Dra. Senda Ike Listyawati, M.Pd.
SMPN 13 Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Pembelajaran Yang Berorientasi Pada Social Skill Pada Materi Menganalisis Sumber Daya Alam Tambang Terkait Dengan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia Padasiswa Kelas VII B SMP Negeri 13 Jember Dra. Senda Ike Listyawati, M.Pd.
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 1 No 1 (2020): Volume 1 No.1 Tahun 2020
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model interaksi sosial merupakan salah satu model pembelajaran yang belum banyak dipakai guru sebagai model pembelajaran yang dipakai dikelas.Model ini lebih menitikberatkan pada hubungan antara individu dengan individu lainnya. Model ini juga berorientasi pada perbaikan kemampuan individu dalam berhubungan dengan orang lain, perbaikan proses demokratis dan masyarakat. Subyek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII B Semester Ganjil tahun Pelajaran 2019-2020 SMP Negeri 13 Jember karena pada kelas ini terdapat kasus nilai yang masih rendah yaitu berada di bawah standart ketuntasan minimal yaitu kurang dari 68 pada ulangan harian, selain itu juga kemampuan siswa dalam berinteraksi yang masih rendah. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian mi adalah :(1) observasi; (2) wawancara/interview; (3) tes. Dari hasil penelitian pembelajaran IPS yangberorientasi social skill dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1) Pembelajaran IPS diKelas VII B SMP Negeri 13 Jember yang berorientasi social skill dapat meningkatkan aktivitas siswa baik dari aspek pengetahuan, maupun ketrampilan . Selain itu juga mengembangkan kecakapan siswa dalam hal kecakapan komunikasi lisan dengan persentase sebesar 75,64%, kecakapan komunikasi tertulis sebesar 76,92% dan kecakapan bekerjasama sebesar 78,20%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa lebih terampil dalam bekerjasama daripada berkomunikasi terutama secara lisan. 2) Aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan pada tiap pertemuan. Hal ini ditunjukkan dengan persentase ketuntasan hasil belajar siswa yang baik dari aspek pengetahuan, maupun ketrampilan . Untuk aspek pengetahuan persentase ketuntasan secara klasikal mencapai 84,38% afektif mencapai 88,57% dan aspek psikomotor mencapai 87,50% Walaupun aspek psikomotor memiliki nilai yang paling tinggi namun rata-rata nila kelas untuk aspek pengetahuan tetap lebih tinggi yaitu sebesar 78,03 .