Joko, S.Pd, M.Pd
Sekolah Dasar Negeri 1 Balong Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Pembelajaran Improve Siswa Kelas V B SDN 1 Balong Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Joko, S.Pd, M.Pd
Jurnal Profesi dan Keahlian Guru (JPKG) Vol 1 No 2 (2020): Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : APKS-PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari data yang diperoleh peneliti diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan khususnya pada standar kompetensi Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat rendah dengan nilai rerata yang dicapai 54,44. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan Model Pembelajaran IMPROVE yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan Hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui Model Pembelajaran IMPROVE pada siswa Kelas V SDN 1 Balong Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Peranan Model Pembelajaran IMPROVE dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan standar kompetensi Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 71,67; siklus II 77,22; dan siklus III 83,33. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 66,67%, siklus II meningkat menjadi 77,78%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.