: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan variasi karakter pertumbuhan dan hasil beberapa genotipe sorgum, menghitung korelasi antara komponen pertumbuhan dan hasil beberapa genotipe sorgum serta menentukan pengaruh langsung antara variabel pertumbuhan yang diamati dan hasil dengan menggunakan analisis lintas. Lima genotipe sorgum (GH-4, GH-6, GH-7, GH-9, dan Numbu) disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe GH -6 (225,3 cm) dan GH-7 (218,1 cm) memiliki panjang batang 17 MST yang lebih tinggi dibandingkan dengan genotipe GH-4 (193,0 cm), GH-9 (177,2 cm) dan Numbu (154,7 cm). Kemudian genotipe GH-9 (73,9 g) dan GH-6 (62,0 g) memiliki bobot biji yang lebih tinggi dibandingkan genotipe GH-7 (52,9 g), GH-4 (48,4 g) dan Numbu (43,6 g). Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa pada komponen pertumbuhan dan pertumbuhan terdapat korelasi positif sangat nyata yang ditunjukkan antara variabel panjang batang 17 MST dan jumlah daun 17 MST (r=0,57**) serta jumlah ruas 17 MST (r=0,68**). Komponen pertumbuhan dan komponen hasil berkorelasi positif sangat nyata antara panjang batang 17 MST dan panjang malai (r = 0,41**), jumlah cabang malai (r = 0,37**), bobot dompolan/head (r = 0,43**), jumlah biji (r = 0,51**) serta bobot biji (r = 0,45**). Kemudian korelasi positif sangat nyata antara komponen hasil dan komponen hasil lainnya ditunjukkan oleh jumlah biji dan bobot biji (r = 0,94 **). Terdapat pengaruh langsung antara panjang batang 17 MST terhadap bobot biji (0,026), namun memiliki pengaruh langsung yang lebih kecil dibandingkan dengan pengaruh langsung terhadap jumlah biji (0,343). Sedangkan karakter jumlah biji memiliki nilai pengaruh langsung tertinggi terhadap bobot biji (0,672) dan diikuti oleh bobot 1000 butir (0,280). Sehingga karakter yang direkomendasikan sebagai indiktor seleksi genotipe unggul tanaman sorgum adalah jumlah biji dan bobot 1000 butir.