Melalui Metode Reform Learning berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa 100% siswa senagn terhadap keterampilan Reform Learning, dan 75,5% berpendapat bahwa perangkat yang digunakan baru. Selain itu respon siswa atentang keterampilan proses, 82,6% senang 72,2% berpendapat baru mengenai keterampilan proses yang digunakan. Data ini menunjukkan bahwa siswa senang mengikuti pembelajaran jika pembelajaran menggunakan keterampilan Reform Learning dan keterampilan proses, khususnya pada komponen keterampilan proses melakukan pengamatan dimana pendapat siswa senang dalam melakukan pengamatan sebesar 95,7%. Dari hasil yang dikemukakan pada bagian awal penelitian ini adalah sebagai berikut : dengan Penerapan Metode Reform Learning dalam pembelajaran Bhasa Inggris Pokok Bahasan Descriptive pada Siswa Kelas VIII-B Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Bangsal, Kabupaten Mojokerto tidak berpengaruh terhadap peningkatan kualitas belajar Bahsa Inggris. Penerapan metode Reform Learning dalam pembelajaran Bahasa Inggris Pokok Bhaasan Descriptive pada Siswa Kelas VIII-B Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Bangsal, Kabupaten Mojokerto berpengaruh terhadap peningkatan kualitas belajar Bahasa Inggris. Dengan demikian hal ini dapat diterima yang berarti penerapan Metode Reform Learning dalam pembelajaran Bahasa Inggris pokok bahasan Descriptive pada Siswa Kelas VIII-B Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Bangsal, Kabupaten Mojokerto berpengaruh terhadap peningkatan kualitas belajar Bahasa Inggris. Karena menunjukkan peningkatan sesuai yang diharapkan, sehingga dalam kegiatan penelitian ini dinyatakan berhasil atau tuntas.