Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DESKRIPSI KLON TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) YANG DITANAM PETANI DI ENAM KABUPATEN DI PROVINSI LAMPUNG Dany Pranowo
Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan Vol 9 No 03 (2021): Desember 2021
Publisher : Balitbangda Provinsi Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.152 KB) | DOI: 10.35450/jip.v9i03.249

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengumpulan data klon ubi kayu dengan melakukan survei di Way Kanan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Pringsewu, Tanggamus, dan Metro). Penentuan kabupaten sampel dilakukan dengan metode acak terarah berdasarkan luasan budidaya. Pengambilan sampel desa dilakukan melalui rancangan sampling non-probablitas, yaitu sampling kebetulan (accidental sampling). Data primer diperoleh melalui wawancara kepada petani yang dijumpai di lokasi penelitian meliputi nama lokal, umur tanaman, dan penggunaan klon yang dibudidayaka. Data deskripsi karakteristik morfologis karakteristik vegetatif didapatkan melalui pengamatan langsung di lapangan dengan standarisasi yang ditetapkan oleh International Institute of Tropical Agriculture (IITA) yaitu “Selected Morphological and Agronomic Descriptors for the Characterization of Cassava” oleh Fukuda, dkk. (2010). Ditemukan 15 klon dari 6 kabupaten/kota, di Kabupaten Lampung Tengah ditemui 3 klon ubi kayu (Barokah, Thailand, dan Kasesat), Tanggamus 2 klon (Martapuro dan Baturaja), Pringsewu 2 klon ( Melati dan Pringsewu-1), Way Kanan 3 Klon (S.R. Lowo, Way Kanan -1 dan Way Kanan-2), Kota Metro 2 klon (Manalagi dan Klenteng) dan di Lampung Utara ditemui 3 klon (Roti, Udang, dan Ketan). Analisis klaster dilakukan untuk mengetahui struktur populasi suatu kelompok individu termasuk kemiripan (similarity) atau jarak genetik (distance) dan penyebaran kelompok tertentu dalam populasi dengan menggunakan software SPSS Statistics 23. Terdapat 8 level, klon yang memiliki tingkat kesamaan karakter terbesar adalah klon Martapuro dan S.R Lowo.