kosjoko Kosjoko; Mega Lazuardi Umar
J-Proteksion Vol 5, No 2 (2021): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v5i2.4129

Abstract

Di dalam dunia industri, baja karbon rendah sering digunakan untuk material pembangunan konstruksi. Salah satu masalah yang sering didapatkan pada pengelasan baja karbon rendah pada bahan dasar konstruksi yaitu sifatnya yang sukar mengalami patahan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sifat mekanik yang dihasilkan pada hasil pengelasan SMAW dengan variasi bentuk kampuh dan kuat arus. Guna memperoleh hasil kekuatan bending tentang analisis variasi bentuk kampuh dan kuat arus pada baja karbon rendah setelah mengalami proses pengelasan SMAW. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif, yaitu mengolah data dengan cara membandingkan spesimen yang telah diberi perlakuan yang berbeda-beda ketika proses pengelasan. Hasil penelitian diperoleh untuk kekuatan bending pada kampuh single V kuat arus 80 A didapatkan dengan nilai sebesar 61,20 MPa. Kuat arus 100 A mengalami penurunan yaitu 52,77, sedangkan untuk kuat arus 120 mengalami penurunan kembali dengan nilai sebesar 32,78 MPa. Kemudian untuk variasi bentuk kampuh double V dengan variasi kuat arus 80 A memiliki kekuatan bending sebesar 110,24 MPa. Kuat arus 100 A mengalami penurunan dengan nilai 110,03 sedangkan untuk kuat arus 120 A juga mengalami penurunan yaitu dengan nilai 84,72 MPa.
Serbuk Kayu Jati (Tectona Grandis L.F) sebagai Bahan Penguat Komposit Brake Pad Sepeda Motor Bermatriks Epoxy Kosjoko Kosjoko
J-Proteksion Vol 6, No 1 (2021): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v6i1.4979

Abstract

Salah satu faktor yang menentukan kenyamanan dan jaminan keselamatan suatu kendaraan adalah kepakeman fungsi sistem pengereman. Bahan asbestos sudah dilarang untuk dijadikan brake pad, karena tidak ramah lingkungan dan berdampak mengganggu kesehatan. Pada penelitian ini menggunakan serbuk gergajian kayu jati sebagai bahan utama brake pad. Proses pembuatannya yaitu, pertama penyiapan bahan-bahan pembuat kampas rem, setelah semua siap maka dilakukan penimbangan sesuai dengan komposisi masing-masing bahan. Lalu bahan dicampur di dalam gelas secara manual. Kemudian dimasukkan ke dalam cetakan yang sebelumnya telah dipasangi plat kampas sebagai tempat bahan kampas rem yang telah diberi perekat. Lalu pengepresan dengan beban ton selama 7 menit dan disintering dengan suhu sintering 200°C dengan waktu 30 menit,. Setelah dipres dan diperbanyak kampas rem variasi waktu sintering spesimen fraksi volume 40% : 60% dan 3 spesimen fraksi volume 50% : 50% = 3 spesimen, dan yang standar adalah 3 spesimen jadi total spesimen 9 Pc. Kampas rem sebagai pembanding dengan total jumlah spesimen uji adalah 9 spesimen. Hasil Pengujian kekerasan brake pad material komposit serbuk gergaji kayu jati bermatriks epoxy dengan campuran fraksi volume uji kering  40% : 60% = 61,83, fraksi volume uji kering 50% : 50% = 60,30, fraksi volume uji basah 40% : 60% = 56,30, fraksi volume uji basah 50% : 50% = 54,50. Uji kering yang ada di pasaran 52,00, uji basah 50,00. Uji keausan kering dengan fraksi volume 40% : 60% = 0,001 gr/mm2.S, 50% : 50% = 0,003. Uji keausan basah fraksi volume 40% : 60% = 0,004 gr/mm2.S, 50% : 50% = 0,01 gr/mm2.S. Hasil uji keausan kering yang ada di pasaran = 0,015 gr/mm2.S, Hasil uji keausan basah yang ada di pasaran = 0,04 gr/mm2.S
PENGARUH KEDALAMAN PEMAKANAN TERHADAP KEBULATAN GEOMETRIK POROS HASIL BUBUT Kosjoko Kosjoko
J-Proteksion Vol 3, No 1 (2018): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v3i1.2276

Abstract

Kerusakan bantalan (bearing) atau bantalan luncur akan menimbulkan panas, getaran atau kemacetan mesin. Kerusakan tersebut umumnya disebabkan oleh geometrik poros. Salah satu geometrik poros yang mempengaruhi kerusakan adalah kebulatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kedalaman pemakanan (depth of cut) terhadap kebulatan poros hasil bubut. Penelitian menggunakan desain eksperimental faktorial dengan benda kerja baja lunak (mild steel), pahat Carbide jenis pahat kanan PCLNR1616H09, dengan variabel perubahan kedalaman pemakanan dipilih 0,3 mm, 0,6 mm, 0,9 mm, 1,2 mm, 1,5 mm. Hasil pengujian dan analisis menunjukkan bahwa kecepatan asutan, kedalaman pemakanan dan interaksi keduanya berpengaruh terhadap geometris kebulatan hasil bubut. Semakin tinggi kecepatan asutan dan semakin tebal kedalaman pemakanan, maka semakin besar penyimpangan yang terjadi. Penyimpangan kebulatan terkecil terjadi pada 0,016 mm, kecepatan pemakanan (Feed Rate) 0,070 mm/rev, kedalaman pemakanan 0,3 mm. Kebulatan terbesar 0,056 mm terjadi pada kecepatan pemakanan) 0,070 mm/rev dan kedalaman pemakanan 1,5 mm
PENGARUH VARIASI MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN UJI TARIK PADA HASIL PENGELASAN SMAW MATERIAL STAINLESS STEEL AISI 304 Rachmad Adi Pranoto; Nely Ana Mufarida; Kosjoko Kosjoko
J-Proteksion Vol 2, No 1 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v2i1.2218

Abstract

Teknologi pengelasan merupakan salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu proses manufaktur karena pengelasan memegang peranan penting dalam setiap rekayasa logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin terhadap nilai kekuatan uji tarik dan nilai kekerasan Stainless Steel AISI 304, Pada penelitian ini pengelasan yang dilakukan adalah pengelasan SMAW menggunakan elektroda E308-16 Ø 2,6 mm pada material Stainless Steel AISI 304 dengan sambungan pengelasan berbentuk kampuh V tunggal dengan sudut kampuh 70° dan variasi media pendingin yang digunakan adalah coolant mesin bubut , coolant engine dan oli SAE 40. Dari hasil analisa data penelitian nilai kekerasan tertinggi pada logam las terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan variasi media pendingin coolant engine dengan nilai rata-rata 129,83 HB, dan nilai kekerasan terendah pada logam las terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan variasi media pendingin oli SAE 40 dengan nilai rata-rata 98,87 HB, dan Dari hasil analisa data penelitian nilai kekuatan tarik tertinggi terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan variasi media pendingin coolant engine dengan nilai rata rata 991,343 N/mm2, dan nilai kekuatan tarik terendah terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan variasi media pendingin oli SAE 40 dengan nilai rata-rata 900,991 N/mm2
PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW) TERHADAP KEKUATAN TARIK PADA MATERIAL STAINLESS STEEL 304L Moh. Ainul Yaqin; Nely Ana Mufarida; Kosjoko Kosjoko
J-Proteksion Vol 4, No 1 (2019): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v4i1.3016

Abstract

Proses pengelasan merupakan salah satu cara untuk menyambungkan dua bagian logam secara permanen dengan menggunakan energi panas yang diperoleh dari elektroda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan memvariasikan kuat arus pengelasan pada spesimen baja Stainlesss Steel 304L. Selain itu, pada proses pengelasan menggunakan model butt weld joint dengan alur berbentuk V tunggal. Dari hasil penelitian dan analisis data, dapat diketahui bahwa nilai uji tarik yang diperoleh mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya variasi kuat arus pengelasan. Pada variasi kuat arus 73 A diperoleh nilai uji tarik rata-rata sebesar 704 N/mm2. Untuk variasi kuat arus 78 A menghasilkan nilai rata-rata uji tarik sebesar 718 N/mm2. Dan variasi kuat arus 80 A menghasilkan nilai uji tarik tertinggi yaitu sebesar 804 N/mm2.
Desain dan analisis chassis tipe tubular space frame M. Wildanul Kahfi; Nely Ana Mufarida; Kosjoko Kosjoko
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v4i1.3266

Abstract

Automotive is one of the mainstay products in the world today, especially in 4-wheeled vehicles and 2-wheeled vehicles. One of them is electric cars whose main driving force uses electric power. Some of the advantages possessed by electric vehicles with oil-fueled vehicles include free air police from exhaust fumes, no odor and a smoother motor sound. The development of electric cars in Indonesia, which is now growing rapidly, especially among university students, is being held with competitions to make electric cars that are worthy of being marketed. For that we need an energy-efficient car chassis design that is in accordance with the regulations of the Indonesian Electric Car Competition (KMLI). Research on the design chassis in previous studies has been done with different dimensions, materials, and types of chassis used. The purpose of this research is to design and analyze chassis type Tubular Space Frame using Solidworks 2019 Software in the hope of producing a chassis that is strong, lightweight and has flexibility properties while still paying attention to the Factor of Safety (FOS) when used. The chassis designed using Solidwork 2019 software has dimensions, including: Length = 1883.40 mm, Height = 1033.40 mm, Width = 721.34 mm. The results of the analysis and determination of the material between Aluminum 6061-T6 and Aluminum 6063-T6 used with a comparison of the values ​​of stress, displacement, and safety of factors that occur in the frame, it can be concluded that the chassis is a tubular type with the use of pipes 34.4 x 26.64 3.38 mm thick and 21.36 x 15.50 mm thick 2.77 mm is the most secure chassis and the weight is quite light.
Pengaruh variasi campuran bahan bakar plastik polypropylene (PP) dan pertalite terhadap performa unjuk kerja motor injeksi 110 cc Aji Sangjoko; Nely Ana Mufarida; Kosjoko Kosjoko
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v4i1.3267

Abstract

The worldwide generation of plastics evolved over the years due to the use of plastics in various sectors. This increase affects the availability of petroleum resources because plastic is a petroleum-based material. The research method used is the experimental method. In this study, observations and tests were carried out on the performance of the 110 cc injection motor, namely torque and power. Data collection begins with 3000 RPM rounds and ends with 8000 RPM rounds according to the standard. The mixing variations between pertalite fuel and polypropylene plastic fuel are as follows: 30% pertalite and 70% polypropylene, 40% pertalite and 60% polypropylene, 50% pertalite and 50% polypropylene. The results showed that the fuel mixture of 30% pertalite and 70% polypropylene experienced an increase in torque from 5.77 N.m to 14.06 N.m, and an increase in power from 1.9 HP to 7.4 HP.
Pengaruh Modifikasi Intake Manifold Terhadap Performa.Motor 4 Langkah Skuter.Matic Karburator 125 Cc Yang Menggunakan.Variasi Bahan.Bakar Dekiyanto Dwi Haryono; Nely Ana Mufarida; Kosjoko Kosjoko
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 6 (2022): Proceedings SENSEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.261 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i6.242

Abstract

Pada penelitian.ini telah dilakukan modifikasi intake manifold pada 3 komponen asli sepeda motor skuter matic karburator 125 cc dan uji perfoma (Daya dan Torsi) yang menggunakan variasi bahan bakar (pertalite dan pertamax). Uji perfoma (daya dan torsi) pada komponen asli dan komponen balap mesin 4 langkah skuter matic 125 cc menggunakan.alat dynamometer atau. dyno test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan daya dan torsi.yang cukup signifikan. Daya optimum dihasilkan pada komponen balap dengan menggunakan bahan bakar Pertamax sebesar 7,1 Hp.dan Torsi 12,46 Nm. Sedangkan.Daya minimum.dihasilkan pada komponen asli dengan menggunakan bahan bakar Pertalite sebesar 1,9 Hp dan Torsi 1,11 Nm.