Nila Qurniasih
Jl.Soekarno Hatta Baypass Rajabasa Bandar Lampung, 3500 Tlp/Fax (0721) 784370

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN PENDIDIKAN DAN USIA IBU HAMIL TERHADAP KUNJUNGAN KEHAMILAN K4 Nopa Utari; Nila Qurniasih; Apri Kartika Sari
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54444/jik.v8i2.26

Abstract

ABSTRAK Menurut Maternal Neonatal Health (MNH) asuhan antenatal atau yang dikenal antenatal care merupakan prosedur rutin yang dilakukan oleh petugas(dokter/bidan/prawat) dalam membina suatu hubungan dalam proses pelayanan pada ibu hamil untuk persiapan persalinannya. Dengan memberikan asuhan antenatal yang baik akan menjadi salah satu tiang penyangga dalam safe motherhood dalam usaha menurunkan angka kematian ibu dan perinatal (Kusmiyati,2008:06). Dalam memantau program kesehatan ibu, dewasa ini di gunakan indikator cakupan, yaitu: cakupan layanan antenatal ( K1 untuk akses dan K4 untuk kelengkapan layanan antenatal. Diketahuinya Gambaran Pendidikan dan UsiaIbu Hamil Terhadap Kunjungan K4 di Puskesmas Kedaton Tahun 2017. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan pendekatan cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang berjumlah 108 ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini adalah 38 orang. Dapat diketahui bahwa ibu yang berkunjung ke puskesmas kedaton sebagian besar tidak melakukan kunjungan k4 lengkap yaitu berjumlah 22 orang (57.9%). Dan ibu yang melakukan kunjungan kehamilan k4 lengkap berjumlah 16 orang 42.1%).Sebagian besar ibu hamil tidak melakukan kunjungan kehamilan k4 yaitu 22 orang ibu (57.9%). ABSTRACT According to the Maternal Neonatal Health (MNH) antenatal or known antenatal care is a routine procedure performed by the officer (Physician/midwife) in establishing a relationship in the service process to the expectant mothers for the preparation of the case. By providing good antenatal care will be one of the poles in safe motherhood in the effort to reduce maternal and perinatal mortality (Kusmiyati,2008:06). In monitoring the maternal health program, today in the use of coverage indicators, namely: the scope of antenatal service (K1 for access and K4 for the completeness of antenatal services. Be aware of the educational image and the expectant of pregnant women to visit K4 di Puskesmas Kedaton year . The research is descriptive, with a cross sectional approach, the population in this study was the III trimester pregnant mother amounting to 108 pregnant women. The sample in this study was 38 people. It is known that the mother who visited the Puskesmas in Kedaton mostly did not visit K4 complete amounted to 22 people (57.9%). And mothers who made their pregnancy visit K4 complete amounting to 16 42.1%). Most pregnant mothers do not visit the K4 pregnancy, which are 22 mothers (57.9%).
PENGARUH PEMBERIAN KUNYIT ASAM JAWA TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI DESMINORE PRIMER PADA REMAJA Gusrika Rambe; Nila Qurniasih; Delta Anjani
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54444/jik.v9i2.30

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian disminore didunia sangat besar. Menurut WHO (2009) didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenorea dengan 10-15% mengalami disminorea berat. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Jumlah poopulasi pada penelitian ini adalah 30 orng remaja putri. Hasil penelitian ini di dapatkan bahwa pada analisis uji bivariate dilakukan uji normalitas terlebih dahulu dengan menggunakan Shapiro-wilk. Nilai sebelum pemberian minuman kunyit asam jawa didapatkan p-value0,083 dan setelah pemberian minuman kunyit asam jawa didapatkan p-value0,090. Maka nilai uji Shapiro-wilk bermakna (p>0,05) yang artinya distribusi dari nilai sebelum dan setelah perlakuan adalah normal. Sehingga uji statistik yang digunakan uji T-Test dimana berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji T-Test didapatkan hasil bahwa pvalue 0,000yang artinya p-value 0.05) which means the distribution of the values before and after treatment is normal. So the statistical test used is the T-Test which based on the results of the statistical test using the T-Test the results show that the p-value is 0,000 which means the p-value