Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa untuk dalam bidang Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar Menelaah struktur dan kebahasaan fabel sangat rendah, yakni 43,75% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 60,47. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan metode pembelajaran Modeling the Way. Apabila guru menerapkan metode pembelajaran Modeling the Way diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menelaah struktur dan kebahasaan fabel. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Menelaah struktur dan kebahasaan fabel melalui metode pembelajaran Modeling the Way pada siswa Kelas VII H SMP Negeri 3 Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan metode pembelajaran Modeling the Way dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 72,81; siklus II 76,41; dan siklus III 80,94. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 75,00%, siklus II 90,63%, siklus III 100%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan metode pembelajaran Modeling the Way dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan mata pelajaran Bahasa Indonesia pada kompetensi dasar Menelaah struktur dan kebahasaan fabel.